<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Permen Dot Diduga Mengandung Narkoba juga Ditemukan di Mojokerto</title><description>Bukan hanya di Surabaya, permen dot diduga mengandung narkoba ditemukan petugas BNNK dan Dinkes dalam razia di Mojokerto, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/08/519/1637586/duh-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba-juga-ditemukan-di-mojokerto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/08/519/1637586/duh-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba-juga-ditemukan-di-mojokerto"/><item><title>Duh, Permen Dot Diduga Mengandung Narkoba juga Ditemukan di Mojokerto</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/08/519/1637586/duh-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba-juga-ditemukan-di-mojokerto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/08/519/1637586/duh-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba-juga-ditemukan-di-mojokerto</guid><pubDate>Rabu 08 Maret 2017 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Arivin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/08/519/1637586/duh-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba-juga-ditemukan-di-mojokerto-SEFGdMToXk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas merazia permen diduga mengandung narkoba di Mojokerto, Jawa Timur (Zen Arivin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/08/519/1637586/duh-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba-juga-ditemukan-di-mojokerto-SEFGdMToXk.jpg</image><title>Petugas merazia permen diduga mengandung narkoba di Mojokerto, Jawa Timur (Zen Arivin/Okezone)</title></images><description>MOJOKERTO - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Jawa Timur menggelar inspeksi mendadak (sidak) permen dot yang diduga mengandung narkoba. Razia berlangsung dari jelang siang tadi.

Selama hampir 3 jam, petugas menyisir sejumlah sekolah yang ada di Kota Mojokerto. Namun, petugas tidak menemukan adanya permen dot yang diduga mengandung narkoba itu.

Selanjutnya, petugas menyasar sejumlah agen makanan ringan di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. Hasilnya, petugas menemukan permen dengan merek yang sama dijual bebas di dua agen makanan ringan. Meskipun, jenis permen yang ditemukan petugas gabungan itu berbeda dengan permen dot yang ditemukan di Surabaya.

&quot;Menindaklanjuti temuan adanya permen yang diduga mengandung narkoba itu, hari ini kami melakukan sidak. Hasilnya kami menemukan permen dengan merek yang sama, yakni &quot;Permen Keras&quot;. Tapi bentuknya beberda,&quot; ujar Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi, Rabu (08/3/2017).

Selain itu, petugas juga menemukan permen dot dengan bentuk yang berbeda. Di Mojokerto, permen dot yang ditemukan mirip &quot;kempeng&quot;. Petugas juga menemukan permen impor dari China yang dijual bebas di sejumlah agen makanan di Pasar Tanjung Anyar.

&quot;Selanjutnya, kami mengambil sampel seluruh permen yang kita temuan ini, baik permen dengan merek &quot;Permen Keras&quot; maupun permen impor untuk dilakukan uji laboratorium. Meskipun permen-permen ini di dilengkapi dengan izin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan),&quot; imbuhnya.

Kasi Kefarmasian dan Alkes Dinkes Kota Mojokerto, Kusmulyati menyatakan, seluruh sampel permen yang didapatkan hari ini, akan dilakukan uji laboratorium. Sampel makanan tersebut akan di bawa ke BPOM Surabaya, mengingat Dinkes Kota Mojokerto belum memiliki laboratorium guna mendeteksi kadar bahan kimia.

&quot;Untuk hasilnya baru diketahui mungkin 2 sampai 3 minggu kedepan. Karena kita harus membawa ke BPOM Surabaya. Nanti jika sudah ada hasilnya, kita sampaikan,&quot; ungkapnya.

Menurut Kusmulyati, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil resmi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan BPOM Surabaya perihal hasil yang uji laboratorium yang pasca ditemukannya Permen Keras yang diduga mengandung narkoba itu di wilayah Surabaya.

&quot;Belum ada, kami juga masih menunggu. Hari ini kami memang sengaja bekerjasama dengan BNNK Mojokerto untuk melakukan sidak, karena ini sudah menjadi atensi dari masyarakat,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, menurut salah seorang pemilik agen makanan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Hery Cahyadi (48), mengatakan, jika mereka belum mengetahui terkait dengan adanya permen yang diduga mengandung narkoba.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8wOC8yMi85MTcyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&quot;Belum tahu. Kemarin sempat tahu di televisi, tapi tidak begitu memperhatikan. Jadi tidak tahu kalau ada permen yang berbahaya,&quot; terangnya kepada awak media.

