<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FOKUS: Menanti Debat Putaran Kedua, Akankah Lebih Seru?</title><description>Debat putaran kedua diharapkan lebih mengedepankan adu gagasan ketimbang adu sindiran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644603/fokus-menanti-debat-putaran-kedua-akankah-lebih-seru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644603/fokus-menanti-debat-putaran-kedua-akankah-lebih-seru"/><item><title>FOKUS: Menanti Debat Putaran Kedua, Akankah Lebih Seru?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644603/fokus-menanti-debat-putaran-kedua-akankah-lebih-seru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644603/fokus-menanti-debat-putaran-kedua-akankah-lebih-seru</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2017 07:37 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/16/338/1644603/fokus-menanti-debat-putaran-kedua-akankah-lebih-seru-PePinzWxv5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debat Pilkada DKI Jakarta 2017 digelar hanya sekali pada 12 April 2017 (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/16/338/1644603/fokus-menanti-debat-putaran-kedua-akankah-lebih-seru-PePinzWxv5.jpg</image><title>Debat Pilkada DKI Jakarta 2017 digelar hanya sekali pada 12 April 2017 (Foto: Antara)</title></images><description>PENCOBLOSAN putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, tinggal menghitung hari. Tapi sepekan sebelumnya, dua pasangan calon (paslon) tersisa, masih harus lebih dulu melalui masa kampanye lagi dan pastinya yang ditunggu-tunggu, ajang duel adu program, kritik dan mungkin sindiran lagi dalam ajang debat putaran kedua.
Tapi tidak seperti di putaran pertama, gelaran debat putaran kedua yang tinggal diikuti dua paslon, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan duet petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, hanya akan dihelat sekali, yakni pada 12 April 2017.
(Baca: CATAT! KPU DKI Gelar Debat Putaran Dua Pilkada Hanya Sekali)
Mungkin dalam beberapa perhelatan debat di putaran pertama yang masih turut mengikutkan paslon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni, ramai dibumbui sindiran yang bikin gelaran debat kian riuh.
Namun untuk debat di putaran kedua bulan depan, diharapkan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, bisa dijalankan kedua paslon dengan lebih mengedepankan ide-ide mereka, terhadap berbagai persoalan Ibu Kota, bukan sindiran.
&amp;ldquo;Mengedepankan adu gagasan lah. Apalagi pemilih DKI ini kan rasional dan relatif cerdas, serta rasional,&amp;rdquo; ungkap Titi kepada Okezone, Kamis 16 Maret.

&amp;ldquo;Penting juga dengan kompetisi yang ketat, seolah-olah pasangan calon diam dengan praktek kampanye (pendukung) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi,&amp;rdquo; tambahnya.
Penyelenggaraan debatnya juga mengambil waktu yang sama, yakni dimulai pukul 8 malam dan akan bergulir selama 120 menit. Memang biasanya diambil hari Jumat, tapi mesti digeser karena pada Jumat 14 April berbarengan dengan Hari Raya Wafat Isa al-Masih.
Debat juga masih akan digelar terbuka dan live dengan ditayangkan beberapa stasiun televisi yang sudah ditunjuk KPU DKI Jakarta. Sementara untuk tema, Komisioner KPU DKI Dahlia Umar, hanya bersedia membocorkan sedikit tentang tema yang akan diangkat.
&quot;Bisa saja tema di putaran pertama diangkat kembali tapi tentu ada pendalaman dan penajaman. Kan putaran kedua ini masuk pada wilayah penajaman visi misi pasangan calon,&quot; ungkap Dahlia kepada Okezone, Kamis 16 Maret.
&quot;Atau ada tema yang belum pernah diangkat. Saat ini kami sedang menggali aspirasi masyarakat, kira-kira tema apa yang ingin diangkat nanti. Kami juga berdiskusi dengan panelis,&amp;rdquo; sambung lulusan S2 Bidang Hubungan Internasional dari University of Nottingham, Inggris tersebut.

