<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Pimpinan Wanita KPK di Hari Kartini: Jadilah Agen Pemberantasan Korupsi</title><description>RA Kartini santer terdengar dalam sejarah Indonesia sebagai pelopor kebangkitan wanita.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/21/337/1673081/pesan-pimpinan-wanita-kpk-di-hari-kartini-jadilah-agen-pemberantasan-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/21/337/1673081/pesan-pimpinan-wanita-kpk-di-hari-kartini-jadilah-agen-pemberantasan-korupsi"/><item><title>Pesan Pimpinan Wanita KPK di Hari Kartini: Jadilah Agen Pemberantasan Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/21/337/1673081/pesan-pimpinan-wanita-kpk-di-hari-kartini-jadilah-agen-pemberantasan-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/21/337/1673081/pesan-pimpinan-wanita-kpk-di-hari-kartini-jadilah-agen-pemberantasan-korupsi</guid><pubDate>Jum'at 21 April 2017 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/21/337/1673081/pesan-pimpinan-wanita-kpk-di-hari-kartini-jadilah-agen-pemberantasan-korupsi-qSI92AmDxy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Pimpinan KOK, Basaria Panjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/21/337/1673081/pesan-pimpinan-wanita-kpk-di-hari-kartini-jadilah-agen-pemberantasan-korupsi-qSI92AmDxy.jpg</image><title>Wakil Pimpinan KOK, Basaria Panjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Raden Ayu Kartini, atau yang akrab disapa Raden Adjeng Kartini, sebuah nama yang tak asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya, mereka kalangan wanita. RA Kartini santer terdengar dalam sejarah Indonesia sebagai pelopor kebangkitan wanita.

Wanita kelahiran Jepara tahun 1879 tersebut merupakan Putri kelima dari seorang bangsawan bernama, Raden Mas Adipati&amp;lrm; Ario Sosroningrat. Meski lahir dari bangsa ningrat, Kartini justru banyak melahirkan pemikiran-pemikiran tajam untuk wanita pribumi.

Bukan hanya untuk kaum feminis, pemikiran yang dihasilkan Kartini juga fokus mempersoalkan serentetan permasalahan umum dan sosial di nusantara kala itu.

Satu dari sekian banyak pahlawan Indonesia di kalangan wanita, Kartini mampu menyalurkan pemikiran-pemikirannya lewat sebuah tulisan ke beberapa media massa. Berbekal kemampuannya dalam berbahasa Belanda, dia mulai memperjuangkan hak martabat kaum wanita pribumi lewat tulisan-tulisannya.

Tak heran apabila Kartini disebut sebagai salah satu tokoh yang fokus memperjuangkan emansipasi wanita pada masanya. Tulisannya mampu menembus eropa hingga dibaca oleh ribuan orang disana. Pada zamannya, memang wanita pribumi dipandang rendah oleh sebagian orang.

Beberapa budaya di Indonesia khususnya di Jawa, pada saat itu dirasakan Kartini menghambat ruang pola kebebasan untuk wanita. Namun, Kartini berhasil mendobrak diskriminasi-diskrimasi itu lewat surat-suratnya.

Salah satu hasil karya terbaiknya yang hingga kini masih sering menjadi pemicu semangat untuk kalangan wanita adalah tentang sebuah bukunya yang berjudul 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Buku tersebut merupakan kumpulan-kumpulan surat yang ditulis Kartini terkait kegelisahannya terhadap kondisi wanita pribumi.

Sayangnya, di usia muda, Kartini harus berpulang ke rahmatullah tepat diumur 25 tahun.&amp;lrm; Atas pemikiran-pemikirannya tersebut, Soekarno, presiden pertama Indonesia, mengeluarkan surat keputusannya tertuang pada nomor 108 Tahun 1964.

Dalam keputusannya tersebut, Soekarno menetapkan RA. Kartini sebagai salah satu Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan &amp;lrm;tanggal 21 April yang merupakan hari lahir Kartini sebagai Hari Kartini atau juga hari emansipasi wanita.

Tepat pada hari ini, 21 April 2017, diperingati kembali Hari Kartini.  Namun memang, kondisi berbeda antara saat hidup di era RA Kartini  dengan saat ini. Tak sedikit wanita justru terjebak dalam&amp;lrm; beberapa  tindakan yang sifatnya berlawanan dengan hukum.