Hery juga mengaku belum lama menjual permen merek &quot;Permen Keras&quot; itu. Berkisar antara 2 hingga 3 minggu lalu. Selain itu, lanjut Hery, untuk satu pak permen dijual dengan harga Rp 24 ribu.

&quot;Harganya memang murah. Saya dapat dari sales satu pak-nya Rp 23 ribu. Tidak begitu laku juga kok. Tidak tahu kenapa, mungkin rasanya juga tidak begitu enak sehingga minim peminat,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>MOJOKERTO - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Jawa Timur menggelar inspeksi mendadak (sidak) permen dot yang diduga mengandung narkoba. Razia berlangsung dari jelang siang tadi.

Selama hampir 3 jam, petugas menyisir sejumlah sekolah yang ada di Kota Mojokerto. Namun, petugas tidak menemukan adanya permen dot yang diduga mengandung narkoba itu.

Selanjutnya, petugas menyasar sejumlah agen makanan ringan di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. Hasilnya, petugas menemukan permen dengan merek yang sama dijual bebas di dua agen makanan ringan. Meskipun, jenis permen yang ditemukan petugas gabungan itu berbeda dengan permen dot yang ditemukan di Surabaya.

&quot;Menindaklanjuti temuan adanya permen yang diduga mengandung narkoba itu, hari ini kami melakukan sidak. Hasilnya kami menemukan permen dengan merek yang sama, yakni &quot;Permen Keras&quot;. Tapi bentuknya beberda,&quot; ujar Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi, Rabu (08/3/2017).

Selain itu, petugas juga menemukan permen dot dengan bentuk yang berbeda. Di Mojokerto, permen dot yang ditemukan mirip &quot;kempeng&quot;. Petugas juga menemukan permen impor dari China yang dijual bebas di sejumlah agen makanan di Pasar Tanjung Anyar.

&quot;Selanjutnya, kami mengambil sampel seluruh permen yang kita temuan ini, baik permen dengan merek &quot;Permen Keras&quot; maupun permen impor untuk dilakukan uji laboratorium. Meskipun permen-permen ini di dilengkapi dengan izin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan),&quot; imbuhnya.

Kasi Kefarmasian dan Alkes Dinkes Kota Mojokerto, Kusmulyati menyatakan, seluruh sampel permen yang didapatkan hari ini, akan dilakukan uji laboratorium. Sampel makanan tersebut akan di bawa ke BPOM Surabaya, mengingat Dinkes Kota Mojokerto belum memiliki laboratorium guna mendeteksi kadar bahan kimia.

&quot;Untuk hasilnya baru diketahui mungkin 2 sampai 3 minggu kedepan. Karena kita harus membawa ke BPOM Surabaya. Nanti jika sudah ada hasilnya, kita sampaikan,&quot; ungkapnya.

Menurut Kusmulyati, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil resmi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan BPOM Surabaya perihal hasil yang uji laboratorium yang pasca ditemukannya Permen Keras yang diduga mengandung narkoba itu di wilayah Surabaya.

&quot;Belum ada, kami juga masih menunggu. Hari ini kami memang sengaja bekerjasama dengan BNNK Mojokerto untuk melakukan sidak, karena ini sudah menjadi atensi dari masyarakat,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, menurut salah seorang pemilik agen makanan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Hery Cahyadi (48), mengatakan, jika mereka belum mengetahui terkait dengan adanya permen yang diduga mengandung narkoba.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8wOC8yMi85MTcyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&quot;Belum tahu. Kemarin sempat tahu di televisi, tapi tidak begitu memperhatikan. Jadi tidak tahu kalau ada permen yang berbahaya,&quot; terangnya kepada awak media.

Hery juga mengaku belum lama menjual permen merek &quot;Permen Keras&quot; itu. Berkisar antara 2 hingga 3 minggu lalu. Selain itu, lanjut Hery, untuk satu pak permen dijual dengan harga Rp 24 ribu.

&quot;Harganya memang murah. Saya dapat dari sales satu pak-nya Rp 23 ribu. Tidak begitu laku juga kok. Tidak tahu kenapa, mungkin rasanya juga tidak begitu enak sehingga minim peminat,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
