<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Betah di Indonesia, Dubes Australia Pertimbangkan Menetap</title><description>Ini adalah tahun terakhir penugasan Dubes Australia di Indonesia. Meski demikian, ia merasa kerasan tinggal di Bumi Khatulistiwa. </description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/14/18/1667438/betah-di-indonesia-dubes-australia-pertimbangkan-menetap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/14/18/1667438/betah-di-indonesia-dubes-australia-pertimbangkan-menetap"/><item><title>Betah di Indonesia, Dubes Australia Pertimbangkan Menetap</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/14/18/1667438/betah-di-indonesia-dubes-australia-pertimbangkan-menetap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/14/18/1667438/betah-di-indonesia-dubes-australia-pertimbangkan-menetap</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2017 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/14/18/1667438/betah-di-indonesia-dubes-australia-pertimbangkan-menetap-Dev9zcalcq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson saat berkunjung ke kantor redaksi Okezone. (Foto: Arif P/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/14/18/1667438/betah-di-indonesia-dubes-australia-pertimbangkan-menetap-Dev9zcalcq.jpg</image><title>Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson saat berkunjung ke kantor redaksi Okezone. (Foto: Arif P/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dua tahun terakhir, Indonesia menjadi rumah bagi Duta Besar (Dubes) Australia, Paul Grigson. Tentu saja, ia ditemani istri dan kedua anaknya.
Ketika menjadi tamu dalam program Special Dialogue di kantor Okezone belum lama ini, Dubes Grigson bercerita, 2017 adalah tahun terakhir penugasannya di Indonesia. Meski demikian, ia merasa kerasan tinggal di Bumi Khatulistiwa.
&quot;Keluarga saya amat senang berada di sini. Bahkan dua anak saya juga sekolah di Indonesia. Kami amat menikmati tinggal di Indonesia. Ini merupakan negara yang amat majemuk dengan banyak aspek yang dapat dipelajari. Jadi mereka juga amat suka tinggal di sini,&quot; tuturnya.
Dubes Grigson mengimbuhkan, kedua anaknya, Jack (13) dan Lily (11), juga menyukai tinggal di Indonesia. Bahkan, mereka punya rencana sendiri menjelang berakhirnya masa tugas sang ayah.
&quot;Anak-anak sudah mulai membicarakan apakah kami akan tetap tinggal di Indonesia atau tidak tahun depan. Dan jika ya, itu pun tidak jadi masalah. Mereka memiliki banyak teman di sini dan menjalani semuanya dengan amat baik,&quot; ujar Dubes Grigson.
Selama di Indonesia, Dubes Grigson menyambangi berbagai daerah di Nusantara. Tak hanya mempromosikan beragam program Kedubes Australia, ia juga menjangkau banyak komunitas masyarakat di Indonesia melalui berbagai cara seperti mengunjungi masjid, sekolah hingga berburu kopi.
&quot;Sejauh ini saya mengalami berbagai pengalaman yang menakjubkan. Saya yakin sisa tahun ini pun akan seperti itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dua tahun terakhir, Indonesia menjadi rumah bagi Duta Besar (Dubes) Australia, Paul Grigson. Tentu saja, ia ditemani istri dan kedua anaknya.
Ketika menjadi tamu dalam program Special Dialogue di kantor Okezone belum lama ini, Dubes Grigson bercerita, 2017 adalah tahun terakhir penugasannya di Indonesia. Meski demikian, ia merasa kerasan tinggal di Bumi Khatulistiwa.
&quot;Keluarga saya amat senang berada di sini. Bahkan dua anak saya juga sekolah di Indonesia. Kami amat menikmati tinggal di Indonesia. Ini merupakan negara yang amat majemuk dengan banyak aspek yang dapat dipelajari. Jadi mereka juga amat suka tinggal di sini,&quot; tuturnya.
Dubes Grigson mengimbuhkan, kedua anaknya, Jack (13) dan Lily (11), juga menyukai tinggal di Indonesia. Bahkan, mereka punya rencana sendiri menjelang berakhirnya masa tugas sang ayah.
&quot;Anak-anak sudah mulai membicarakan apakah kami akan tetap tinggal di Indonesia atau tidak tahun depan. Dan jika ya, itu pun tidak jadi masalah. Mereka memiliki banyak teman di sini dan menjalani semuanya dengan amat baik,&quot; ujar Dubes Grigson.
Selama di Indonesia, Dubes Grigson menyambangi berbagai daerah di Nusantara. Tak hanya mempromosikan beragam program Kedubes Australia, ia juga menjangkau banyak komunitas masyarakat di Indonesia melalui berbagai cara seperti mengunjungi masjid, sekolah hingga berburu kopi.
&quot;Sejauh ini saya mengalami berbagai pengalaman yang menakjubkan. Saya yakin sisa tahun ini pun akan seperti itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