Beberapa wanita Indonesia saat ini justru turut masuk ke dalam  pusaran korupsi. Tercatat, ada beberapa wanita yang diduga ikut  melakukan rasuah bahkan sudah divonis melakukan &amp;lrm;tindak pidana korupsi

Seperti kasus yang melanda Artis sekaligus Politikus, Angelina  Sondakh. Dia sudah divonis bersalah atas perkara korupsi proyek  pembangunan Wisma Atlet Sea Games, di Palembang. &amp;lrm;Bukan hanya Angie,  terdapat sederet kasus yang juga menyeret kaum wanita.

Diantaranya, kasus yang menyeret mantan anggota DPR, Dewi Yasin Limpo  terkait penerimaan sejumlah uang dari pengusaha. Miranda S. Goeltom,  Mantan Deputi Gubernur BI ini, pernah terseret kasus suap cek pelawat  atau taveller cheque.

Ratu Atut Chosiyah, Mantan Gubernur Banten yang terseret kasus  korupsi sengketa Pilkada di Banten dan Lebak. Evy Susanti, Istri  Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho terseret perkara suap hakim PTUN  Medan. Damayanti Wisnu Putranti, Mantan Anggota DPR terseret kasus  korupsi pembangunan jalan KemenPUPR.

Kemudian kasus korupsi yang baru-baru ini terjadi yakni, kasus yang  menyeret Sri Hartini, Mantan Bupati Klaten, &amp;lrm;terkait kasus dugaan  jual-beli jabatan. Atty Suharty, Wali Kota Cimahi non-aktif, terseret  kasus korupsi proyek pembangunan tahap II Pasar Atas Baru, Cimahi.  Kemudian, anggota DPR Miryam S Haryani, ditetapkan tersangka pemberian  keterangan yang tidak benar pada persidangan perkara korupsi e-KTP.

Menanggapi sejumlah rentetan kasus korupsi yang menyeret kalangan  wanita membuat perjuangan RA Kartini mundur jauh kebelakang. Namun,  satu-satunya pimpinan wanita di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK), Basaria Panjaitan sempat juga menitipkan pesan untuk Hari Kartini  kali ini.

Selain agar tidak tersandung dalam pusaran korupsi, Basaria mengajak  para wanita Indonesia agar dapat menjadi agen perubahan dalam  memberantas korupsi. &quot; Mari berkomitmen dan berkata, pada hari kartini  ini, aku (wanita) mau menjadi agen perubahan dalam memberantas korupsi,&quot;  kata Basaria kepada Okezone.

Dalam hal ini, Basaria telah mencanangkan program untuk kaum wanita  dengan nama SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi). &quot;Ini merupak&amp;lrm;an program  pencegahan korupsi KPK yang sudah menyebar di seluruh provinsi  Indonesia,&quot; sambungnya.

Terakhir, di juga mengucapkan selamat hari lahir kartini kepada  seluruh wanita yang ada di Indonesia. &quot;Selamat Hari Kartini, Perempuan  hebat Indonesia,&quot; imbuhnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Raden Ayu Kartini, atau yang akrab disapa Raden Adjeng Kartini, sebuah nama yang tak asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya, mereka kalangan wanita. RA Kartini santer terdengar dalam sejarah Indonesia sebagai pelopor kebangkitan wanita.

Wanita kelahiran Jepara tahun 1879 tersebut merupakan Putri kelima dari seorang bangsawan bernama, Raden Mas Adipati&amp;lrm; Ario Sosroningrat. Meski lahir dari bangsa ningrat, Kartini justru banyak melahirkan pemikiran-pemikiran tajam untuk wanita pribumi.

Bukan hanya untuk kaum feminis, pemikiran yang dihasilkan Kartini juga fokus mempersoalkan serentetan permasalahan umum dan sosial di nusantara kala itu.

Satu dari sekian banyak pahlawan Indonesia di kalangan wanita, Kartini mampu menyalurkan pemikiran-pemikirannya lewat sebuah tulisan ke beberapa media massa. Berbekal kemampuannya dalam berbahasa Belanda, dia mulai memperjuangkan hak martabat kaum wanita pribumi lewat tulisan-tulisannya.

Tak heran apabila Kartini disebut sebagai salah satu tokoh yang fokus memperjuangkan emansipasi wanita pada masanya. Tulisannya mampu menembus eropa hingga dibaca oleh ribuan orang disana. Pada zamannya, memang wanita pribumi dipandang rendah oleh sebagian orang.

