<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ikut &quot;Peperangan&quot; Serangan Oemoem 1 Maret, Begini Kesan Putra Idjon Djanbi</title><description>Ada kesan tersendiri saat putra pendiri Kopassus mengenakan seragam sang ayah di gelaran teatrikal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/07/510/1636023/ikut-peperangan-serangan-oemoem-1-maret-begini-kesan-putra-idjon-djanbi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/07/510/1636023/ikut-peperangan-serangan-oemoem-1-maret-begini-kesan-putra-idjon-djanbi"/><item><title>Ikut &quot;Peperangan&quot; Serangan Oemoem 1 Maret, Begini Kesan Putra Idjon Djanbi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/07/510/1636023/ikut-peperangan-serangan-oemoem-1-maret-begini-kesan-putra-idjon-djanbi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/07/510/1636023/ikut-peperangan-serangan-oemoem-1-maret-begini-kesan-putra-idjon-djanbi</guid><pubDate>Selasa 07 Maret 2017 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/07/510/1636023/ikut-peperangan-serangan-oemoem-1-maret-begini-kesan-putra-idjon-djanbi-0NzuUFuTJr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Heru Djanbi (tengah), putra Letkol (Purn) Mochammad Idjon Djanbi yang ikut terlibat di teatrikal Serangan Omoem 1 Maret (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/07/510/1636023/ikut-peperangan-serangan-oemoem-1-maret-begini-kesan-putra-idjon-djanbi-0NzuUFuTJr.jpg</image><title>Heru Djanbi (tengah), putra Letkol (Purn) Mochammad Idjon Djanbi yang ikut terlibat di teatrikal Serangan Omoem 1 Maret (Foto: ist)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Ada yang menarik dalam gelaran teatrikal peringatan &amp;ldquo;Serangan Oemoem 1 Maret 1949&amp;rdquo; di halaman Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta pada 5 Maret 2017. Satu di antara pemeran teatrikal itu, ternyata ikut terlibat pula Heru Sulistya Djanbi, putra pendiri Kopassus TNI AD mendiang Letkol (Purn) Mochammad Idjon Djanbi. 
&amp;nbsp;
Selama ini kita mengenal sosok Idjon Djanbi sebagai pendiri pasukan elite TNI AD yang &amp;ldquo;aslinya&amp;rdquo; orang Belanda dengan nama lahir Rokus Bernardus Visser. Eks veteran Perang Dunia II yang turut ke Indonesia sebagai anggota Korps Speciale Troepen (KST) atau Korps Pasukan Khusus Belanda.

Menjelang penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Republik Indonesia Serikat (RIS) pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia (27 Desember 1949), Visser membelot dan tinggal di Indonesia dengan menikahi wanita lokal, Suyatmi.

Nah kembali ke soal keterlibatan Heru Djanbi sebagai salah satu pemeran tentara Belanda dalam gelaran itu, disebutkan gelaran semacam teatrikal mengenang salah satu pertempuran terpenting di revolusi kemerdekaan Indonesia ini, sangat berkesan baginya.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/IrnUsLZPeew&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Dalam drama teatrikal yang dihelat komunitas Djokdjakarta 1945 itu, Heru juga mengenakan seragam kamuflase &amp;ldquo;Frogskin&amp;rdquo; yang sedikit banyak juga dipakai ayahnya semasa berkarier di kemiliteran.

&amp;ldquo;Kesannya pakai seragam loreng seperti bapak (Idjon Djanbi), rasanya campur aduk,&amp;rdquo; ungkapnya kepada Okezone pada Senin 6 Maret 2017 malam.

&amp;ldquo;Ada satu kebanggan di saat satu komunitas bisa memadukan sejarah dengan cara seperti ini di negeri kita. Bahkan ingin kita agendakan event seperti ini juga di AKBM (Anak Komando Baret Merah). Paling tidak, untuk mengingat sejarah negeri ini,&amp;rdquo; imbuhnya.

AKBM itu sendiri lahir setelah diadakannya sebuah musyawarah nasional (munas) pada 25-26 Februari 2017. Tujuan didirikannya organisasi ini salah satunya untuk mewadahi para keturunan eks anggota Kopassus yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.

&amp;ldquo;AKBM adalah organisasi untuk putra-putri yang orangtuanya pernah berhak menggunakan baret merah. Tujuannya, kita ingin tali silaturahim tidak terputus, terus berkesinambungan dan jadi satu saudara,&amp;rdquo; lanjut Heru.

