<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lantamal IV Tangkap Dua Kapal Tanker Asing yang Kabur dari Sitaan Malaysia</title><description>WFQR  Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menangkap dua Tanker MT Brama Ocean  berbendera Malabo 314 GT dan MT Orca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/26/340/1676502/lantamal-iv-tangkap-dua-kapal-tanker-asing-yang-kabur-dari-sitaan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/26/340/1676502/lantamal-iv-tangkap-dua-kapal-tanker-asing-yang-kabur-dari-sitaan-malaysia"/><item><title>Lantamal IV Tangkap Dua Kapal Tanker Asing yang Kabur dari Sitaan Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/26/340/1676502/lantamal-iv-tangkap-dua-kapal-tanker-asing-yang-kabur-dari-sitaan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/26/340/1676502/lantamal-iv-tangkap-dua-kapal-tanker-asing-yang-kabur-dari-sitaan-malaysia</guid><pubDate>Rabu 26 April 2017 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/26/340/1676502/lantamal-iv-tangkap-dua-kapal-tanker-asing-yang-kabur-dari-sitaan-malaysia-Lpb3Q2Dpi9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/26/340/1676502/lantamal-iv-tangkap-dua-kapal-tanker-asing-yang-kabur-dari-sitaan-malaysia-Lpb3Q2Dpi9.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>TANJUNGPINANG - Tim Western Fleet Quick Response Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (WFQR  Lantamal IV) Tanjungpinang berhasil menangkap dua Tanker MT Brama Ocean  berbendera Malabo 314 GT dan MT Orca berbendera Fiji 127 GT. Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, di  Tanjungpinang, Selasa 25 April 2017 mengatakan, kedua kapal tanker yang ditangkap Tim  WFQR itu dibawa kabur dari tahanan Agensi Penguatkuasaan Maritim  Malaysia (APMM) dari Tanjung Penyusop Kota Tinggi, Malaysia. &quot;Peristiwa berawal, APMM mengirimkan informasi kepada saya bahwa kapal  tangkapan APMM (MT Brama Ocean dan MT Orca) telah hilang atau dilarikan.  Kemudian laporan ditindaklanjuti,&quot; katanya. Eko  memerintahkan anggotanya untuk mengumpulkan data terhadap adanya  kemungkinan MT Brama Ocean dan MT Orca berlayar masuk menuju perairan  Batam, Bintan dan Karimun. Selain itu, ia juga memerintahkan Asisten  Operasional Lantamal IV Kolonel Laut (P) May Franky Sihombing menyiapkan  petugas patroli, dan membuat sektor penyekatan di perairan Batam,  Bintan dan Karimun. May Franky Sihombing dan Asisten  Intelijen Lantamal IV Kolonel Laut (E) Iwan S bergerak cepat,  mengerahkan unsur patroli dari Kapal Angkatan Laut (KAL) Anakonda, KAL  Mapor, Sea Rider dan tiga unsur Patroli Keamanan Laut Satuan Keamanan  Laut Lantamal IV. Aksi penyekatan dilakukan di Selat Riau,  utara Batam dan Selat Durian yang diperkirakan kedua kapal akan melewati  perairan tersebut. Tidak mau kehilangan buruannya, seluruh  unsur patroli dan jaringan intelijen di laut melaksanakan tugas di  sektor masing-masing untuk melakukan perburuan terhadap target operasi. &quot;Akhirnya Tim WFQR 4 Lantamal IV pada hari Minggu 23 April telah  menemukan titik terang keberadaan MT Brama Ocean dan MT Orca, yang  melarikan dari tahanan Malaysia, Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla bergerak  cepat dengan menggunakan Sea Rider yang dipimpin langsung Asintel  Danlantamal IV turun langsung dan on board melaksanakan penyisiran di  sekitar Tanjung Uma Batam,&quot; ujarnya. Eko menambahkan, dari  kejauhan petugas di Sea Rider melihat siluet kapal mini tanker  mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma, Batam. Selanjutnya Sea  Rider melaksanakan pendekatan menuju kapal mini tanker tersebut untuk  memeriksa. &quot;Berbekal data-data kapal yang dikirimkan APMM  Malaysia mempunyai kesesuaian dan kecocokan. Dari ciri-ciri kapal  tangker tersebut mirip dengan informasi yang diperoleh dari APMM  Malaysia namun beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas  kapal dan akhirnya dilaksanakan pemeriksaan kapal MT Orca,&quot; ujarnya. Danlantamal menjelaskan, saat dilaksanakan pemeriksaan posisi kapal  sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uma, dan di atas kapal terdapat   1 orang yang berinisial M. Tim berhasil mengorek keterangan yang  bersangkutan bahwa seluruh ABK berjumlah 6 orang, namun lima di  antaranya masih berada di darat. &quot;Yang bersangkutan mengakui sudah sebulan berada di MT Orca pada saat masih berada di perairan Malaysia,&quot; katanya.Saat dilaksanakan pemeriksaan lanjutan, ternyata MT Brama Ocean  sandar  pada MT Orca yang sedang lego jangkar. Di atas kapal itu terdapat  empat  orang yang terdiri dari seorang nakhoda dan tiga anak buah kapal. Dari pengakuan kelima orang tersebut, nahkoda dan anak buah kapal   sudah lama mengetahui permasalahan di kapal tersebut. Terkait penahanan   kapal oleh APMM Malaysia lalu melarikan diri dengan menggunakan kedua   kapal tersebut atas perintah A (30), WNI. Modus membawa  kedua  kapal yaitu MT Orca dan MT Brama Ocean tiba di perairan Tanjung  Uma  Batam pada hari Sabtu 22 April 07.00 WIB dengan cara MT Orca   menggandeng MT Brama Ocean dari perairan Malaysia menuju perairan   Tanjung Uma Batam. Hasil pengecekan fisik MT Orca dan MT  Brama  Ocean untuk nama kapal pada lambung kanan dan kiri haluan kapal  telah  dihilangkan dengan cara di cat warna hitam dan kelima orang yang  masih  di atas kapal menyaksikan pengecetan tersebut setibanya di  perairan  Tanjung Uma Batam. Sampai saat ini kedua kapal MT  Orca dan MT Brama Ocean telah diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako  Lantamal IV Tanjungpinang.