Beberapa budaya di Indonesia khususnya di Jawa, pada saat itu dirasakan Kartini menghambat ruang pola kebebasan untuk wanita. Namun, Kartini berhasil mendobrak diskriminasi-diskrimasi itu lewat surat-suratnya.

Salah satu hasil karya terbaiknya yang hingga kini masih sering menjadi pemicu semangat untuk kalangan wanita adalah tentang sebuah bukunya yang berjudul 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Buku tersebut merupakan kumpulan-kumpulan surat yang ditulis Kartini terkait kegelisahannya terhadap kondisi wanita pribumi.

Sayangnya, di usia muda, Kartini harus berpulang ke rahmatullah tepat diumur 25 tahun.&amp;lrm; Atas pemikiran-pemikirannya tersebut, Soekarno, presiden pertama Indonesia, mengeluarkan surat keputusannya tertuang pada nomor 108 Tahun 1964.

Dalam keputusannya tersebut, Soekarno menetapkan RA. Kartini sebagai salah satu Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan &amp;lrm;tanggal 21 April yang merupakan hari lahir Kartini sebagai Hari Kartini atau juga hari emansipasi wanita.

Tepat pada hari ini, 21 April 2017, diperingati kembali Hari Kartini.  Namun memang, kondisi berbeda antara saat hidup di era RA Kartini  dengan saat ini. Tak sedikit wanita justru terjebak dalam&amp;lrm; beberapa  tindakan yang sifatnya berlawanan dengan hukum.

Beberapa wanita Indonesia saat ini justru turut masuk ke dalam  pusaran korupsi. Tercatat, ada beberapa wanita yang diduga ikut  melakukan rasuah bahkan sudah divonis melakukan &amp;lrm;tindak pidana korupsi

Seperti kasus yang melanda Artis sekaligus Politikus, Angelina  Sondakh. Dia sudah divonis bersalah atas perkara korupsi proyek  pembangunan Wisma Atlet Sea Games, di Palembang. &amp;lrm;Bukan hanya Angie,  terdapat sederet kasus yang juga menyeret kaum wanita.

Diantaranya, kasus yang menyeret mantan anggota DPR, Dewi Yasin Limpo  terkait penerimaan sejumlah uang dari pengusaha. Miranda S. Goeltom,  Mantan Deputi Gubernur BI ini, pernah terseret kasus suap cek pelawat  atau taveller cheque.

Ratu Atut Chosiyah, Mantan Gubernur Banten yang terseret kasus  korupsi sengketa Pilkada di Banten dan Lebak. Evy Susanti, Istri  Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho terseret perkara suap hakim PTUN  Medan. Damayanti Wisnu Putranti, Mantan Anggota DPR terseret kasus  korupsi pembangunan jalan KemenPUPR.

Kemudian kasus korupsi yang baru-baru ini terjadi yakni, kasus yang  menyeret Sri Hartini, Mantan Bupati Klaten, &amp;lrm;terkait kasus dugaan  jual-beli jabatan. Atty Suharty, Wali Kota Cimahi non-aktif, terseret  kasus korupsi proyek pembangunan tahap II Pasar Atas Baru, Cimahi.  Kemudian, anggota DPR Miryam S Haryani, ditetapkan tersangka pemberian  keterangan yang tidak benar pada persidangan perkara korupsi e-KTP.

Menanggapi sejumlah rentetan kasus korupsi yang menyeret kalangan  wanita membuat perjuangan RA Kartini mundur jauh kebelakang. Namun,  satu-satunya pimpinan wanita di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK), Basaria Panjaitan sempat juga menitipkan pesan untuk Hari Kartini  kali ini.

Selain agar tidak tersandung dalam pusaran korupsi, Basaria mengajak  para wanita Indonesia agar dapat menjadi agen perubahan dalam  memberantas korupsi. &quot; Mari berkomitmen dan berkata, pada hari kartini  ini, aku (wanita) mau menjadi agen perubahan dalam memberantas korupsi,&quot;  kata Basaria kepada Okezone.

Dalam hal ini, Basaria telah mencanangkan program untuk kaum wanita  dengan nama SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi). &quot;Ini merupak&amp;lrm;an program  pencegahan korupsi KPK yang sudah menyebar di seluruh provinsi  Indonesia,&quot; sambungnya.

Terakhir, di juga mengucapkan selamat hari lahir kartini kepada  seluruh wanita yang ada di Indonesia. &quot;Selamat Hari Kartini, Perempuan  hebat Indonesia,&quot; imbuhnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
