<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Bagi-Bagi Sembako, ACTA: Ini Kasus Politik Uang Terparah Sepanjang Sejarah Pilgub DKI</title><description>&quot;Dari segi kuantitas sembako yang dibagikan menurut kami kasus ini  adalah kasus politik uang terparah sepanjang Pilgub DKI Jakarta,&quot; kata ACTA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/18/338/1670426/marak-bagi-bagi-sembako-acta-ini-kasus-politik-uang-terparah-sepanjang-sejarah-pilgub-dki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/18/338/1670426/marak-bagi-bagi-sembako-acta-ini-kasus-politik-uang-terparah-sepanjang-sejarah-pilgub-dki"/><item><title>Marak Bagi-Bagi Sembako, ACTA: Ini Kasus Politik Uang Terparah Sepanjang Sejarah Pilgub DKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/18/338/1670426/marak-bagi-bagi-sembako-acta-ini-kasus-politik-uang-terparah-sepanjang-sejarah-pilgub-dki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/18/338/1670426/marak-bagi-bagi-sembako-acta-ini-kasus-politik-uang-terparah-sepanjang-sejarah-pilgub-dki</guid><pubDate>Selasa 18 April 2017 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/18/338/1670426/marak-bagi-bagi-sembako-acta-ini-kasus-politik-uang-terparah-sepanjang-sejarah-pilgub-dki-MLl5Hz5KcG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi pers ACTA (Fahreza/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/18/338/1670426/marak-bagi-bagi-sembako-acta-ini-kasus-politik-uang-terparah-sepanjang-sejarah-pilgub-dki-MLl5Hz5KcG.jpg</image><title>Konferensi pers ACTA (Fahreza/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengecam maraknya pembagian sembako gratis oleh tim pemenangan pasangan calon menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Aksi itu dinilai sebagai bentuk praktik politik uang.

&quot;Dari segi kuantitas sembako yang dibagikan menurut kami kasus ini adalah kasus politik uang terparah sepanjang Pilgub DKI Jakarta,&quot; kata Ketua Dewan Penasehat ACTA Hisar Tambunan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, sembako diduga milik tim pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat itu diangkut dengan truk untuk dibagikan kepada warga.

&quot;Politik uang berupa pembagian sembako ini dapat dikategorikan telah terjadi terstruktur, sistematis dan masif,&quot; ujar Hisar.

Selama masa tenang Pilkada DKI Putaran kedua, ACTA telah menemukan kasus pembagian sembako yang diduga dilakukan timses Ahok-Djarot di 13 tempat berbeda yakni di Kalibata City; Kampung Melayu; Cipinang Jaya; Kalideres; Mampang Prapatan; Cakung; Jagakarsa; Pondok Bambu; Tanjung Priok; Tanah Abang; Kramat Lontar; Petojo; dan Kebayoran Baru.


</description><content:encoded>JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengecam maraknya pembagian sembako gratis oleh tim pemenangan pasangan calon menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Aksi itu dinilai sebagai bentuk praktik politik uang.

&quot;Dari segi kuantitas sembako yang dibagikan menurut kami kasus ini adalah kasus politik uang terparah sepanjang Pilgub DKI Jakarta,&quot; kata Ketua Dewan Penasehat ACTA Hisar Tambunan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, sembako diduga milik tim pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat itu diangkut dengan truk untuk dibagikan kepada warga.

&quot;Politik uang berupa pembagian sembako ini dapat dikategorikan telah terjadi terstruktur, sistematis dan masif,&quot; ujar Hisar.

Selama masa tenang Pilkada DKI Putaran kedua, ACTA telah menemukan kasus pembagian sembako yang diduga dilakukan timses Ahok-Djarot di 13 tempat berbeda yakni di Kalibata City; Kampung Melayu; Cipinang Jaya; Kalideres; Mampang Prapatan; Cakung; Jagakarsa; Pondok Bambu; Tanjung Priok; Tanah Abang; Kramat Lontar; Petojo; dan Kebayoran Baru.


</content:encoded></item></channel></rss>
