<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantah Terlibat Proyek E-KTP, Politikus Hanura Menangis di Persidangan</title><description>&quot;Tidak pernah pak. Tidak pernah. Saya merasa diancam pak. Saya baru duduk (saat di BAP) itu yang terjadi&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/23/337/1650106/bantah-terlibat-proyek-e-ktp-politikus-hanura-menangis-di-persidangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/23/337/1650106/bantah-terlibat-proyek-e-ktp-politikus-hanura-menangis-di-persidangan"/><item><title>Bantah Terlibat Proyek E-KTP, Politikus Hanura Menangis di Persidangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/23/337/1650106/bantah-terlibat-proyek-e-ktp-politikus-hanura-menangis-di-persidangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/23/337/1650106/bantah-terlibat-proyek-e-ktp-politikus-hanura-menangis-di-persidangan</guid><pubDate>Kamis 23 Maret 2017 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/23/337/1650106/bantah-terlibat-proyek-e-ktp-politikus-hanura-menangis-di-persidangan-WmR1EtRrcA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Politikus Hanura Miryam S Haryani saat memberi keterangan soal kasus korupsi E-KTP (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/23/337/1650106/bantah-terlibat-proyek-e-ktp-politikus-hanura-menangis-di-persidangan-WmR1EtRrcA.jpg</image><title>Politikus Hanura Miryam S Haryani saat memberi keterangan soal kasus korupsi E-KTP (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Politikus Partai Hanura, Miryam S Haryani, menangis saat memberikan kesaksiannya untuk dua terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat.

Tangisannya pecah sesaat setelah dia membantah &amp;lrm;berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik yang dibacakan oleh Hakim Ketua Jhon Halasan Butar-Butar. Dalam BAP tersebut, dibacakan secara runut oleh Hakim keterangan Miryam terkait kasus e-KTP.

&quot;Tidak pernah pak. Tidak pernah. Saya merasa diancam pak. Saya baru duduk (saat di BAP) itu yang terjadi. Saya merasa diancam,&quot; ujar Miryam sambil terharu saat bersaksi di persidangan untuk dua terdakwa e-KTP, Irman dan Sugiharto, Kamis (23/3/2017).

Anggota Komisi V DPR tersebut kembali membantah terkait adanya bagi-bagi&amp;lrm; uang panas proyek e-KTP di Komisi II DPR. Hal serupa juga dibantahnya terkait adanya uang panas e-KTP yang mengalir ke kantong pribadinya.

Menurutnya, semua keterangan yang ada di BAP tersebut hanya sekadar untuk menyenangkan dan menyelesaikan pemeriksaan di KPK kala itu. &quot;Saya jawab asal saja. Saya takut,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus Partai Hanura, Miryam S Haryani, menangis saat memberikan kesaksiannya untuk dua terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat.

Tangisannya pecah sesaat setelah dia membantah &amp;lrm;berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik yang dibacakan oleh Hakim Ketua Jhon Halasan Butar-Butar. Dalam BAP tersebut, dibacakan secara runut oleh Hakim keterangan Miryam terkait kasus e-KTP.

&quot;Tidak pernah pak. Tidak pernah. Saya merasa diancam pak. Saya baru duduk (saat di BAP) itu yang terjadi. Saya merasa diancam,&quot; ujar Miryam sambil terharu saat bersaksi di persidangan untuk dua terdakwa e-KTP, Irman dan Sugiharto, Kamis (23/3/2017).

Anggota Komisi V DPR tersebut kembali membantah terkait adanya bagi-bagi&amp;lrm; uang panas proyek e-KTP di Komisi II DPR. Hal serupa juga dibantahnya terkait adanya uang panas e-KTP yang mengalir ke kantong pribadinya.

Menurutnya, semua keterangan yang ada di BAP tersebut hanya sekadar untuk menyenangkan dan menyelesaikan pemeriksaan di KPK kala itu. &quot;Saya jawab asal saja. Saya takut,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
