<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sadis! Militan Kongo Penggal Kepala 40 Polisi</title><description>Kelompok militan tersebut mencegat iring-iringan polisi yang sedang menuju provinsi lain.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/26/18/1651531/sadis-militan-kongo-penggal-kepala-40-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/26/18/1651531/sadis-militan-kongo-penggal-kepala-40-polisi"/><item><title>Sadis! Militan Kongo Penggal Kepala 40 Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/26/18/1651531/sadis-militan-kongo-penggal-kepala-40-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/26/18/1651531/sadis-militan-kongo-penggal-kepala-40-polisi</guid><pubDate>Minggu 26 Maret 2017 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/26/18/1651531/sadis-militan-kongo-penggal-kepala-40-polisi-kXYCu6CJ6Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepolisian Republik Demokratik Kongo (Foto: Goran Tomasevic/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/26/18/1651531/sadis-militan-kongo-penggal-kepala-40-polisi-kXYCu6CJ6Q.jpg</image><title>Kepolisian Republik Demokratik Kongo (Foto: Goran Tomasevic/Reuters)</title></images><description>TSHIKAPA &amp;ndash; Kelompok militan Kamuina Nsapu memenggal kepala 40 anggota kepolisian dalam sebuah serangan di Kota Tshikapa, Republik Demokratik Kongo. Serangan itu dianggap yang paling mematikan setelah pemberontakan di wilayah tersebut setahun lalu.
Kelompok militan Kamuina Nsapu menyerang iring-iringan kepolisian yang tengah berkendara dari Thsikapa, Provinsi Kasai, menuju Kananga. Ketua DPRD Provinsi Kasai, Francois Madila Kalamba, menuturkan insiden tersebut terjadi pada Jumat 25 Maret malam waktu setempat.
&amp;ldquo;Mereka ditangkap oleh anggota kelompok militan itu dan 40 orang di antaranya dipenggal. Saksi mata mengatakan enam polisi tidak dibunuh karena bercakap-cakap dalam bahasa lokal Tshiluba,&amp;rdquo; ujar Francois Madila Kalamba, seperti diwartakan Reuters, Minggu (26/3/2017).
Ia menambahkan, anggota kelompok militan itu biasanya hanya berbekal parang tetapi cukup jarang membawa senjata api dalam menjalankan operasinya. Mereka juga berhasil mencuri sejumlah persenjataan dan kendaraan milik polisi dalam peristiwa tersebut.
Pemberontakan kelompok militan itu meluas ke lima provinsi lainnya di Kongo. Pemberontakan tersebut merupakan ancaman serius bagi Presiden Joseph Kabila yang tidak kunjung mundur setelah mandatnya secara konstitusi berakhir pada Desember 2016.
Serangan tersebut muncul setelah pemerintah menerbitkan laporan bahwa para pemberontak di Provinsi Kasai Central menyerahkan diri dalam beberapa hari terakhir. Kementerian Dalam Negeri Kongo melaporkan, 400 orang pemberontak di provinsi tersebut menyerahkan diri sepanjang pekan ini.
Kelompok militan baru muncul dengan nama Kamuina Nsapu. Kelompok tersebut diketahui beroperasi secara independen dan tidak jelas siapa yang memimpin. Lebih dari 400 orang meninggal dunia sejak pemberontakan tersebut merebak.</description><content:encoded>TSHIKAPA &amp;ndash; Kelompok militan Kamuina Nsapu memenggal kepala 40 anggota kepolisian dalam sebuah serangan di Kota Tshikapa, Republik Demokratik Kongo. Serangan itu dianggap yang paling mematikan setelah pemberontakan di wilayah tersebut setahun lalu.
Kelompok militan Kamuina Nsapu menyerang iring-iringan kepolisian yang tengah berkendara dari Thsikapa, Provinsi Kasai, menuju Kananga. Ketua DPRD Provinsi Kasai, Francois Madila Kalamba, menuturkan insiden tersebut terjadi pada Jumat 25 Maret malam waktu setempat.
&amp;ldquo;Mereka ditangkap oleh anggota kelompok militan itu dan 40 orang di antaranya dipenggal. Saksi mata mengatakan enam polisi tidak dibunuh karena bercakap-cakap dalam bahasa lokal Tshiluba,&amp;rdquo; ujar Francois Madila Kalamba, seperti diwartakan Reuters, Minggu (26/3/2017).
Ia menambahkan, anggota kelompok militan itu biasanya hanya berbekal parang tetapi cukup jarang membawa senjata api dalam menjalankan operasinya. Mereka juga berhasil mencuri sejumlah persenjataan dan kendaraan milik polisi dalam peristiwa tersebut.
Pemberontakan kelompok militan itu meluas ke lima provinsi lainnya di Kongo. Pemberontakan tersebut merupakan ancaman serius bagi Presiden Joseph Kabila yang tidak kunjung mundur setelah mandatnya secara konstitusi berakhir pada Desember 2016.
Serangan tersebut muncul setelah pemerintah menerbitkan laporan bahwa para pemberontak di Provinsi Kasai Central menyerahkan diri dalam beberapa hari terakhir. Kementerian Dalam Negeri Kongo melaporkan, 400 orang pemberontak di provinsi tersebut menyerahkan diri sepanjang pekan ini.
Kelompok militan baru muncul dengan nama Kamuina Nsapu. Kelompok tersebut diketahui beroperasi secara independen dan tidak jelas siapa yang memimpin. Lebih dari 400 orang meninggal dunia sejak pemberontakan tersebut merebak.</content:encoded></item></channel></rss>
