<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Kirim Utusan ke Korsel untuk Bahas Nuklir Korut</title><description>Kunjungan Wu Dawei ke Korsel dilakukan di tengah santernya isu mengenai  uji coba nuklir keenam yang diduga sedang direncanakan Pyongyang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662867/china-kirim-utusan-ke-korsel-untuk-bahas-nuklir-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662867/china-kirim-utusan-ke-korsel-untuk-bahas-nuklir-korut"/><item><title>China Kirim Utusan ke Korsel untuk Bahas Nuklir Korut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662867/china-kirim-utusan-ke-korsel-untuk-bahas-nuklir-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/09/18/1662867/china-kirim-utusan-ke-korsel-untuk-bahas-nuklir-korut</guid><pubDate>Minggu 09 April 2017 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/09/18/1662867/china-kirim-utusan-ke-korsel-untuk-bahas-nuklir-korut-ImO7licb28.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tayangan televisi memberitakan uji coba nuklir Korut pada awal 2016. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/09/18/1662867/china-kirim-utusan-ke-korsel-untuk-bahas-nuklir-korut-ImO7licb28.jpg</image><title>Tayangan televisi memberitakan uji coba nuklir Korut pada awal 2016. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - China akan mengirimkan utusan nuklirnya ke Korea Selatan (Korsel) pekan ini untuk membahas mengenai ancaman program nuklir dan rudal balistik Korea Utara (Korut). Jika kunjungan yang diperkirakan berlangsung selama lima hari itu terjadi, pertemuan itu adalah yang pertama kali antara kedua negara sejak pembicaraan di Beijing pada Desember tahun lalu.
Laporan Yonhap yang dilansir Asian Correspondent, Minggu (9/4/2017) menyebutkan, utusan China Wu Dawei akan bertemu dengan para kandidat presiden Korsel untuk mengetahui arah kebijakan Seoul ke depan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kunjungan Wu Dawei ke Korsel dilakukan di tengah santernya isu mengenai uji coba nuklir keenam yang diduga sedang direncanakan Pyongyang. Sebelumnya, Korut kembali menembakkan rudal balistiknya ke arah Laut Jepang, sehari sebelum pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam pertemuan itu, Presiden China Xi Jinping telah berjanji akan mengambil langkah untuk menekan program nuklir dan rudal balistik Korut yang telah meresahkan AS dan negara-negara di kawasan. Selain itu dibahas juga mengenai posisi AS dalam pengerahan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)-nya di Korsel yang selama ini ditentang China.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa THAAD dimaksudkan untuk menangkal ancaman rudal Korut yang telah menjadi ancaman serius bagi Korsel dan AS. &amp;nbsp;</description><content:encoded>SEOUL - China akan mengirimkan utusan nuklirnya ke Korea Selatan (Korsel) pekan ini untuk membahas mengenai ancaman program nuklir dan rudal balistik Korea Utara (Korut). Jika kunjungan yang diperkirakan berlangsung selama lima hari itu terjadi, pertemuan itu adalah yang pertama kali antara kedua negara sejak pembicaraan di Beijing pada Desember tahun lalu.
Laporan Yonhap yang dilansir Asian Correspondent, Minggu (9/4/2017) menyebutkan, utusan China Wu Dawei akan bertemu dengan para kandidat presiden Korsel untuk mengetahui arah kebijakan Seoul ke depan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kunjungan Wu Dawei ke Korsel dilakukan di tengah santernya isu mengenai uji coba nuklir keenam yang diduga sedang direncanakan Pyongyang. Sebelumnya, Korut kembali menembakkan rudal balistiknya ke arah Laut Jepang, sehari sebelum pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam pertemuan itu, Presiden China Xi Jinping telah berjanji akan mengambil langkah untuk menekan program nuklir dan rudal balistik Korut yang telah meresahkan AS dan negara-negara di kawasan. Selain itu dibahas juga mengenai posisi AS dalam pengerahan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)-nya di Korsel yang selama ini ditentang China.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa THAAD dimaksudkan untuk menangkal ancaman rudal Korut yang telah menjadi ancaman serius bagi Korsel dan AS. &amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
