<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Relawan Ahok Lakukan Kampanye Hitam di Pulogadung, Pengamat: Percaya Diri Petahana Sudah Luntur</title><description>Tim relawan Anies-Sandi pergoki seorang wanita paruh baya yang melakukan kampanye hitam, di salah satu pasar di Pulogadung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/31/338/1655485/relawan-ahok-lakukan-kampanye-hitam-di-pulogadung-pengamat-percaya-diri-petahana-sudah-luntur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/31/338/1655485/relawan-ahok-lakukan-kampanye-hitam-di-pulogadung-pengamat-percaya-diri-petahana-sudah-luntur"/><item><title>Relawan Ahok Lakukan Kampanye Hitam di Pulogadung, Pengamat: Percaya Diri Petahana Sudah Luntur</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/31/338/1655485/relawan-ahok-lakukan-kampanye-hitam-di-pulogadung-pengamat-percaya-diri-petahana-sudah-luntur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/31/338/1655485/relawan-ahok-lakukan-kampanye-hitam-di-pulogadung-pengamat-percaya-diri-petahana-sudah-luntur</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2017 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/31/338/1655485/relawan-ahok-lakukan-kampanye-hitam-di-pulogadung-pengamat-percaya-diri-petahana-sudah-luntur-aVh7qKs5k5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengamat Politik Paramadina, Hendri Satrio (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/31/338/1655485/relawan-ahok-lakukan-kampanye-hitam-di-pulogadung-pengamat-percaya-diri-petahana-sudah-luntur-aVh7qKs5k5.jpg</image><title>Pengamat Politik Paramadina, Hendri Satrio (foto: Okezone)</title></images><description>

&amp;nbsp;
JAKARTA - Tim relawan Anies-Sandi pergoki seorang wanita paruh baya yang melakukan kampanye hitam, di salah satu pasar di Pulogadung, Jakarta Timur.

Wanita yang belum diketahui identitasnya itu telah membagikan selembaran berisikan ujaran kebencian, dan fitnah kepada pasangan calon yang diusung Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai jika hal itu benar-benar terjadi. Maka, percaya diri calon petahana, Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

&quot;Kalau benar itu relawan Ahok malu-maluin saja, percaya dirinya luntur ya, padahal petahana,&quot; kata Hendri kepada Okezone, Jumat (31/3/2017).
&amp;nbsp;
Menurutnya, percuma jika calon petahana Ahok-Djarot mempunyai teman 1 juta. &quot;Punya teman 1 juta, tapi cara-cara begitu masih dilakukan, kabur lagi orangnya,&quot; sambungnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU DKI untuk menghukum pelaku dan aktor intelektual kampanye hitam.

&quot;Bawaslu harus tegur keras paslon,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>

&amp;nbsp;
JAKARTA - Tim relawan Anies-Sandi pergoki seorang wanita paruh baya yang melakukan kampanye hitam, di salah satu pasar di Pulogadung, Jakarta Timur.

Wanita yang belum diketahui identitasnya itu telah membagikan selembaran berisikan ujaran kebencian, dan fitnah kepada pasangan calon yang diusung Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai jika hal itu benar-benar terjadi. Maka, percaya diri calon petahana, Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

&quot;Kalau benar itu relawan Ahok malu-maluin saja, percaya dirinya luntur ya, padahal petahana,&quot; kata Hendri kepada Okezone, Jumat (31/3/2017).
&amp;nbsp;
Menurutnya, percuma jika calon petahana Ahok-Djarot mempunyai teman 1 juta. &quot;Punya teman 1 juta, tapi cara-cara begitu masih dilakukan, kabur lagi orangnya,&quot; sambungnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU DKI untuk menghukum pelaku dan aktor intelektual kampanye hitam.

&quot;Bawaslu harus tegur keras paslon,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