</description><content:encoded>TANJUNGPINANG - Tim Western Fleet Quick Response Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (WFQR  Lantamal IV) Tanjungpinang berhasil menangkap dua Tanker MT Brama Ocean  berbendera Malabo 314 GT dan MT Orca berbendera Fiji 127 GT. Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, di  Tanjungpinang, Selasa 25 April 2017 mengatakan, kedua kapal tanker yang ditangkap Tim  WFQR itu dibawa kabur dari tahanan Agensi Penguatkuasaan Maritim  Malaysia (APMM) dari Tanjung Penyusop Kota Tinggi, Malaysia. &quot;Peristiwa berawal, APMM mengirimkan informasi kepada saya bahwa kapal  tangkapan APMM (MT Brama Ocean dan MT Orca) telah hilang atau dilarikan.  Kemudian laporan ditindaklanjuti,&quot; katanya. Eko  memerintahkan anggotanya untuk mengumpulkan data terhadap adanya  kemungkinan MT Brama Ocean dan MT Orca berlayar masuk menuju perairan  Batam, Bintan dan Karimun. Selain itu, ia juga memerintahkan Asisten  Operasional Lantamal IV Kolonel Laut (P) May Franky Sihombing menyiapkan  petugas patroli, dan membuat sektor penyekatan di perairan Batam,  Bintan dan Karimun. May Franky Sihombing dan Asisten  Intelijen Lantamal IV Kolonel Laut (E) Iwan S bergerak cepat,  mengerahkan unsur patroli dari Kapal Angkatan Laut (KAL) Anakonda, KAL  Mapor, Sea Rider dan tiga unsur Patroli Keamanan Laut Satuan Keamanan  Laut Lantamal IV. Aksi penyekatan dilakukan di Selat Riau,  utara Batam dan Selat Durian yang diperkirakan kedua kapal akan melewati  perairan tersebut. Tidak mau kehilangan buruannya, seluruh  unsur patroli dan jaringan intelijen di laut melaksanakan tugas di  sektor masing-masing untuk melakukan perburuan terhadap target operasi. &quot;Akhirnya Tim WFQR 4 Lantamal IV pada hari Minggu 23 April telah  menemukan titik terang keberadaan MT Brama Ocean dan MT Orca, yang  melarikan dari tahanan Malaysia, Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla bergerak  cepat dengan menggunakan Sea Rider yang dipimpin langsung Asintel  Danlantamal IV turun langsung dan on board melaksanakan penyisiran di  sekitar Tanjung Uma Batam,&quot; ujarnya. Eko menambahkan, dari  kejauhan petugas di Sea Rider melihat siluet kapal mini tanker  mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma, Batam. Selanjutnya Sea  Rider melaksanakan pendekatan menuju kapal mini tanker tersebut untuk  memeriksa. &quot;Berbekal data-data kapal yang dikirimkan APMM  Malaysia mempunyai kesesuaian dan kecocokan. Dari ciri-ciri kapal  tangker tersebut mirip dengan informasi yang diperoleh dari APMM  Malaysia namun beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas  kapal dan akhirnya dilaksanakan pemeriksaan kapal MT Orca,&quot; ujarnya. Danlantamal menjelaskan, saat dilaksanakan pemeriksaan posisi kapal  sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uma, dan di atas kapal terdapat   1 orang yang berinisial M. Tim berhasil mengorek keterangan yang  bersangkutan bahwa seluruh ABK berjumlah 6 orang, namun lima di  antaranya masih berada di darat. &quot;Yang bersangkutan mengakui sudah sebulan berada di MT Orca pada saat masih berada di perairan Malaysia,&quot; katanya.Saat dilaksanakan pemeriksaan lanjutan, ternyata MT Brama Ocean  sandar  pada MT Orca yang sedang lego jangkar. Di atas kapal itu terdapat  empat  orang yang terdiri dari seorang nakhoda dan tiga anak buah kapal. Dari pengakuan kelima orang tersebut, nahkoda dan anak buah kapal   sudah lama mengetahui permasalahan di kapal tersebut. Terkait penahanan   kapal oleh APMM Malaysia lalu melarikan diri dengan menggunakan kedua   kapal tersebut atas perintah A (30), WNI. Modus membawa  kedua  kapal yaitu MT Orca dan MT Brama Ocean tiba di perairan Tanjung  Uma  Batam pada hari Sabtu 22 April 07.00 WIB dengan cara MT Orca   menggandeng MT Brama Ocean dari perairan Malaysia menuju perairan   Tanjung Uma Batam. Hasil pengecekan fisik MT Orca dan MT  Brama  Ocean untuk nama kapal pada lambung kanan dan kiri haluan kapal  telah  dihilangkan dengan cara di cat warna hitam dan kelima orang yang  masih  di atas kapal menyaksikan pengecetan tersebut setibanya di  perairan  Tanjung Uma Batam. Sampai saat ini kedua kapal MT  Orca dan MT Brama Ocean telah diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako  Lantamal IV Tanjungpinang.</content:encoded></item></channel></rss>
