<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Negara Masih Antre Jadi Anggota UE</title><description>Meski banyak isu terkait keluarnya negara-negara anggota Uni Eropa, antrean untuk masuk menjadi anggota organisasi itu ternyata masih panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/21/18/1648606/banyak-negara-masih-antre-jadi-anggota-ue</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/21/18/1648606/banyak-negara-masih-antre-jadi-anggota-ue"/><item><title>Banyak Negara Masih Antre Jadi Anggota UE</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/21/18/1648606/banyak-negara-masih-antre-jadi-anggota-ue</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/21/18/1648606/banyak-negara-masih-antre-jadi-anggota-ue</guid><pubDate>Selasa 21 Maret 2017 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/21/18/1648606/banyak-negara-masih-antre-jadi-anggota-ue-ayfR18sTRA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/21/18/1648606/banyak-negara-masih-antre-jadi-anggota-ue-ayfR18sTRA.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Belakangan ini, Uni Eropa (UE) banyak mendapat kabar mengenai keinginan negara-negara anggota mereka untuk menarik keanggotaannya. Namun, selain itu ternyata banyak juga negara yang masih mengantre untuk bergabung dengan organisasi negara-negara Benua Biru itu.
Hal itu dibenarkan Duta Besar (Dubes) Italia untuk Indonesia, Vittorio Sandalli usai mengisi seminar terkait UE di Istituto Italiano de Cultura, Jakarta Pusat.
&amp;ldquo;Masih ada kandidat yang ingin bergabung dengan UE dan ada proses untuk memasukkan mereka sebagai anggota baru dan bagian dari masa depan UE,&amp;rdquo; kata Duta Besar Italia Vittorio Sandalli, Selasa (21/3/2017).
Ditemui di acara yang sama, Kuasa Usaha Delegasi UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Charles-Michel Geurts lebih lanjut menjelaskan, saat ini ada beberapa negara dari kawasan Balkan yang masih  diproses untuk masuk ke dalam UE. Namun, dia mengungkapkan proses penerimaan negara-negara itu masih akan memakan waktu yang lama.
&amp;ldquo;Saat melihat penerimaan Hungaria ke Uni Eropa, prosesnya biasanya membutuhkan 12 tahun,&amp;rdquo; kata Charles.
Dia menjelaskan, lamanya proses penerimaan suatu negara disebabkan negosiasinya didasarkan pada kemajuan yang dihasilkan negara itu untuk menerima undang-undang UE yang telah dibuat dan berkembang selama lebih 50 tahun yang lalu. Charles mengibaratkan proses tersebut seperti berusaha bergabung ke dalam sebuah kereta yang sudah berjalan selama 60 tahun.
&amp;ldquo;Proses itu sama sekali tidak sederhana,&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Belakangan ini, Uni Eropa (UE) banyak mendapat kabar mengenai keinginan negara-negara anggota mereka untuk menarik keanggotaannya. Namun, selain itu ternyata banyak juga negara yang masih mengantre untuk bergabung dengan organisasi negara-negara Benua Biru itu.
Hal itu dibenarkan Duta Besar (Dubes) Italia untuk Indonesia, Vittorio Sandalli usai mengisi seminar terkait UE di Istituto Italiano de Cultura, Jakarta Pusat.
&amp;ldquo;Masih ada kandidat yang ingin bergabung dengan UE dan ada proses untuk memasukkan mereka sebagai anggota baru dan bagian dari masa depan UE,&amp;rdquo; kata Duta Besar Italia Vittorio Sandalli, Selasa (21/3/2017).
Ditemui di acara yang sama, Kuasa Usaha Delegasi UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Charles-Michel Geurts lebih lanjut menjelaskan, saat ini ada beberapa negara dari kawasan Balkan yang masih  diproses untuk masuk ke dalam UE. Namun, dia mengungkapkan proses penerimaan negara-negara itu masih akan memakan waktu yang lama.
&amp;ldquo;Saat melihat penerimaan Hungaria ke Uni Eropa, prosesnya biasanya membutuhkan 12 tahun,&amp;rdquo; kata Charles.
Dia menjelaskan, lamanya proses penerimaan suatu negara disebabkan negosiasinya didasarkan pada kemajuan yang dihasilkan negara itu untuk menerima undang-undang UE yang telah dibuat dan berkembang selama lebih 50 tahun yang lalu. Charles mengibaratkan proses tersebut seperti berusaha bergabung ke dalam sebuah kereta yang sudah berjalan selama 60 tahun.
&amp;ldquo;Proses itu sama sekali tidak sederhana,&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
