<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! Pria Solo Temukan Rekening Listrik Zaman Kolonial Belanda, Ditawar Puluhan Juta Rupiah</title><description>Secarik kertas berwarna kuning kecoklatan dan terlihat kusam ditemukan Sudaryanto (61) warga Mojosongo, Solo, Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/06/512/1660031/wah-pria-solo-temukan-rekening-listrik-zaman-kolonial-belanda-ditawar-puluhan-juta-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/06/512/1660031/wah-pria-solo-temukan-rekening-listrik-zaman-kolonial-belanda-ditawar-puluhan-juta-rupiah"/><item><title>Wah! Pria Solo Temukan Rekening Listrik Zaman Kolonial Belanda, Ditawar Puluhan Juta Rupiah</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/06/512/1660031/wah-pria-solo-temukan-rekening-listrik-zaman-kolonial-belanda-ditawar-puluhan-juta-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/06/512/1660031/wah-pria-solo-temukan-rekening-listrik-zaman-kolonial-belanda-ditawar-puluhan-juta-rupiah</guid><pubDate>Kamis 06 April 2017 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/05/512/1660031/wah-pria-solo-temukan-rekening-listrik-zaman-kolonial-belanda-ditawar-puluhan-juta-rupiah-SqsdmP0Z9g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Bramantyo/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/05/512/1660031/wah-pria-solo-temukan-rekening-listrik-zaman-kolonial-belanda-ditawar-puluhan-juta-rupiah-SqsdmP0Z9g.jpg</image><title>Foto: Bramantyo/Okezone</title></images><description>SOLO - Secarik kertas berwarna kuning kecoklatan dan terlihat kusam ditemukan Sudaryanto (61) warga Mojosongo, Solo, Jawa Tengah di atas tumpukan barang-barang di lemari milik orangtuanya.
Meski warnanya memudar, namun kondisi kertasnya masih utuh dan tulisan dalam kertas masih mudah terbaca.
Setelah diteliti olehnya, ternyata secarik kertas berwarna kuning bertuliskan dua bahasa yaitu bahasa Melayu dan Belanda itu adalah bukti pembayaran rekening listrik kuno jaman penjajahan Belanda Tahun 1936.
Menurut Sudaryanto, karena kualitas kertasnya sangat bagus, maka rayap tidak mempan membuatnya rusak, anya warnanya saja yang memudar.
&quot;Rekening listrik jaman Belanda itu tertera tanggal 30 April 1936 atas nama Taroe Rentjono yang beralamat di Jayengan, Serengan Solo,&quot; katanya, Selasa (5/4/2017).
Kala itu hanya instansi pemerintahan Belanda dan orang terpandang di kota Solo yang bisa menggunakan fasilitas listrik untuk penerangan. Tak hanya itu saja, bukti pembayaran listrik kuno ini pun membuktikan jika pada jaman itu Solo sudah tersentuh teknologi listrik.
&quot;Kemungkinan masuknya listrik di kota Solo kala itu untuk mendukung dan memperlancar komunikasi melalui radio panggil untuk mempermudah hubungan antara Belanda dengan jajahannya,&quot; duganya.Dalam rekening listrik era kolonial Belanda tertulis jelas dalam  tinta berwarna hitam dengan bahasa Belanda NV Solosche Electriciteit  Maatscchapai (SEM) yang kelak menjadi cikal bakal PLN masa kini.
&quot;Selain itu juga tertulis imbauan dalam bahasa Melayu dan Belanda  yang menyebutkan imbauan jam buka pembayaran tagihan listrik,&quot; ucap  Sudaryanto.
Salah satu tulisan yang ada dalam rekening listrik tersebut adalah  &quot;SOEPAYA LEKAS DITOELOENG HAREP KITIR INI DI BAWAK&quot;. Disebutkan juga  besarnya tagihan listrik yang harus dibayarkan yakni 30.10 Gulden dengan  beban listrik sebesar 60 watt dengan nomor register 3325.6.D2C4.
&quot;Rekening ini ditawar oleh kolektor barang antik asal Belanda sebesar  Rp55 juta rupiah. Namun tidak saya lepas. Biar ini menjadi koleksi  pribadi saya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SOLO - Secarik kertas berwarna kuning kecoklatan dan terlihat kusam ditemukan Sudaryanto (61) warga Mojosongo, Solo, Jawa Tengah di atas tumpukan barang-barang di lemari milik orangtuanya.
Meski warnanya memudar, namun kondisi kertasnya masih utuh dan tulisan dalam kertas masih mudah terbaca.
Setelah diteliti olehnya, ternyata secarik kertas berwarna kuning bertuliskan dua bahasa yaitu bahasa Melayu dan Belanda itu adalah bukti pembayaran rekening listrik kuno jaman penjajahan Belanda Tahun 1936.
Menurut Sudaryanto, karena kualitas kertasnya sangat bagus, maka rayap tidak mempan membuatnya rusak, anya warnanya saja yang memudar.
&quot;Rekening listrik jaman Belanda itu tertera tanggal 30 April 1936 atas nama Taroe Rentjono yang beralamat di Jayengan, Serengan Solo,&quot; katanya, Selasa (5/4/2017).
Kala itu hanya instansi pemerintahan Belanda dan orang terpandang di kota Solo yang bisa menggunakan fasilitas listrik untuk penerangan. Tak hanya itu saja, bukti pembayaran listrik kuno ini pun membuktikan jika pada jaman itu Solo sudah tersentuh teknologi listrik.
&quot;Kemungkinan masuknya listrik di kota Solo kala itu untuk mendukung dan memperlancar komunikasi melalui radio panggil untuk mempermudah hubungan antara Belanda dengan jajahannya,&quot; duganya.Dalam rekening listrik era kolonial Belanda tertulis jelas dalam  tinta berwarna hitam dengan bahasa Belanda NV Solosche Electriciteit  Maatscchapai (SEM) yang kelak menjadi cikal bakal PLN masa kini.
&quot;Selain itu juga tertulis imbauan dalam bahasa Melayu dan Belanda  yang menyebutkan imbauan jam buka pembayaran tagihan listrik,&quot; ucap  Sudaryanto.
Salah satu tulisan yang ada dalam rekening listrik tersebut adalah  &quot;SOEPAYA LEKAS DITOELOENG HAREP KITIR INI DI BAWAK&quot;. Disebutkan juga  besarnya tagihan listrik yang harus dibayarkan yakni 30.10 Gulden dengan  beban listrik sebesar 60 watt dengan nomor register 3325.6.D2C4.
&quot;Rekening ini ditawar oleh kolektor barang antik asal Belanda sebesar  Rp55 juta rupiah. Namun tidak saya lepas. Biar ini menjadi koleksi  pribadi saya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
