<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menerka Tujuan di Balik Video Kontroversi Kampanye Ahok Djarot </title><description>Video kampanye bertajuk keberagaman milik pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saifulah Hidayat menuai kontroversi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664223/menerka-tujuan-di-balik-video-kontroversi-kampanye-ahok-djarot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664223/menerka-tujuan-di-balik-video-kontroversi-kampanye-ahok-djarot"/><item><title>Menerka Tujuan di Balik Video Kontroversi Kampanye Ahok Djarot </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664223/menerka-tujuan-di-balik-video-kontroversi-kampanye-ahok-djarot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/11/338/1664223/menerka-tujuan-di-balik-video-kontroversi-kampanye-ahok-djarot</guid><pubDate>Selasa 11 April 2017 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Zaimul Haq Elfan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/11/338/1664223/menerka-tujuan-di-balik-video-kontroversi-kampanye-ahok-djarot-zHqmPcTjXO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potongan video kampanye Ahok-Djarot yang menuai kontroversi (youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/11/338/1664223/menerka-tujuan-di-balik-video-kontroversi-kampanye-ahok-djarot-zHqmPcTjXO.jpg</image><title>Potongan video kampanye Ahok-Djarot yang menuai kontroversi (youtube)</title></images><description>JAKARTA - Video kampanye bertajuk keberagaman milik pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saifulah Hidayat menuai kontroversi. Pasalnya, ada bagian dalam video tersebut yang dianggap menyudutkan agama tertentu.

Pengamat politik dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Masnur Marzuki, menilai video kampanye Ahok-Djarot tersebut merupakan jurus pamungkas tim Ahok-Djarot sebelum pencoblosan putaran II pada Rabu 19 April nanti.

&quot;Ini salah satu jurus pamungkas mengingat survei Ahok masih tertinggal dari penantangnya. Satu-satunya jalan yang bertindak ekstrem seperti mengumbar iklan video tersebut,&quot; kata Masnur saat berbincang dengan Okezone melalui sambungan telefon, Selasa (11/4/2017).

Masih berdasarkan penilaian Masnur, tim Ahok-Djarot juga sedang berjudi dalam mengeluarkan video kampanye tersebut. Di satu sisi mereka mengetahui video akan menjadi kontroversi, di sisi lain ingin membangun pandangan bahwa Ahok-Djarot adalah pemimpin yang antikekerasan.

Masnur menambahkan, tujuan video tersebut cenderung ingin membentuk perasaan takut di tengah masyarakat. Kemudian dibangun stigma bahwa hanya Ahok-Djarot yang memiliki andil lebih untuk mengatasi rasa takut tersebut.

&quot;Pesan lainnya, yang berseberangan dengan Ahok adalah kelompok jahat yang anarkis dengan membawa simbol-simbol agama. Ini yang menyesatkan menurut saya, menjual rasa takut,&quot; tambah Masnur.

Yang disesalkan Masnur, isi video tersebut justru berpotensi menciptakan perasaan mencekam di tengah masyarakat dan berbahaya bagi harmoni sosioal dan kebhinekaan di Ibukota. &quot;Alih-alih kepentingan politik, iklan tersebut justru mengancam integrasi sosial di ibukota,&quot; tegas Masnur.

Sementara itu, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) telah melaporkan video kampanye Ahok-Djarot tersebut ke Bawaslu, kemarin siang. ACTA menilai isi video melanggar Pasal 69 huruf B UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, yaitu dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, dan golongan. Selain membuat laporan ke Bawaslu, ACTA juga membawa video tersebut ke Bareskrim Mabes Polri.</description><content:encoded>JAKARTA - Video kampanye bertajuk keberagaman milik pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saifulah Hidayat menuai kontroversi. Pasalnya, ada bagian dalam video tersebut yang dianggap menyudutkan agama tertentu.

Pengamat politik dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Masnur Marzuki, menilai video kampanye Ahok-Djarot tersebut merupakan jurus pamungkas tim Ahok-Djarot sebelum pencoblosan putaran II pada Rabu 19 April nanti.

&quot;Ini salah satu jurus pamungkas mengingat survei Ahok masih tertinggal dari penantangnya. Satu-satunya jalan yang bertindak ekstrem seperti mengumbar iklan video tersebut,&quot; kata Masnur saat berbincang dengan Okezone melalui sambungan telefon, Selasa (11/4/2017).

Masih berdasarkan penilaian Masnur, tim Ahok-Djarot juga sedang berjudi dalam mengeluarkan video kampanye tersebut. Di satu sisi mereka mengetahui video akan menjadi kontroversi, di sisi lain ingin membangun pandangan bahwa Ahok-Djarot adalah pemimpin yang antikekerasan.

Masnur menambahkan, tujuan video tersebut cenderung ingin membentuk perasaan takut di tengah masyarakat. Kemudian dibangun stigma bahwa hanya Ahok-Djarot yang memiliki andil lebih untuk mengatasi rasa takut tersebut.

&quot;Pesan lainnya, yang berseberangan dengan Ahok adalah kelompok jahat yang anarkis dengan membawa simbol-simbol agama. Ini yang menyesatkan menurut saya, menjual rasa takut,&quot; tambah Masnur.

Yang disesalkan Masnur, isi video tersebut justru berpotensi menciptakan perasaan mencekam di tengah masyarakat dan berbahaya bagi harmoni sosioal dan kebhinekaan di Ibukota. &quot;Alih-alih kepentingan politik, iklan tersebut justru mengancam integrasi sosial di ibukota,&quot; tegas Masnur.

Sementara itu, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) telah melaporkan video kampanye Ahok-Djarot tersebut ke Bawaslu, kemarin siang. ACTA menilai isi video melanggar Pasal 69 huruf B UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, yaitu dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, dan golongan. Selain membuat laporan ke Bawaslu, ACTA juga membawa video tersebut ke Bareskrim Mabes Polri.</content:encoded></item></channel></rss>
