<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Hujan Es di Jakarta Selatan, Ini Penjelasan BMKG</title><description>Hujan es umumnya terjadi saat musim pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/28/338/1653073/fenomena-hujan-es-di-jakarta-selatan-ini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/28/338/1653073/fenomena-hujan-es-di-jakarta-selatan-ini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Fenomena Hujan Es di Jakarta Selatan, Ini Penjelasan BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/28/338/1653073/fenomena-hujan-es-di-jakarta-selatan-ini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/28/338/1653073/fenomena-hujan-es-di-jakarta-selatan-ini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Selasa 28 Maret 2017 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/28/338/1653073/fenomena-hujan-es-di-jakarta-selatan-ini-penjelasan-bmkg-a5ly5njifb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/28/338/1653073/fenomena-hujan-es-di-jakarta-selatan-ini-penjelasan-bmkg-a5ly5njifb.jpg</image><title>(Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Fenomena hujan es terjadi di kawasan Jakarta Selatan. Hujan es umumnya terjadi saat musim pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

&amp;ldquo;Kejadian hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,&amp;rdquo; kata Humas BMKG, Hari Tirto Jatmiko kepada Okezone, Selasa (28/3/2017).

Ia menjelaskan, ada beberapa pertanda sebelum hujan lebat diserta es terjadi. Salah satunya adalah satu hari sebelum hujan es turun, jelas dia, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

&amp;ldquo;Udara terasa panas dan gerah diakibatkan radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (&amp;gt; 4.5&amp;deg;C) disertai kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (&amp;gt; 60%),&amp;rdquo; papar Hari.

Selanjutnya, ia menambahkan, mulai pukul 10.00 WIB terlihat awan cumulus (awan putih berlapis-lapis).  Hari mengatakan, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

&amp;ldquo;Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus),&amp;rdquo; katanya.
Ia menjelaskan, akibat hal tersebut dahan atau ranting pohon bergoyang dengan cepat. Ia melanjutkan, bakal terasa sentuhan udara dingin.
&amp;ldquo;Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,&amp;rdquo; kata Hari.

Bila dalam 1 sampai 3 hari tak ada hujan saat musim pancaroba, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang.

&amp;ldquo;Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak,&amp;rdquo; kata Hari.

Sebelumnya diberitakan, hujan lebat mengguyur kawasan Jakarta Selatan, Selasa (28/3/2017) sore. Namun, hujan tersebut disertai es.
Berdasarkan keterangan warga sekitar hujan awalnya turun seperti biasa, namun tak lama berselang terdengar suara seperti batu kecil jatuh di atas genteng. Meski hanya berlangsung sekira 1 menit, hujan es tersebut cukup membuat heboh warga.
&quot;Hujannya ada es batunya, kayanya baru kali ini lagi deh hujan es batu, &quot; ujar Furzan, warga Gang Ketapang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ketika ditemui dilokasi.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Fenomena hujan es terjadi di kawasan Jakarta Selatan. Hujan es umumnya terjadi saat musim pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

&amp;ldquo;Kejadian hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,&amp;rdquo; kata Humas BMKG, Hari Tirto Jatmiko kepada Okezone, Selasa (28/3/2017).

Ia menjelaskan, ada beberapa pertanda sebelum hujan lebat diserta es terjadi. Salah satunya adalah satu hari sebelum hujan es turun, jelas dia, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

&amp;ldquo;Udara terasa panas dan gerah diakibatkan radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (&amp;gt; 4.5&amp;deg;C) disertai kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (&amp;gt; 60%),&amp;rdquo; papar Hari.

Selanjutnya, ia menambahkan, mulai pukul 10.00 WIB terlihat awan cumulus (awan putih berlapis-lapis).  Hari mengatakan, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

&amp;ldquo;Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus),&amp;rdquo; katanya.
Ia menjelaskan, akibat hal tersebut dahan atau ranting pohon bergoyang dengan cepat. Ia melanjutkan, bakal terasa sentuhan udara dingin.
&amp;ldquo;Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,&amp;rdquo; kata Hari.

Bila dalam 1 sampai 3 hari tak ada hujan saat musim pancaroba, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang.

&amp;ldquo;Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak,&amp;rdquo; kata Hari.

Sebelumnya diberitakan, hujan lebat mengguyur kawasan Jakarta Selatan, Selasa (28/3/2017) sore. Namun, hujan tersebut disertai es.
Berdasarkan keterangan warga sekitar hujan awalnya turun seperti biasa, namun tak lama berselang terdengar suara seperti batu kecil jatuh di atas genteng. Meski hanya berlangsung sekira 1 menit, hujan es tersebut cukup membuat heboh warga.
&quot;Hujannya ada es batunya, kayanya baru kali ini lagi deh hujan es batu, &quot; ujar Furzan, warga Gang Ketapang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ketika ditemui dilokasi.

</content:encoded></item></channel></rss>