&amp;ldquo;Kita juga punya tujuan akhir menyejahterakan anak-anak para pensiunan anggota Kopassus. Langkah-langkahnya, kita berencana buka satu koperasi dan selama ini kita sudah berkoordinasi dengan Yayasan Sandi Yudha. Rencananya juga nanti akan dibangun klinik,&amp;rdquo; tambahnya lagi.

&amp;ldquo;Untuk kegiatan yang menggandeng korps (Kopassus), mungkin kolaborasi di saat event-event tertentu. Seperti mungkin (bulan) besok April di HUT Kopassus, mungkin akan kita usulkan bakti sosial. Tapi tinggal petunjuk Danjen saja nanti. Yang pasti kita semua dukung apapun yang dilakukan Kopassus,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Ada yang menarik dalam gelaran teatrikal peringatan &amp;ldquo;Serangan Oemoem 1 Maret 1949&amp;rdquo; di halaman Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta pada 5 Maret 2017. Satu di antara pemeran teatrikal itu, ternyata ikut terlibat pula Heru Sulistya Djanbi, putra pendiri Kopassus TNI AD mendiang Letkol (Purn) Mochammad Idjon Djanbi. 
&amp;nbsp;
Selama ini kita mengenal sosok Idjon Djanbi sebagai pendiri pasukan elite TNI AD yang &amp;ldquo;aslinya&amp;rdquo; orang Belanda dengan nama lahir Rokus Bernardus Visser. Eks veteran Perang Dunia II yang turut ke Indonesia sebagai anggota Korps Speciale Troepen (KST) atau Korps Pasukan Khusus Belanda.

Menjelang penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Republik Indonesia Serikat (RIS) pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia (27 Desember 1949), Visser membelot dan tinggal di Indonesia dengan menikahi wanita lokal, Suyatmi.

Nah kembali ke soal keterlibatan Heru Djanbi sebagai salah satu pemeran tentara Belanda dalam gelaran itu, disebutkan gelaran semacam teatrikal mengenang salah satu pertempuran terpenting di revolusi kemerdekaan Indonesia ini, sangat berkesan baginya.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/IrnUsLZPeew&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Dalam drama teatrikal yang dihelat komunitas Djokdjakarta 1945 itu, Heru juga mengenakan seragam kamuflase &amp;ldquo;Frogskin&amp;rdquo; yang sedikit banyak juga dipakai ayahnya semasa berkarier di kemiliteran.

&amp;ldquo;Kesannya pakai seragam loreng seperti bapak (Idjon Djanbi), rasanya campur aduk,&amp;rdquo; ungkapnya kepada Okezone pada Senin 6 Maret 2017 malam.

&amp;ldquo;Ada satu kebanggan di saat satu komunitas bisa memadukan sejarah dengan cara seperti ini di negeri kita. Bahkan ingin kita agendakan event seperti ini juga di AKBM (Anak Komando Baret Merah). Paling tidak, untuk mengingat sejarah negeri ini,&amp;rdquo; imbuhnya.

AKBM itu sendiri lahir setelah diadakannya sebuah musyawarah nasional (munas) pada 25-26 Februari 2017. Tujuan didirikannya organisasi ini salah satunya untuk mewadahi para keturunan eks anggota Kopassus yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.

&amp;ldquo;AKBM adalah organisasi untuk putra-putri yang orangtuanya pernah berhak menggunakan baret merah. Tujuannya, kita ingin tali silaturahim tidak terputus, terus berkesinambungan dan jadi satu saudara,&amp;rdquo; lanjut Heru.

&amp;ldquo;Kita juga punya tujuan akhir menyejahterakan anak-anak para pensiunan anggota Kopassus. Langkah-langkahnya, kita berencana buka satu koperasi dan selama ini kita sudah berkoordinasi dengan Yayasan Sandi Yudha. Rencananya juga nanti akan dibangun klinik,&amp;rdquo; tambahnya lagi.

&amp;ldquo;Untuk kegiatan yang menggandeng korps (Kopassus), mungkin kolaborasi di saat event-event tertentu. Seperti mungkin (bulan) besok April di HUT Kopassus, mungkin akan kita usulkan bakti sosial. Tapi tinggal petunjuk Danjen saja nanti. Yang pasti kita semua dukung apapun yang dilakukan Kopassus,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
