<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kerusakan Jalan di Kotawaringin Timur Dilaporkan ke Kejaksaan</title><description>Masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng  secara resmi melapor ke kejaksaan negeri setempat agar diproses secara  hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/13/340/1666510/kasus-kerusakan-jalan-di-kotawaringin-timur-dilaporkan-ke-kejaksaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/13/340/1666510/kasus-kerusakan-jalan-di-kotawaringin-timur-dilaporkan-ke-kejaksaan"/><item><title>Kasus Kerusakan Jalan di Kotawaringin Timur Dilaporkan ke Kejaksaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/13/340/1666510/kasus-kerusakan-jalan-di-kotawaringin-timur-dilaporkan-ke-kejaksaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/13/340/1666510/kasus-kerusakan-jalan-di-kotawaringin-timur-dilaporkan-ke-kejaksaan</guid><pubDate>Kamis 13 April 2017 14:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/13/340/1666510/kasus-kerusakan-jalan-di-kotawaringin-timur-dilaporkan-ke-kejaksaan-kc3OSP0QvI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/13/340/1666510/kasus-kerusakan-jalan-di-kotawaringin-timur-dilaporkan-ke-kejaksaan-kc3OSP0QvI.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>SAMPIT - Kecewa dengan kerusakan jalan padahal baru saja diperbaiki, masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) melapor ke kejaksaan negeri setempat agar kasus jalan rusak itu diproses secara hukum.
&quot;Kami melaporkan ini ke kejaksaan supaya ini diselidiki. Fakta di lapangan, jalan banyak rusak padahal baru selesai. Kerusakan itu cukup mengganggu, bahkan mengancam keselamatan masyarakat,&quot; kata Gahara, salah satu pelapor di Sampit, Kamis (13/4/2017).
Laporan ke Kejari disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Balanga dan Gabungan Anak Borneo. Laporan diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Wahyudi.
Kerusakan jalan yang dilaporkan adalah kerusakan Jalan HM Arsyad di ruas jalan yang menghubungkan Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan hingga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit.
Ruas jalan itu juga menghubungkan dua kabupaten yakni Kotawaringin Timur dan Seruyan sehingga menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Masyarakat menilai ada keganjilan karena yang dikerjakan pada 2016 dengan dana lebih dari Rp6 miliar itu kini banyak yang rusak, padahal baru selesai.
Kerusakan yang terjadi membuat masyarakat menduga kualitas jalan rendah dan dikerjakan tidak sesuai standar sehingga jalan cepat rusak. Untuk mendapatkan kejelasan dan supaya semua menjadi jelas, masalah itu dilaporkan ke Kejaksaan agar diselidiki.
&quot;Kerusakannya cukup banyak. Kami dibantu warga sudah mengumpulkan serpihan-serpihan aspal yang berserakan untuk dijadikan barang bukti yang akan diteliti di laboratorium. Nanti akan ketahuan kondisinya seperti apa dan kita bandingkan dengan perjanjian kontraknya,&quot; kata Gahara, didampingi Zulkifli, pelapor lainnya.
Ia pun mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan yang dilakukan sehingga hasil pekerjaan itu diterima. Padahal seharusnya dilakukan penelitian terkait kualitas hasil pekerjaan sebelum diterima dan dana dicairkan.
Sementara, Kajari Kotawaringin Timur, Wahyudi membenarkan adanya laporan terkait masalah itu. Namun dia belum bersedia berkomentar lebih jauh terkait masalah itu.
&quot;Memang ada laporan itu dan sudah kami terima. Kami akan mempelajarinya dulu,&quot; kata Wahyudi.
Untuk diketahui, ruas Jalan Samuda-Ujung Pandaran terpantau cukup padat lalu lintas. Selain jalan antarkabuaten, jalan itu dekat dengan dermaga Bagendang Pelabuhan Sampit.</description><content:encoded>SAMPIT - Kecewa dengan kerusakan jalan padahal baru saja diperbaiki, masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) melapor ke kejaksaan negeri setempat agar kasus jalan rusak itu diproses secara hukum.
&quot;Kami melaporkan ini ke kejaksaan supaya ini diselidiki. Fakta di lapangan, jalan banyak rusak padahal baru selesai. Kerusakan itu cukup mengganggu, bahkan mengancam keselamatan masyarakat,&quot; kata Gahara, salah satu pelapor di Sampit, Kamis (13/4/2017).
Laporan ke Kejari disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Balanga dan Gabungan Anak Borneo. Laporan diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Wahyudi.
Kerusakan jalan yang dilaporkan adalah kerusakan Jalan HM Arsyad di ruas jalan yang menghubungkan Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan hingga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit.
Ruas jalan itu juga menghubungkan dua kabupaten yakni Kotawaringin Timur dan Seruyan sehingga menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Masyarakat menilai ada keganjilan karena yang dikerjakan pada 2016 dengan dana lebih dari Rp6 miliar itu kini banyak yang rusak, padahal baru selesai.
Kerusakan yang terjadi membuat masyarakat menduga kualitas jalan rendah dan dikerjakan tidak sesuai standar sehingga jalan cepat rusak. Untuk mendapatkan kejelasan dan supaya semua menjadi jelas, masalah itu dilaporkan ke Kejaksaan agar diselidiki.
&quot;Kerusakannya cukup banyak. Kami dibantu warga sudah mengumpulkan serpihan-serpihan aspal yang berserakan untuk dijadikan barang bukti yang akan diteliti di laboratorium. Nanti akan ketahuan kondisinya seperti apa dan kita bandingkan dengan perjanjian kontraknya,&quot; kata Gahara, didampingi Zulkifli, pelapor lainnya.
Ia pun mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan yang dilakukan sehingga hasil pekerjaan itu diterima. Padahal seharusnya dilakukan penelitian terkait kualitas hasil pekerjaan sebelum diterima dan dana dicairkan.
Sementara, Kajari Kotawaringin Timur, Wahyudi membenarkan adanya laporan terkait masalah itu. Namun dia belum bersedia berkomentar lebih jauh terkait masalah itu.
&quot;Memang ada laporan itu dan sudah kami terima. Kami akan mempelajarinya dulu,&quot; kata Wahyudi.
Untuk diketahui, ruas Jalan Samuda-Ujung Pandaran terpantau cukup padat lalu lintas. Selain jalan antarkabuaten, jalan itu dekat dengan dermaga Bagendang Pelabuhan Sampit.</content:encoded></item></channel></rss>
