<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KISAH: Richard Norris, Juara Tenis yang Selamat dari Tragedi Titanic</title><description>Richard &amp;ldquo;Dick&amp;rdquo; Norris Williams II menjadi salah satu penumpang Titanic yang selamat dan menjadi atlet tenis berprestasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/30/18/1653836/kisah-richard-norris-juara-tenis-yang-selamat-dari-tragedi-titanic</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/30/18/1653836/kisah-richard-norris-juara-tenis-yang-selamat-dari-tragedi-titanic"/><item><title>KISAH: Richard Norris, Juara Tenis yang Selamat dari Tragedi Titanic</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/30/18/1653836/kisah-richard-norris-juara-tenis-yang-selamat-dari-tragedi-titanic</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/30/18/1653836/kisah-richard-norris-juara-tenis-yang-selamat-dari-tragedi-titanic</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2017 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/29/18/1653836/kisah-richard-norris-juara-tenis-yang-selamat-dari-tragedi-titanic-EwxwxVsh4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atlet tenis berprestasi, Richard Dick Norris Williams selamat dari tenggelamnya kapal Titanic. (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/29/18/1653836/kisah-richard-norris-juara-tenis-yang-selamat-dari-tragedi-titanic-EwxwxVsh4J.jpg</image><title>Atlet tenis berprestasi, Richard Dick Norris Williams selamat dari tenggelamnya kapal Titanic. (Foto: The Vintage News)</title></images><description>RICHARD &amp;ldquo;Dick&amp;rdquo; Norris Williams II lahir pada 1891 di Jenewa, Swiss, dan merupakan atlet olahraga tenis. Ayahnya, Charles Duane Williams, adalah seorang pengacara dan menjadi salah satu pendiri Badan Federasi Tenis Internasional. Selain itu, ia juga diketahui sebagai keturunan dari tokoh pendiri Amerika Serikat (AS), Benjamin Franklin.

Richard mulai belajar bermain tenis di usianya yang ke-12 tahun. Ia tak mengenyam pendidikan di sekolah umum karena keluarganya memberikan pendidikan secara privat hingga tingkat menengah atas. Richard juga diketahui fasih berbahasa Prancis dan Jerman.

Di usianya yang ke-20, Richard berhasil menjadi pemenang di Kejuaraan Tenis Swiss. Setahun kemudian, ia terdaftar menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Harvard dan seiring waktu juga, karier Richard terus melejit. Ia mencatatkan namanya sebagai juara pada 1913 dan 1915 sebagai pemain tunggal. Pada 1914 dan 1915, ia juga mendapat gelar juara dari bermain ganda.
&amp;nbsp;
(Foto: The Vintage News)
Kembali menjadi juara pada 1916, membuat nama Richard menjadi tenar. Pada 1925 dan 1926, ia menjadi bagian dari tim tenis AS untuk Kejuaraan Davis Cup. Ketenaran Richard tidak hanya karena ia adalah seorang atlet berprestasi. Nama Richard juga dikenal sebagai salah satu penumpang kapal RMS Titanic yang berhasil selamat.

Pengalaman traumatis yang dialami Richard dengan Titanic tak lantas membuatnya putus asa. Kariernya justru semakin bersinar. Sebelumnya, pada 1912, Richard yang bersama ayahnya berlayar dari Jenewa, Swiss, menuju AS dan menjadi penumpang kelas pertama di kapal Titanic.Saat Titanic akan tenggelam, Richard dengan ringan tangan membantu  sesama penumpang lain. Hal itu bahkan menjadi inspirasi salah satu  adegan di film terkenal yang dibintangi Leonardo Di Caprio dan Kate  Winslet yang berjudul 'Titanic'. Richard dan ayahnya diketahui tetap  berada di kapal hingga saat-saat terakhir. Hingga akhirnya keduanya  terpaksa berenang di laut yang dingin. Namun, Richard kehilangan  ayahnya.

Dengan menahan kesedihan atas kehilangan sang ayah, Richard terus  berenang ke sekoci nomor 14. Bahkan setelah ia naik ke perahu  penyelamat, Richard masih mendayung dengan kaki hingga membuat kedua  kakinya membeku. Kemudian ketika Richard diperiksa, dokter Carpathia  mengusulkan untuk mengamputasi kaki Richard.
&amp;nbsp;
(Foto: The Vintage News)

Mendengar hal itu, Richard  tak menerimanya begitu saja. Ia  memberontak dan menentang keputusan dokter. Richard tetap pada  keputusannya, ia bangkit dan berjuang kembali tanpa kenal lelah. Ia  sangat mencintai tenis dan terus berdiri di atas kedua kakinya meskipun  itu sangat menyakitkan.