Untuk sementara, moderator belum ditunjuk. Apakah akan memanggil moderator-moderator sebelumnya, seperti si cantik Ira Koesno, Tina Talisa atau Alfito Deannova. Atau menunjuk nama baru sebagai moderator debat yang dinilai KPU DKI akan lebih seru dan sengit ini.
&amp;ldquo;Saya kira akan lebih seru dan menarik kalau hanya dua pasangan calon ya. Jadi ada suatu proses dialog yang langsung antar paslon,&amp;rdquo; lanjut Dahlia.
&amp;ldquo;Moderator kami berharap bagus, ya. Sebagus putaran pertama. Masih dilihat rekaman-rekaman mereka ketika mengarahkan talk show. Kami menginginkan yang independen, tidak berpihak, tidak membuat opini dan punya kualitas serta kamampuan yang baik,&amp;rdquo; tandasnya. (raw)</description><content:encoded>PENCOBLOSAN putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, tinggal menghitung hari. Tapi sepekan sebelumnya, dua pasangan calon (paslon) tersisa, masih harus lebih dulu melalui masa kampanye lagi dan pastinya yang ditunggu-tunggu, ajang duel adu program, kritik dan mungkin sindiran lagi dalam ajang debat putaran kedua.
Tapi tidak seperti di putaran pertama, gelaran debat putaran kedua yang tinggal diikuti dua paslon, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan duet petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, hanya akan dihelat sekali, yakni pada 12 April 2017.
(Baca: CATAT! KPU DKI Gelar Debat Putaran Dua Pilkada Hanya Sekali)
Mungkin dalam beberapa perhelatan debat di putaran pertama yang masih turut mengikutkan paslon Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni, ramai dibumbui sindiran yang bikin gelaran debat kian riuh.
Namun untuk debat di putaran kedua bulan depan, diharapkan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, bisa dijalankan kedua paslon dengan lebih mengedepankan ide-ide mereka, terhadap berbagai persoalan Ibu Kota, bukan sindiran.
&amp;ldquo;Mengedepankan adu gagasan lah. Apalagi pemilih DKI ini kan rasional dan relatif cerdas, serta rasional,&amp;rdquo; ungkap Titi kepada Okezone, Kamis 16 Maret.

&amp;ldquo;Penting juga dengan kompetisi yang ketat, seolah-olah pasangan calon diam dengan praktek kampanye (pendukung) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi,&amp;rdquo; tambahnya.
Penyelenggaraan debatnya juga mengambil waktu yang sama, yakni dimulai pukul 8 malam dan akan bergulir selama 120 menit. Memang biasanya diambil hari Jumat, tapi mesti digeser karena pada Jumat 14 April berbarengan dengan Hari Raya Wafat Isa al-Masih.
Debat juga masih akan digelar terbuka dan live dengan ditayangkan beberapa stasiun televisi yang sudah ditunjuk KPU DKI Jakarta. Sementara untuk tema, Komisioner KPU DKI Dahlia Umar, hanya bersedia membocorkan sedikit tentang tema yang akan diangkat.
&quot;Bisa saja tema di putaran pertama diangkat kembali tapi tentu ada pendalaman dan penajaman. Kan putaran kedua ini masuk pada wilayah penajaman visi misi pasangan calon,&quot; ungkap Dahlia kepada Okezone, Kamis 16 Maret.
&quot;Atau ada tema yang belum pernah diangkat. Saat ini kami sedang menggali aspirasi masyarakat, kira-kira tema apa yang ingin diangkat nanti. Kami juga berdiskusi dengan panelis,&amp;rdquo; sambung lulusan S2 Bidang Hubungan Internasional dari University of Nottingham, Inggris tersebut.

Untuk sementara, moderator belum ditunjuk. Apakah akan memanggil moderator-moderator sebelumnya, seperti si cantik Ira Koesno, Tina Talisa atau Alfito Deannova. Atau menunjuk nama baru sebagai moderator debat yang dinilai KPU DKI akan lebih seru dan sengit ini.
&amp;ldquo;Saya kira akan lebih seru dan menarik kalau hanya dua pasangan calon ya. Jadi ada suatu proses dialog yang langsung antar paslon,&amp;rdquo; lanjut Dahlia.
&amp;ldquo;Moderator kami berharap bagus, ya. Sebagus putaran pertama. Masih dilihat rekaman-rekaman mereka ketika mengarahkan talk show. Kami menginginkan yang independen, tidak berpihak, tidak membuat opini dan punya kualitas serta kamampuan yang baik,&amp;rdquo; tandasnya. (raw)</content:encoded></item></channel></rss>
