<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asyik... 62 Anak Penyu Dilepas di Pantai Pasir Panjang</title><description>Sebanyak 62 ekor bayi penyu (tukik) dilepas ke habitatnya di sepanjang  pesisir Pantai Pasir Panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/28/340/1678485/asyik-62-anak-penyu-dilepas-di-pantai-pasir-panjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/04/28/340/1678485/asyik-62-anak-penyu-dilepas-di-pantai-pasir-panjang"/><item><title>Asyik... 62 Anak Penyu Dilepas di Pantai Pasir Panjang</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/04/28/340/1678485/asyik-62-anak-penyu-dilepas-di-pantai-pasir-panjang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/04/28/340/1678485/asyik-62-anak-penyu-dilepas-di-pantai-pasir-panjang</guid><pubDate>Jum'at 28 April 2017 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/28/340/1678485/asyik-62-anak-penyu-dilepas-di-pantai-pasir-panjang-8P4n3Mn23G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/28/340/1678485/asyik-62-anak-penyu-dilepas-di-pantai-pasir-panjang-8P4n3Mn23G.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>KUPANG - Sebanyak 62 ekor bayi penyu (tukik) dilepas ke habitatnya di sepanjang  pesisir Pantai Pasir Panjang pada Jumat (28/4/2017) pagi, dalam rangka  memperingati Hari Bumi yang sudah jatuh pada Sabtu (22/4). &quot;Kegiatan pelepasan bayi penyu atau tukik ini dalam rangka  memperingati hari bumi, dan walaupun sudah lewat tetapi kita tetap  memperingatinya,&quot; kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional  (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji di Kupang. Ia  menjelaskan, puluhan tukik itu merupakan hasil budi daya yang dilakukan  oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT di tempat  penangkaran di Oetune, Kabupaten Timor Tengah Selatan.Puluhan masyarakat berbaris di sepanjang pantai. Masing-masing orang memegang satu ekor tukik, kemudian bersama-sama melepas ke pantai. Hadir dalam pelepasan tukik tersebut sejumlah pihak dari dari BKKPN,  anggota Lantamal VII Kupang, serta Wakil Komandan Lantamal VII Kupang  Kolonel Laut (P) Franciscus Herman. Tak hanya itu, sejumlah tukik itu juga dilepas oleh puluhan mahasiswa, serta pelajar di Kota Kupang. Anita seorang mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira  mengaku senang karena bisa melepas tukik bersama sejumlah  teman-temannya. &quot;Ini kedua kali saya melepas tulik ke  pantai. Selain lucu dan mengemaskan hal ini mengajarkan kita untuk  menjaga dan melindungi hewan-hewan laut yang memang habitatnya berada di  laut,&quot; tuturnya. Menurutnya, banyak orang yang selalu  merusak laut dan tidak mengerti bahwa hewan laut harus berada di laut,  bukan dikembangbiakkan kemudian dijual bebas. Iapun  berharap pemerintah mempunyai ketegasan soal perlindungan  terhadap hewan laut, sehingga para perusak laut bisa dihukum sesuai  dengan perbuatan mereka. Ikram yang ditemui di sela-sela  kegiatan tersebut juga mengatakan tema yang diusung dalam kegiatan ini  adalah 'Pesan Dari NTT untuk Dunia Jang Ada Lai Sampah di Laut'. Tema tersebut lanjutnya bertujuan agar bumi sebagai tempat tinggal  hendaknya selalu dijaga tidak hanya di darat, tetapi juga di laut,  karena memang potensi sampah lebih besar dari sampah yang dihasilkan di  darat. Tak hanya kegiatan pada hari ini, sebelumnya juga  pihaknya telah melakukan bersih-bersih sampah bawah laut. Dan hasilnya  kurang lebih 50 kilogram sampah dikumpulkan.</description><content:encoded>KUPANG - Sebanyak 62 ekor bayi penyu (tukik) dilepas ke habitatnya di sepanjang  pesisir Pantai Pasir Panjang pada Jumat (28/4/2017) pagi, dalam rangka  memperingati Hari Bumi yang sudah jatuh pada Sabtu (22/4). &quot;Kegiatan pelepasan bayi penyu atau tukik ini dalam rangka  memperingati hari bumi, dan walaupun sudah lewat tetapi kita tetap  memperingatinya,&quot; kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional  (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji di Kupang. Ia  menjelaskan, puluhan tukik itu merupakan hasil budi daya yang dilakukan  oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT di tempat  penangkaran di Oetune, Kabupaten Timor Tengah Selatan.Puluhan masyarakat berbaris di sepanjang pantai. Masing-masing orang memegang satu ekor tukik, kemudian bersama-sama melepas ke pantai. Hadir dalam pelepasan tukik tersebut sejumlah pihak dari dari BKKPN,  anggota Lantamal VII Kupang, serta Wakil Komandan Lantamal VII Kupang  Kolonel Laut (P) Franciscus Herman. Tak hanya itu, sejumlah tukik itu juga dilepas oleh puluhan mahasiswa, serta pelajar di Kota Kupang. Anita seorang mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira  mengaku senang karena bisa melepas tukik bersama sejumlah  teman-temannya. &quot;Ini kedua kali saya melepas tulik ke  pantai. Selain lucu dan mengemaskan hal ini mengajarkan kita untuk  menjaga dan melindungi hewan-hewan laut yang memang habitatnya berada di  laut,&quot; tuturnya. Menurutnya, banyak orang yang selalu  merusak laut dan tidak mengerti bahwa hewan laut harus berada di laut,  bukan dikembangbiakkan kemudian dijual bebas. Iapun  berharap pemerintah mempunyai ketegasan soal perlindungan  terhadap hewan laut, sehingga para perusak laut bisa dihukum sesuai  dengan perbuatan mereka. Ikram yang ditemui di sela-sela  kegiatan tersebut juga mengatakan tema yang diusung dalam kegiatan ini  adalah 'Pesan Dari NTT untuk Dunia Jang Ada Lai Sampah di Laut'. Tema tersebut lanjutnya bertujuan agar bumi sebagai tempat tinggal  hendaknya selalu dijaga tidak hanya di darat, tetapi juga di laut,  karena memang potensi sampah lebih besar dari sampah yang dihasilkan di  darat. Tak hanya kegiatan pada hari ini, sebelumnya juga  pihaknya telah melakukan bersih-bersih sampah bawah laut. Dan hasilnya  kurang lebih 50 kilogram sampah dikumpulkan.</content:encoded></item></channel></rss>
