<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malangnya Nasib Suaenah, Penderita Lumpuh yang Terbentur Biaya</title><description>Bak menjadi mayat hidup bertahun-tahun,  membuat  tubuh, tangan dan kakinya mengecil serta kulit yang mulai menghitam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644968/malangnya-nasib-suaenah-penderita-lumpuh-yang-terbentur-biaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644968/malangnya-nasib-suaenah-penderita-lumpuh-yang-terbentur-biaya"/><item><title>Malangnya Nasib Suaenah, Penderita Lumpuh yang Terbentur Biaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644968/malangnya-nasib-suaenah-penderita-lumpuh-yang-terbentur-biaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/17/338/1644968/malangnya-nasib-suaenah-penderita-lumpuh-yang-terbentur-biaya</guid><pubDate>Jum'at 17 Maret 2017 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rikhi Ferdian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/17/338/1644968/malangnya-nasib-suaenah-penderita-lumpuh-yang-terbentur-biaya-KlG1etghfS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suaenah terbaring di tempat tidurnya (Foto: Rikhi Ferdian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/17/338/1644968/malangnya-nasib-suaenah-penderita-lumpuh-yang-terbentur-biaya-KlG1etghfS.jpg</image><title>Suaenah terbaring di tempat tidurnya (Foto: Rikhi Ferdian)</title></images><description>TANGERANG - Nasib Suaenah (24) warga Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sungguh menyedihkan.  Sakit lumpuh yang dideritanya selama tujuh tahun tak kunjung sembuh.
Bak menjadi mayat hidup bertahun-tahun,  membuat  tubuh, tangan dan kakinya mengecil serta kulit yang mulai menghitam. Kondisi itu membuat Suaenah terlihat semakin memprihatinkan.
Penderitaan Suaenah bermula sekira tujuh tahun lalu. Saat itu, Suaenah yang tengah berada di kamar mandi  terjatuh hingga akhirnya kaki dan tangannya tak bisa lagi digerakkan.
&quot;Tidak ada yang tahu penyebab pastinya, waktu itu tiba-tiba dia jatuh  dan mengalami kelumpuhan  hingga sekarang,&quot; kata Mustar (35), kakak kandung Suaenah saat Okezone menyambangi kediamannya, Kamis 16 Jumat 2017.
Berbagai cara sudah dilakukan keluarga, mulai dari membawanya ke rumah sakit dan ke tempat-tempat pengobatan alternatif. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.
Menurut diagnosa dokter,  Suaenah mengalami pelemahan pada syaraf-syaraf dan sendinya. Keterbatasan biaya, membuat keluarga Suaenah akhirnya pasrah terhadap kondisi gadis malang ini, mereka tak bisa berbuat banyak selain menunggu uluran tangan dari para dermawan yang mau membantu.
&quot;Saya sendiri seorang buruh serabutan, untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi untuk biaya perobatan adik saya,&quot; tutur Mustar seraya menyeka air matanya.
Keluarga berharap, pemerintah daerah bisa memberikan bantuan untuk biaya pengobatan.</description><content:encoded>TANGERANG - Nasib Suaenah (24) warga Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sungguh menyedihkan.  Sakit lumpuh yang dideritanya selama tujuh tahun tak kunjung sembuh.
Bak menjadi mayat hidup bertahun-tahun,  membuat  tubuh, tangan dan kakinya mengecil serta kulit yang mulai menghitam. Kondisi itu membuat Suaenah terlihat semakin memprihatinkan.
Penderitaan Suaenah bermula sekira tujuh tahun lalu. Saat itu, Suaenah yang tengah berada di kamar mandi  terjatuh hingga akhirnya kaki dan tangannya tak bisa lagi digerakkan.
&quot;Tidak ada yang tahu penyebab pastinya, waktu itu tiba-tiba dia jatuh  dan mengalami kelumpuhan  hingga sekarang,&quot; kata Mustar (35), kakak kandung Suaenah saat Okezone menyambangi kediamannya, Kamis 16 Jumat 2017.
Berbagai cara sudah dilakukan keluarga, mulai dari membawanya ke rumah sakit dan ke tempat-tempat pengobatan alternatif. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.
Menurut diagnosa dokter,  Suaenah mengalami pelemahan pada syaraf-syaraf dan sendinya. Keterbatasan biaya, membuat keluarga Suaenah akhirnya pasrah terhadap kondisi gadis malang ini, mereka tak bisa berbuat banyak selain menunggu uluran tangan dari para dermawan yang mau membantu.
&quot;Saya sendiri seorang buruh serabutan, untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi untuk biaya perobatan adik saya,&quot; tutur Mustar seraya menyeka air matanya.
Keluarga berharap, pemerintah daerah bisa memberikan bantuan untuk biaya pengobatan.</content:encoded></item></channel></rss>
