<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diberantas Habis-habisan, Tingkat Korupsi di China Justru Melonjak</title><description>Presiden China Xi Jinping gencar memberantas korupsi. Namun, laporan tahun lalu justru menunjukkan peningkatan kasus korupsi di negaranya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/12/18/1640641/diberantas-habis-habisan-tingkat-korupsi-di-china-justru-melonjak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/12/18/1640641/diberantas-habis-habisan-tingkat-korupsi-di-china-justru-melonjak"/><item><title>Diberantas Habis-habisan, Tingkat Korupsi di China Justru Melonjak</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/12/18/1640641/diberantas-habis-habisan-tingkat-korupsi-di-china-justru-melonjak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/12/18/1640641/diberantas-habis-habisan-tingkat-korupsi-di-china-justru-melonjak</guid><pubDate>Minggu 12 Maret 2017 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/12/18/1640641/diberantas-habis-habisan-tingkat-korupsi-di-china-justru-melonjak-ybF19jwjGH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Pejabat Partai Komunis China di Provinsi Yunnan Bai Enpei dalam persidangan korupsi Juni 2016. (Foto: Xinhua)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/12/18/1640641/diberantas-habis-habisan-tingkat-korupsi-di-china-justru-melonjak-ybF19jwjGH.jpg</image><title>Mantan Pejabat Partai Komunis China di Provinsi Yunnan Bai Enpei dalam persidangan korupsi Juni 2016. (Foto: Xinhua)</title></images><description>
BEIJING - Pemerintah China sejatinya gencar memberantas korupsi di negaranya. Bahkan, puluhan pejabat senior di Negari Tirai Bambu telah dipenjara atau dieksekusi akibat terbukti korupsi. Salah satunya adalah mantan kepala keamanan China, Zhou Yongkang.

Ironisnya, angka kasus korupsi yang dibahas Pengadilan China justru naik hingga sepertiga kasus tahun lalu. Para jaksa pun bersumpah tidak akan membiarkan kasus korupsi kian merajalela.

Dilansir Reuters, Minggu (12/3/2017), sejak menduduki jabatan sebagai presiden China empat tahun lalu, Presiden Xi Jinping telah mengibarkan bendera perang terhadap korupsi. Ia menegaskan, korupsi telah amat menggerogoti China dan dapat berpengaruh pada kekuasaan Partai Komunis sebagai penguasa.

Dalam laporan tahunan kepada Parlemen China, Kepala Kehakiman Zhou Qiang menyatakan, sepanjang 2016 Pengadilan China telah menerima laporan 45 ribu kasus gratifikasi yang melibatkan 63 ribu orang. Ia tidak menyebutkan berapa orang telah didakwa atau divonis hukum. Bila dibandingkan dengan laporan 2015, maka angka tersebut naik hingga sepertiganya.

Jaksa Cao Jianming menyatakan, pihaknya tidak akan mengendurkan upaya pemberantasan korupsi. &quot;Nol toleransi terhadap korupsi tidak akan berubah,&quot; tegas Cao.</description><content:encoded>
BEIJING - Pemerintah China sejatinya gencar memberantas korupsi di negaranya. Bahkan, puluhan pejabat senior di Negari Tirai Bambu telah dipenjara atau dieksekusi akibat terbukti korupsi. Salah satunya adalah mantan kepala keamanan China, Zhou Yongkang.

Ironisnya, angka kasus korupsi yang dibahas Pengadilan China justru naik hingga sepertiga kasus tahun lalu. Para jaksa pun bersumpah tidak akan membiarkan kasus korupsi kian merajalela.

Dilansir Reuters, Minggu (12/3/2017), sejak menduduki jabatan sebagai presiden China empat tahun lalu, Presiden Xi Jinping telah mengibarkan bendera perang terhadap korupsi. Ia menegaskan, korupsi telah amat menggerogoti China dan dapat berpengaruh pada kekuasaan Partai Komunis sebagai penguasa.

Dalam laporan tahunan kepada Parlemen China, Kepala Kehakiman Zhou Qiang menyatakan, sepanjang 2016 Pengadilan China telah menerima laporan 45 ribu kasus gratifikasi yang melibatkan 63 ribu orang. Ia tidak menyebutkan berapa orang telah didakwa atau divonis hukum. Bila dibandingkan dengan laporan 2015, maka angka tersebut naik hingga sepertiganya.

Jaksa Cao Jianming menyatakan, pihaknya tidak akan mengendurkan upaya pemberantasan korupsi. &quot;Nol toleransi terhadap korupsi tidak akan berubah,&quot; tegas Cao.</content:encoded></item></channel></rss>
