<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: &quot;Bataan Death March&quot; Penyerahan Pasukan AS-Filipina Terbesar Sepanjang Sejarah</title><description>Puluhan ribu tawanan AS-Filipina dipaksa berjalan sejauh 88 kilometer (km) oleh pasukan Jepang dan disebut sebagai &amp;ldquo;Bataan Death March.&amp;rdquo;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662602/historipedia-bataan-death-march-penyerahan-pasukan-as-filipina-terbesar-sepanjang-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662602/historipedia-bataan-death-march-penyerahan-pasukan-as-filipina-terbesar-sepanjang-sejarah"/><item><title>HISTORIPEDIA: &quot;Bataan Death March&quot; Penyerahan Pasukan AS-Filipina Terbesar Sepanjang Sejarah</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662602/historipedia-bataan-death-march-penyerahan-pasukan-as-filipina-terbesar-sepanjang-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662602/historipedia-bataan-death-march-penyerahan-pasukan-as-filipina-terbesar-sepanjang-sejarah</guid><pubDate>Minggu 09 April 2017 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/09/18/1662602/historipedia-bataan-death-march-penyerahan-pasukan-as-filipina-terbesar-sepanjang-sejarah-SM3EJEs7tr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tawanan Bataan Death March. (Foto: Kings Academy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/09/18/1662602/historipedia-bataan-death-march-penyerahan-pasukan-as-filipina-terbesar-sepanjang-sejarah-SM3EJEs7tr.jpg</image><title>Tawanan Bataan Death March. (Foto: Kings Academy)</title></images><description>PASUKAN Jepang melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan sekutu Amerika Serikat (AS) di Bataan, Manila Bay, Filipina pada 3 April 1942. Serangan Jepang tersebut berhasil mengalahkan pasukan sekutu AS dan membuat mereka menyerahkan para pasukannya yang tersisa.

Tepat enam hari kemudian atau hari ini tepatnya pada 9 April 1942, AS secara resmi menyerahkan ribuan pasukannya ke militer Jepang. Penyerahan pasukan AS tersebut menjadi penyerahan pasukan dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah militer negeri Paman Sam tersebut.

Mayor Jenderal Edward P. King Jr. yang menggantikan kepemimpinan Jenderal Douglas MacArthur memimpin penyerahan pasukan tersebut. Jenderal MacArthur sendiri diketahui gagal melawan Jepang karena buruknya susunan strategi perang yang ia terapkan.

Sebanyak 78 ribu pasukan saat itu diserahkan pasukan sekutu ke pihak Jepang. Dari jumlah total pasukan yang diserahkan diketahui 66 ribu di antaranya merupakan orang Filipina dan sisanya sebanyak 12 ribu orang merupakan warga AS. Jumlah tersebut merupakan kontingen terbesar dari tentara AS yang pernah menyerah dan ditawan oleh Jepang.Puluhan ribu tawanan tersebut kemudian dipaksa berjalan sejauh 88  kilometer (km) dari  Mariveles, di ujung selatan semenanjung Bataan, ke  San Fernando. Perjalanan tersebut kemudian dikenal dengan sebutan  &amp;ldquo;Bataan Death March.&amp;rdquo;

Tercatat sedikitnya 600 orang AS dan 5.000 warga Filipina meninggal  dalam perjalanan. Mereka diketahui diperlakukan secara kasar dan  dibiarkan kekurangan makanan hingga mengalami kelaparan. Akibatnya para  tawanan itu  terlalu lemah untuk berjalan hingga akhirnya meninggal.

Kemudian 16 ribu orang Filipina dan  1.000 orang AS lainnya meninggal  akibat tindak penganiayaan, kelaparan dan penyakit. Sementara itu,  mereka yang selamat dibawa dengan kereta api dari San Fernando ke  kamp-kamp POW.

Setelah Perang Dunia (PD) II berakhir, Pengadilan Militer  Internasional, yang didirikan oleh Mantan Jenderal MacArthur, mengadili  Letnan Jenderal Homma Masaharu yang merupakan pimpinan komando invasi  Jepang ke Filipina. Ia diadili atas tuduhan  menyebabkan kematian dalam  jumlah besar dan kejahatan perang. Homma kemudian dieksekusi oleh regu  tembak pada 3 April 1946. (rav)</description><content:encoded>PASUKAN Jepang melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan sekutu Amerika Serikat (AS) di Bataan, Manila Bay, Filipina pada 3 April 1942. Serangan Jepang tersebut berhasil mengalahkan pasukan sekutu AS dan membuat mereka menyerahkan para pasukannya yang tersisa.

Tepat enam hari kemudian atau hari ini tepatnya pada 9 April 1942, AS secara resmi menyerahkan ribuan pasukannya ke militer Jepang. Penyerahan pasukan AS tersebut menjadi penyerahan pasukan dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah militer negeri Paman Sam tersebut.

Mayor Jenderal Edward P. King Jr. yang menggantikan kepemimpinan Jenderal Douglas MacArthur memimpin penyerahan pasukan tersebut. Jenderal MacArthur sendiri diketahui gagal melawan Jepang karena buruknya susunan strategi perang yang ia terapkan.

Sebanyak 78 ribu pasukan saat itu diserahkan pasukan sekutu ke pihak Jepang. Dari jumlah total pasukan yang diserahkan diketahui 66 ribu di antaranya merupakan orang Filipina dan sisanya sebanyak 12 ribu orang merupakan warga AS. Jumlah tersebut merupakan kontingen terbesar dari tentara AS yang pernah menyerah dan ditawan oleh Jepang.Puluhan ribu tawanan tersebut kemudian dipaksa berjalan sejauh 88  kilometer (km) dari  Mariveles, di ujung selatan semenanjung Bataan, ke  San Fernando. Perjalanan tersebut kemudian dikenal dengan sebutan  &amp;ldquo;Bataan Death March.&amp;rdquo;

Tercatat sedikitnya 600 orang AS dan 5.000 warga Filipina meninggal  dalam perjalanan. Mereka diketahui diperlakukan secara kasar dan  dibiarkan kekurangan makanan hingga mengalami kelaparan. Akibatnya para  tawanan itu  terlalu lemah untuk berjalan hingga akhirnya meninggal.

Kemudian 16 ribu orang Filipina dan  1.000 orang AS lainnya meninggal  akibat tindak penganiayaan, kelaparan dan penyakit. Sementara itu,  mereka yang selamat dibawa dengan kereta api dari San Fernando ke  kamp-kamp POW.

Setelah Perang Dunia (PD) II berakhir, Pengadilan Militer  Internasional, yang didirikan oleh Mantan Jenderal MacArthur, mengadili  Letnan Jenderal Homma Masaharu yang merupakan pimpinan komando invasi  Jepang ke Filipina. Ia diadili atas tuduhan  menyebabkan kematian dalam  jumlah besar dan kejahatan perang. Homma kemudian dieksekusi oleh regu  tembak pada 3 April 1946. (rav)</content:encoded></item></channel></rss>
