<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   HISTORIPEDIA: Perang Dingin, Presiden AS Ronald Reagan Kerahkan 3.000 Tentara ke Honduras</title><description>Presiden ke-40 AS Ronald Reagan mengirimkan sekira 3.000 tentara ke Honduras guna menekan pemerintah sayap kiri Nikaragua pada Perang Dingin</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1643507/historipedia-perang-dingin-presiden-as-ronald-reagan-kerahkan-3-000-tentara-ke-honduras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1643507/historipedia-perang-dingin-presiden-as-ronald-reagan-kerahkan-3-000-tentara-ke-honduras"/><item><title>   HISTORIPEDIA: Perang Dingin, Presiden AS Ronald Reagan Kerahkan 3.000 Tentara ke Honduras</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1643507/historipedia-perang-dingin-presiden-as-ronald-reagan-kerahkan-3-000-tentara-ke-honduras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1643507/historipedia-perang-dingin-presiden-as-ronald-reagan-kerahkan-3-000-tentara-ke-honduras</guid><pubDate>Kamis 16 Maret 2017 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/15/18/1643507/historipedia-perang-dingin-presiden-as-ronald-reagan-kerahkan-3-000-tentara-ke-honduras-EyQf2ah6T0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden ke-40 Amerika Serikat, Ronald Reagan. (Foto: Abc News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/15/18/1643507/historipedia-perang-dingin-presiden-as-ronald-reagan-kerahkan-3-000-tentara-ke-honduras-EyQf2ah6T0.jpg</image><title>Presiden ke-40 Amerika Serikat, Ronald Reagan. (Foto: Abc News)</title></images><description>AMERIKA Serikat (AS) bertekad terus menekan pemerintah sayap kiri Sandinista di Nikaragua selama masa Perang Dingin berlangsung. Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan misi tersebut, Presiden AS saat itu, Ronald Reagan, memutuskan untuk mengirimkan sekira 3.000 tentara ke Honduras. Ia juga mengklaim bahwa Tentara Nikaragua telah menyeberangi perbatasan pada hari ini, 16 Maret 1988.

Selama menjabat sebagai Presiden AS pada 1981, Reagan telah melakukan banyak hal untuk menentang pemerintah sayap kiri Sandinista, Nikaragua. Tetapi setiap langkah yang diambil Reagan justru hanya menghasilkan kritik dan kebingungan.

Presiden Reagan diketahui menuduh Sandinista telah menjadi pion bagi Uni Soviet. Dan dituduh telah menyediakan tempat untuk berpijak bagi kaum komunis di bumi belahan barat. Akan tetapi hanya ada sedikit bukti atas tuduhan Reagan tersebut.

Meskipun tak benar-benar terbukti, Reagan tak segan melancarkan tekanan ekonomi dan diplomatik guna mengacaukan rezim Sandinista. Presiden ke-40 AS itu bahkan menggelontorkan jutaan dolar untuk sebuah misi yang disebut 'Contras' yakni misi yang mendukung eksistensi kelompok pemberontak anti-Sandinista yang beroperasi di Honduras dan Kosta Rika.

Pada 1988, 'Contras' mendapat kritik keras dari masyarakat dan kongres. Banyak dari orang Amerika yang menganggap 'Contras' adalah tindakan yang mendukung teroris. Sementara itu, Kongres AS juga terus berusaha membatasi jumlah bantuan AS ke pemberontak. (rav)


Dalam upaya untuk menghentikan aksi kongres, Reagan kemudian  melibatkan diri dengan kegiatan Iran-Contra Affair, yaitu kebijakan  menjual senjata ke Iran secara ilegal untuk mendanai Contras. Hal  tersebut dimulai pada akhir 1987.

Buntut dari penjualan senjata ilegal tersebut, Mantan Penasehat  Keamanan Nasional, John Poindexter dan Mantan Staf Keamanan Nasional,  Letkol Oliver North didakwa oleh pemerintah AS atas aksi penipuan dan  pencurian yang berkaitan dengan Iran-Contra.

Terkait pengiriman pasukan, The New York Times melaporkan Pemerintah  Honduras tidak bisa mengonfirmasi apakah pasukan Sandinista telah  benar-benar melintasi perbatasannya atau tidak. Sementara itu, Nikaragua  dengan sikap tenang membantah pasukannya telah menyeberang perbatasan  dan memasuki wilayah Honduras.

Meskipun kebenaran dari masalah ini tidak ditehui, pasukan AS berada  di Honduras hanya dalam waktu singkat hingga akhirnya ditarik kembali.  Dan Pemerintah Sandinista tetap teguh tidak terpengaruh. (rav)</description><content:encoded>AMERIKA Serikat (AS) bertekad terus menekan pemerintah sayap kiri Sandinista di Nikaragua selama masa Perang Dingin berlangsung. Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan misi tersebut, Presiden AS saat itu, Ronald Reagan, memutuskan untuk mengirimkan sekira 3.000 tentara ke Honduras. Ia juga mengklaim bahwa Tentara Nikaragua telah menyeberangi perbatasan pada hari ini, 16 Maret 1988.

Selama menjabat sebagai Presiden AS pada 1981, Reagan telah melakukan banyak hal untuk menentang pemerintah sayap kiri Sandinista, Nikaragua. Tetapi setiap langkah yang diambil Reagan justru hanya menghasilkan kritik dan kebingungan.

Presiden Reagan diketahui menuduh Sandinista telah menjadi pion bagi Uni Soviet. Dan dituduh telah menyediakan tempat untuk berpijak bagi kaum komunis di bumi belahan barat. Akan tetapi hanya ada sedikit bukti atas tuduhan Reagan tersebut.

Meskipun tak benar-benar terbukti, Reagan tak segan melancarkan tekanan ekonomi dan diplomatik guna mengacaukan rezim Sandinista. Presiden ke-40 AS itu bahkan menggelontorkan jutaan dolar untuk sebuah misi yang disebut 'Contras' yakni misi yang mendukung eksistensi kelompok pemberontak anti-Sandinista yang beroperasi di Honduras dan Kosta Rika.

Pada 1988, 'Contras' mendapat kritik keras dari masyarakat dan kongres. Banyak dari orang Amerika yang menganggap 'Contras' adalah tindakan yang mendukung teroris. Sementara itu, Kongres AS juga terus berusaha membatasi jumlah bantuan AS ke pemberontak. (rav)


Dalam upaya untuk menghentikan aksi kongres, Reagan kemudian  melibatkan diri dengan kegiatan Iran-Contra Affair, yaitu kebijakan  menjual senjata ke Iran secara ilegal untuk mendanai Contras. Hal  tersebut dimulai pada akhir 1987.

Buntut dari penjualan senjata ilegal tersebut, Mantan Penasehat  Keamanan Nasional, John Poindexter dan Mantan Staf Keamanan Nasional,  Letkol Oliver North didakwa oleh pemerintah AS atas aksi penipuan dan  pencurian yang berkaitan dengan Iran-Contra.

Terkait pengiriman pasukan, The New York Times melaporkan Pemerintah  Honduras tidak bisa mengonfirmasi apakah pasukan Sandinista telah  benar-benar melintasi perbatasannya atau tidak. Sementara itu, Nikaragua  dengan sikap tenang membantah pasukannya telah menyeberang perbatasan  dan memasuki wilayah Honduras.

Meskipun kebenaran dari masalah ini tidak ditehui, pasukan AS berada  di Honduras hanya dalam waktu singkat hingga akhirnya ditarik kembali.  Dan Pemerintah Sandinista tetap teguh tidak terpengaruh. (rav)</content:encoded></item></channel></rss>
