<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hidayat Nur Wahid Anggap Video Kampanye Ahok-Djarot &quot;Mengotak-kotakkan&quot;</title><description>Video kampanye Ahok-Djarot yang diunggah ke dunia maya dianggap kontroversial dan mengotak-kotakkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664060/hidayat-nur-wahid-anggap-video-kampanye-ahok-djarot-mengotak-kotakkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664060/hidayat-nur-wahid-anggap-video-kampanye-ahok-djarot-mengotak-kotakkan"/><item><title>Hidayat Nur Wahid Anggap Video Kampanye Ahok-Djarot &quot;Mengotak-kotakkan&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664060/hidayat-nur-wahid-anggap-video-kampanye-ahok-djarot-mengotak-kotakkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664060/hidayat-nur-wahid-anggap-video-kampanye-ahok-djarot-mengotak-kotakkan</guid><pubDate>Selasa 11 April 2017 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/11/338/1664060/hidayat-nur-wahid-anggap-video-kampanye-ahok-djarot-mengotak-kotakkan-N8iMx35qsm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cuplikan video kampanye Ahok-Djarot. (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/11/338/1664060/hidayat-nur-wahid-anggap-video-kampanye-ahok-djarot-mengotak-kotakkan-N8iMx35qsm.jpg</image><title>Cuplikan video kampanye Ahok-Djarot. (Foto: Facebook)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, menganggap video kampanye Ahok-Djarot yang beredar kontroversial &amp;lrm;di kalangan masyarakat merupakan bentuk mengotak-kotakkan masyarakat Jakarta.&amp;nbsp;

Hal itu diungkapkan Hidayat usai menghadiri acara pertemuan dengan berbagai tokoh di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan.&amp;nbsp;

&quot;Kalau menurut saya itu video yang tidak membantu menghadirkan suasana yang aman, damai, rukun, menje&amp;lrm;lang pelaksanaan pilkada,&quot; ujar Hidayat Nur Wahid saat ditemui di kediaman Prabowo, Senin 10 April 2017.&amp;nbsp;

Ia mengatakan, pernyataan yang ada dalam video kampanye Ahok-Djarot justru tidak sesuai fakta di lapangan dan bisa berdampak memecah belah persatuan bangsa.&amp;nbsp;

&amp;lrm;&quot;Itu kalau dilihat visualnya dan pernyataan verbalnya, justru mengotak-kotakkan&amp;lrm; warga Jakarta,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;

&amp;lrm;HNW -sapaannya- pun kemudian merincikan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam video tersebut melalui simbol peci yang sangat melekat dengan agama Islam, namun justru digambarkan sebagai pembuat kerusuhan atau anti-China.&amp;nbsp;

&quot;Jadi sekali lagi ini menggunakan isu SARA untuk pilgub, dan sangat provokatif. Jadi menurut saya sangat layak polisi menegakkan hukum dalam kondisi ini,&quot; tandasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, menganggap video kampanye Ahok-Djarot yang beredar kontroversial &amp;lrm;di kalangan masyarakat merupakan bentuk mengotak-kotakkan masyarakat Jakarta.&amp;nbsp;

Hal itu diungkapkan Hidayat usai menghadiri acara pertemuan dengan berbagai tokoh di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan.&amp;nbsp;

&quot;Kalau menurut saya itu video yang tidak membantu menghadirkan suasana yang aman, damai, rukun, menje&amp;lrm;lang pelaksanaan pilkada,&quot; ujar Hidayat Nur Wahid saat ditemui di kediaman Prabowo, Senin 10 April 2017.&amp;nbsp;

Ia mengatakan, pernyataan yang ada dalam video kampanye Ahok-Djarot justru tidak sesuai fakta di lapangan dan bisa berdampak memecah belah persatuan bangsa.&amp;nbsp;

&amp;lrm;&quot;Itu kalau dilihat visualnya dan pernyataan verbalnya, justru mengotak-kotakkan&amp;lrm; warga Jakarta,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;

&amp;lrm;HNW -sapaannya- pun kemudian merincikan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam video tersebut melalui simbol peci yang sangat melekat dengan agama Islam, namun justru digambarkan sebagai pembuat kerusuhan atau anti-China.&amp;nbsp;

&quot;Jadi sekali lagi ini menggunakan isu SARA untuk pilgub, dan sangat provokatif. Jadi menurut saya sangat layak polisi menegakkan hukum dalam kondisi ini,&quot; tandasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
