<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tensi Politik Pilgub Putaran Kedua Tinggi, KPU DKI Harus Jadi Filter</title><description>Tensi politik di Pilgub putaran kedua ini semakin tinggi sehingga  kecurigaan masing-masing timses paslon tidak akan bisa dihindari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/11/338/1640046/tensi-politik-pilgub-putaran-kedua-tinggi-kpu-dki-harus-jadi-filter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/11/338/1640046/tensi-politik-pilgub-putaran-kedua-tinggi-kpu-dki-harus-jadi-filter"/><item><title>Tensi Politik Pilgub Putaran Kedua Tinggi, KPU DKI Harus Jadi Filter</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/11/338/1640046/tensi-politik-pilgub-putaran-kedua-tinggi-kpu-dki-harus-jadi-filter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/11/338/1640046/tensi-politik-pilgub-putaran-kedua-tinggi-kpu-dki-harus-jadi-filter</guid><pubDate>Sabtu 11 Maret 2017 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/11/338/1640046/tensi-politik-pilgub-putaran-kedua-tinggi-kpu-dki-harus-jadi-filter-avJm1M6Acs.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/11/338/1640046/tensi-politik-pilgub-putaran-kedua-tinggi-kpu-dki-harus-jadi-filter-avJm1M6Acs.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno bersama komisioner KPU DKI Jakarta Dahlia Umar dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti kedapatan menghadiri pertemuan dengan tim sukses pasangan Ahok-Djarot di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Kamis 9 Maret 2017.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Polcom Institute Heri Budianto menyarankan&amp;nbsp; agar komisioner KPU-Bawaslu DKI Jakarta ke depannya bisa memfilter undangan dari masing-masing tim sukses (timses) pasangan calon (paslon).
Pasalnya, kata Heri tensi politik di Pilgub putaran kedua ini semakin tinggi sehingga kecurigaan masing-masing timses paslon tidak akan bisa dihindari.
&quot;Karena pihak paslon 2 merasa ini biasa. Lalu paslon 3 curiga. Filternya menurut saya ada di KPU. Ke depan KPU harus bisa memfilter agar supaya undangan timses dapat dipertimbangkan untuk tidak hadir. Kalau hadir ini akan jadi komoditas politik,&quot; kata Heri kepada Okezone di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).
Menurut Heri jika masalah ini sudah menjadi komoditas politik selanjutnya akan menjadi polemik berkepanjangan. Sebab tugas dari masing-masing timses biasanya mencari celah untuk menuduh penyelenggara Pemilu tidak netral.
&quot;Dalam situasi sekarang saja mereka sudah curiga dengan KPUD kan apalagi nanti hasil akhirnya. Siapapun pemenang misalnya nanti paslon 3 menang, paslon 2 pasti akan curiga. Pun sebaliknya paslon 2 menang, paslon 3 akan memberikan tuduhan-tuduhan. KPUD harus bisa memfilter setiap undangan dan mempertimbangkan untuk tidak hadir apabila di undang kembali,&quot; tukasnya. (sym)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno bersama komisioner KPU DKI Jakarta Dahlia Umar dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti kedapatan menghadiri pertemuan dengan tim sukses pasangan Ahok-Djarot di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Kamis 9 Maret 2017.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Polcom Institute Heri Budianto menyarankan&amp;nbsp; agar komisioner KPU-Bawaslu DKI Jakarta ke depannya bisa memfilter undangan dari masing-masing tim sukses (timses) pasangan calon (paslon).
Pasalnya, kata Heri tensi politik di Pilgub putaran kedua ini semakin tinggi sehingga kecurigaan masing-masing timses paslon tidak akan bisa dihindari.
&quot;Karena pihak paslon 2 merasa ini biasa. Lalu paslon 3 curiga. Filternya menurut saya ada di KPU. Ke depan KPU harus bisa memfilter agar supaya undangan timses dapat dipertimbangkan untuk tidak hadir. Kalau hadir ini akan jadi komoditas politik,&quot; kata Heri kepada Okezone di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).
Menurut Heri jika masalah ini sudah menjadi komoditas politik selanjutnya akan menjadi polemik berkepanjangan. Sebab tugas dari masing-masing timses biasanya mencari celah untuk menuduh penyelenggara Pemilu tidak netral.
&quot;Dalam situasi sekarang saja mereka sudah curiga dengan KPUD kan apalagi nanti hasil akhirnya. Siapapun pemenang misalnya nanti paslon 3 menang, paslon 2 pasti akan curiga. Pun sebaliknya paslon 2 menang, paslon 3 akan memberikan tuduhan-tuduhan. KPUD harus bisa memfilter setiap undangan dan mempertimbangkan untuk tidak hadir apabila di undang kembali,&quot; tukasnya. (sym)</content:encoded></item></channel></rss>