Perjuangan Richard berbuah manis, ia tidak hanya mendapatkan kakinya  kembali. Ia bahkan berhasil menjadi juara Davis Cup bersama rekannya,  Karl Behr. Memiliki karier tenis yang sukses, Richard kemudian bertugas  di Angkatan Darat selama masa Perang Dunia (PD) I. Setelah perang  berakhir, Richard terus bermain tenis dan mengikuti banyak kejuaraan.  Richard meninggal di usianya yang ke-77 tahun pada 1968. (rav)
</description><content:encoded>RICHARD &amp;ldquo;Dick&amp;rdquo; Norris Williams II lahir pada 1891 di Jenewa, Swiss, dan merupakan atlet olahraga tenis. Ayahnya, Charles Duane Williams, adalah seorang pengacara dan menjadi salah satu pendiri Badan Federasi Tenis Internasional. Selain itu, ia juga diketahui sebagai keturunan dari tokoh pendiri Amerika Serikat (AS), Benjamin Franklin.

Richard mulai belajar bermain tenis di usianya yang ke-12 tahun. Ia tak mengenyam pendidikan di sekolah umum karena keluarganya memberikan pendidikan secara privat hingga tingkat menengah atas. Richard juga diketahui fasih berbahasa Prancis dan Jerman.

Di usianya yang ke-20, Richard berhasil menjadi pemenang di Kejuaraan Tenis Swiss. Setahun kemudian, ia terdaftar menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Harvard dan seiring waktu juga, karier Richard terus melejit. Ia mencatatkan namanya sebagai juara pada 1913 dan 1915 sebagai pemain tunggal. Pada 1914 dan 1915, ia juga mendapat gelar juara dari bermain ganda.
&amp;nbsp;
(Foto: The Vintage News)
Kembali menjadi juara pada 1916, membuat nama Richard menjadi tenar. Pada 1925 dan 1926, ia menjadi bagian dari tim tenis AS untuk Kejuaraan Davis Cup. Ketenaran Richard tidak hanya karena ia adalah seorang atlet berprestasi. Nama Richard juga dikenal sebagai salah satu penumpang kapal RMS Titanic yang berhasil selamat.

Pengalaman traumatis yang dialami Richard dengan Titanic tak lantas membuatnya putus asa. Kariernya justru semakin bersinar. Sebelumnya, pada 1912, Richard yang bersama ayahnya berlayar dari Jenewa, Swiss, menuju AS dan menjadi penumpang kelas pertama di kapal Titanic.Saat Titanic akan tenggelam, Richard dengan ringan tangan membantu  sesama penumpang lain. Hal itu bahkan menjadi inspirasi salah satu  adegan di film terkenal yang dibintangi Leonardo Di Caprio dan Kate  Winslet yang berjudul 'Titanic'. Richard dan ayahnya diketahui tetap  berada di kapal hingga saat-saat terakhir. Hingga akhirnya keduanya  terpaksa berenang di laut yang dingin. Namun, Richard kehilangan  ayahnya.

Dengan menahan kesedihan atas kehilangan sang ayah, Richard terus  berenang ke sekoci nomor 14. Bahkan setelah ia naik ke perahu  penyelamat, Richard masih mendayung dengan kaki hingga membuat kedua  kakinya membeku. Kemudian ketika Richard diperiksa, dokter Carpathia  mengusulkan untuk mengamputasi kaki Richard.
&amp;nbsp;
(Foto: The Vintage News)

Mendengar hal itu, Richard  tak menerimanya begitu saja. Ia  memberontak dan menentang keputusan dokter. Richard tetap pada  keputusannya, ia bangkit dan berjuang kembali tanpa kenal lelah. Ia  sangat mencintai tenis dan terus berdiri di atas kedua kakinya meskipun  itu sangat menyakitkan.

Perjuangan Richard berbuah manis, ia tidak hanya mendapatkan kakinya  kembali. Ia bahkan berhasil menjadi juara Davis Cup bersama rekannya,  Karl Behr. Memiliki karier tenis yang sukses, Richard kemudian bertugas  di Angkatan Darat selama masa Perang Dunia (PD) I. Setelah perang  berakhir, Richard terus bermain tenis dan mengikuti banyak kejuaraan.  Richard meninggal di usianya yang ke-77 tahun pada 1968. (rav)
</content:encoded></item></channel></rss>
