<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaghfirullah! Lebih Dari 800 Ribu Burung Penyanyi Terbunuh di Pangkalan Militer</title><description> Laporan terbaru dari pencinta satwa di Siprus menemukan ada lebih dari 800 ribu burung penyanyi tewas untuk digoreng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1644355/astaghfirullah-lebih-dari-800-ribu-burung-penyanyi-terbunuh-di-pangkalan-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1644355/astaghfirullah-lebih-dari-800-ribu-burung-penyanyi-terbunuh-di-pangkalan-militer"/><item><title>Astaghfirullah! Lebih Dari 800 Ribu Burung Penyanyi Terbunuh di Pangkalan Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1644355/astaghfirullah-lebih-dari-800-ribu-burung-penyanyi-terbunuh-di-pangkalan-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/16/18/1644355/astaghfirullah-lebih-dari-800-ribu-burung-penyanyi-terbunuh-di-pangkalan-militer</guid><pubDate>Kamis 16 Maret 2017 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/16/18/1644355/astaghfirullah-lebih-dari-800-ribu-burung-penyanyi-terbunuh-di-pangkalan-militer-AFmYO8Eskh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Burung robins di Siprus. (Foto: PA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/16/18/1644355/astaghfirullah-lebih-dari-800-ribu-burung-penyanyi-terbunuh-di-pangkalan-militer-AFmYO8Eskh.jpg</image><title>Ilustrasi. Burung robins di Siprus. (Foto: PA)</title></images><description>NIKOSIA &amp;ndash; Laporan terbaru dari pencinta satwa di Siprus menemukan ada lebih dari 800 ribu burung penyanyi tewas dan digoreng. Mereka dijebak kemudian dijual ke rumah-rumah makan untuk dijadikan santapan turis. Dipromosikan sebagai sajian bercita rasa lokal.
Burung penyanyi yang paling banyak diburu adalah jenis robins dan blackcaps. Ironinya lagi, pangkalan militer Inggris yang ada di Siprus menjadi lokasi perburuan favorit. Demikian menurut hasil pengamatan RSPB dan Birldlife Cyprus yang dimulai sejak 2002.
&amp;ldquo;Laporan ini menyedihkan. Pangkalan militer Inggris dijadikan lokasi paling strategis untuk berburu burung di seluruh daratan Pulau Siprus. Banyak orang senang menjerat burung-burung pengicau ini dan membunuh mereka demi mendapatkan keuntungan besar dari kelompok kriminal,&amp;rdquo; ujar Direktur Konservasi RSPB, Martin Harper, seperti disitat dari Independent, Kamis (16/3/2017).
Secara keseluruhan, bisa jadi ada 1,7 juta lebih burung sejenis yang sudah terbunuh di sekitar area konservasi, yang menyelimuti pangkalan militer Inggris maupun wilayah Republik Siprus. Hampir 2,3 juta jumlahnya kalau menghitung ke seluruh daratan Pulau Siprus.
Direktur Birdlife Cyprus, Martin Hellicar mengaku sangat terkejut dengan jumlah burung yang dibunuh demi tersaji di meja makan di restoran-restoran Siprus. &amp;ldquo;Walaupun lokasi kejadiannya memang berpusat di lahan Kementerian Pertahanan, kami tak bisa mengabaikan fakta bahwa restoran-restoran di sini menyajikan burung-burung khas Republik Siprus di meja makannya,&amp;rdquo; ungkap dia.
Martin mendesak, &amp;ldquo;Penegakan hukum terhadap pelanggaran di rumah makan seperti ini sudah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Siprus sebaiknya segera memperbaiki situasi ini.&amp;rdquo;
Di sisi lain, juru bicara Kemenhan setempat meyakinkan bahwa mereka punya komitmen untuk memberantas penjebakan burung secara ilegal seperti yang dikhawatirkan. &amp;ldquo;RSPB juga sudah menyadari peningkatan penegakan hukum kami. Hasilnya, banyak orang sudah ditangkap, sejumlah perangkap disita, tuntutan dibuat dan para pelakunya juga diancam sanksi berupa pembayaran denda,&amp;rdquo; terangnya.
Tahun ini merupakan tahun kedua Kemenhan Siprus berusaha meningkatkan perlindungan terhadap satwa endemik mereka. Pemerintah berjanji akan terus bekerja sama dengan RSPB dan Birdlife Cyprus untuk menerapkan strategi jangka panjang mengurangi angka kematiannya.
Selain burung-burung penyanyi yang menjadi persoalan, para pemerhati margasatwa setempat juga meminta pemerintah untuk mengupayakan pemindahan pohon akasia Australia dari kompleks Kementerian Pertahanan. Pasalnya, pohon itu sering disalahgunakan untuk menarik perhatian para burung bersuara merdu itu. Lalu menjadi perangkap mematikan bagi mereka.
Namun upaya pencabutan itu terhenti sejak para penjeratnya mengadakan unjuk rasa dan blokade besar-besaran. Alhasil, angka perburuan liar burung penyanyi mencapai tingkat tertingginya tahun ini.
Kelompok konservasi juga meminta bantuan dari pemerintah Inggris untuk memastikan pemindahan pohon akasia itu dilanjutkan. Sementara Republik Siprus diharapkan dapat segera menutup pasar gelap yang memperjualbelikan burung-burung penyanyi itu ke restoran.</description><content:encoded>NIKOSIA &amp;ndash; Laporan terbaru dari pencinta satwa di Siprus menemukan ada lebih dari 800 ribu burung penyanyi tewas dan digoreng. Mereka dijebak kemudian dijual ke rumah-rumah makan untuk dijadikan santapan turis. Dipromosikan sebagai sajian bercita rasa lokal.
Burung penyanyi yang paling banyak diburu adalah jenis robins dan blackcaps. Ironinya lagi, pangkalan militer Inggris yang ada di Siprus menjadi lokasi perburuan favorit. Demikian menurut hasil pengamatan RSPB dan Birldlife Cyprus yang dimulai sejak 2002.
&amp;ldquo;Laporan ini menyedihkan. Pangkalan militer Inggris dijadikan lokasi paling strategis untuk berburu burung di seluruh daratan Pulau Siprus. Banyak orang senang menjerat burung-burung pengicau ini dan membunuh mereka demi mendapatkan keuntungan besar dari kelompok kriminal,&amp;rdquo; ujar Direktur Konservasi RSPB, Martin Harper, seperti disitat dari Independent, Kamis (16/3/2017).
Secara keseluruhan, bisa jadi ada 1,7 juta lebih burung sejenis yang sudah terbunuh di sekitar area konservasi, yang menyelimuti pangkalan militer Inggris maupun wilayah Republik Siprus. Hampir 2,3 juta jumlahnya kalau menghitung ke seluruh daratan Pulau Siprus.
Direktur Birdlife Cyprus, Martin Hellicar mengaku sangat terkejut dengan jumlah burung yang dibunuh demi tersaji di meja makan di restoran-restoran Siprus. &amp;ldquo;Walaupun lokasi kejadiannya memang berpusat di lahan Kementerian Pertahanan, kami tak bisa mengabaikan fakta bahwa restoran-restoran di sini menyajikan burung-burung khas Republik Siprus di meja makannya,&amp;rdquo; ungkap dia.
Martin mendesak, &amp;ldquo;Penegakan hukum terhadap pelanggaran di rumah makan seperti ini sudah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Siprus sebaiknya segera memperbaiki situasi ini.&amp;rdquo;
Di sisi lain, juru bicara Kemenhan setempat meyakinkan bahwa mereka punya komitmen untuk memberantas penjebakan burung secara ilegal seperti yang dikhawatirkan. &amp;ldquo;RSPB juga sudah menyadari peningkatan penegakan hukum kami. Hasilnya, banyak orang sudah ditangkap, sejumlah perangkap disita, tuntutan dibuat dan para pelakunya juga diancam sanksi berupa pembayaran denda,&amp;rdquo; terangnya.
Tahun ini merupakan tahun kedua Kemenhan Siprus berusaha meningkatkan perlindungan terhadap satwa endemik mereka. Pemerintah berjanji akan terus bekerja sama dengan RSPB dan Birdlife Cyprus untuk menerapkan strategi jangka panjang mengurangi angka kematiannya.
Selain burung-burung penyanyi yang menjadi persoalan, para pemerhati margasatwa setempat juga meminta pemerintah untuk mengupayakan pemindahan pohon akasia Australia dari kompleks Kementerian Pertahanan. Pasalnya, pohon itu sering disalahgunakan untuk menarik perhatian para burung bersuara merdu itu. Lalu menjadi perangkap mematikan bagi mereka.
Namun upaya pencabutan itu terhenti sejak para penjeratnya mengadakan unjuk rasa dan blokade besar-besaran. Alhasil, angka perburuan liar burung penyanyi mencapai tingkat tertingginya tahun ini.
Kelompok konservasi juga meminta bantuan dari pemerintah Inggris untuk memastikan pemindahan pohon akasia itu dilanjutkan. Sementara Republik Siprus diharapkan dapat segera menutup pasar gelap yang memperjualbelikan burung-burung penyanyi itu ke restoran.</content:encoded></item></channel></rss>
