<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>May Day, Ini Aksi Buruh Sedunia Turun ke Jalan</title><description>Tak hanya di Indonesia, puluhan ribu buruh turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/01/18/1680620/may-day-ini-aksi-buruh-sedunia-turun-ke-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/01/18/1680620/may-day-ini-aksi-buruh-sedunia-turun-ke-jalan"/><item><title>May Day, Ini Aksi Buruh Sedunia Turun ke Jalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/01/18/1680620/may-day-ini-aksi-buruh-sedunia-turun-ke-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/01/18/1680620/may-day-ini-aksi-buruh-sedunia-turun-ke-jalan</guid><pubDate>Senin 01 Mei 2017 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/01/18/1680620/may-day-ini-aksi-buruh-sedunia-turun-ke-jalan-9sxrhB1gmp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buruh di Turki turun ke jalan dalam aksi di Hari Buruh Internasional atau May Day 2017. (Foto: Getty Images/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/01/18/1680620/may-day-ini-aksi-buruh-sedunia-turun-ke-jalan-9sxrhB1gmp.jpg</image><title>Buruh di Turki turun ke jalan dalam aksi di Hari Buruh Internasional atau May Day 2017. (Foto: Getty Images/AFP)</title></images><description>ISTANBUL - Para pekerja dan aktivis menandai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan turun ke jalan dalam sejumlah aksi, Senin (1/5/2017). Mereka mendesak diberikannya upah dan lingkungan kerja yang lebih baik.

Beberapa negara merayakan Hari Buruh Internasional dengan memberikan libur nasional. Meski demikian, beberapa negara melarang digelarnya aksi yang dapat mengarah ke kekacauan.

Berikut gambaran beberapa aksi May Day di penjuru dunia, seperti dirangkum Associated Press, dan dilansir Time, Senin (1/4/2017).

Turki
Polisi di Istanbul menahan lebih dari 70 orang yang mencoba berjalan ke Taksim Square dalam aksi May Day. Otoritas Turki melarang berbagai aksi di alun-alun tersebut selama tiga tahun terakhir. Polisi memblokir semua jalan masuk dan hanya mengizinkan sekelompok kecil perwakilan buruh untuk meletakkan karangan bunga di monumen.

Taksim memiliki nilai simbolis untuk pergerakan buruh Turki. Pada 1977, berondongan peluru ditembakkan ke kerumuman peserta aksi May Day dan menewaskan 34 orang.

Serikat buruh dari perusahaan besar sepakat menggelar aksi ke berbagai instansi pemerintah. Namun hanya sedikit yang diharapkan mencapai Taksim.Kamboja
Polisi antihuru-hara berjaga-jaga seiring lebih dari 1.000 buruh garmen menggelar aksi long march untuk memperingati May Day. Mereka mengabaikan larangan pemerintah dan berupaya mengantarkan petisi ke Majelis Nasional di Phnom Penh. Melalui petisi tersebut, para pekerja mendesak diberikannya upah minimum yang lebih tinggi dan kebebasan dalam berserikat.

Para peserta aksi memenuhi jalan dan berhasil mendekati komplek parlemen. Namun mereka dihentikan oleh barikade dan barisan polisi yang memegang tongkat pemukul, perisai dan senjata penembak gas air mata. Aksi ini bisa didamaikan setelah beberapa jam kemudian perwakilan anggota parlemen menemui para buruh dan menerima petisi yang mereka ajukan.

Para pekerja berasal dari Koalisi Pekerja Garmen Kamboja. Di antara tuntutan mereka adalah ditingkatkannya upah minimum dari USD153 menjadi USD208 per bulan. Industri baju dan alas kaki merupakan pengekspor terbesar di Kamboja.Yunani
 
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen Yunani, dan serikat pekerja bersiap untuk langkah-langkah penghematan lebih yang diberlakukan oleh pemberi pinjaman bailout. Ribuan pekerja lainnya menggelar mogok nasional guna memperingati May Day.

Saat demonstrasi dimulai, pejabat pemerintah dan perwakilan para kreditor bailout bersiap menggelar pembicaraan di sebuah hotel di Athena. Pembicaraan ini diharapkan dapat selesai  dan menghasilkan keputusan tentang rencana tambahan potongan pensiun dan kenaikan pajak untuk Yunani.

Serikat buruh terbesar di Yunani, GSEE, telah mengagendakan mogok nasional pada 17 Mei untuk memprotes paket penghematan.

Filipina
Ribuan aktivis sayap kiri dan pekerja di Filipina menggelar unjuk rasa untuk mendesak kenaikan gaji minimum dan diakhirinya kontrak kerja yang merugikan pekerja. Para pengunjuk rasa di Manila juga memprotes dugaan pembunuhan di luar proses hukum yang dilakukan Presiden Rodrigo Duterte atas nama pemberantasan narkoba.</description><content:encoded>ISTANBUL - Para pekerja dan aktivis menandai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan turun ke jalan dalam sejumlah aksi, Senin (1/5/2017). Mereka mendesak diberikannya upah dan lingkungan kerja yang lebih baik.

Beberapa negara merayakan Hari Buruh Internasional dengan memberikan libur nasional. Meski demikian, beberapa negara melarang digelarnya aksi yang dapat mengarah ke kekacauan.

Berikut gambaran beberapa aksi May Day di penjuru dunia, seperti dirangkum Associated Press, dan dilansir Time, Senin (1/4/2017).

Turki
Polisi di Istanbul menahan lebih dari 70 orang yang mencoba berjalan ke Taksim Square dalam aksi May Day. Otoritas Turki melarang berbagai aksi di alun-alun tersebut selama tiga tahun terakhir. Polisi memblokir semua jalan masuk dan hanya mengizinkan sekelompok kecil perwakilan buruh untuk meletakkan karangan bunga di monumen.

Taksim memiliki nilai simbolis untuk pergerakan buruh Turki. Pada 1977, berondongan peluru ditembakkan ke kerumuman peserta aksi May Day dan menewaskan 34 orang.

Serikat buruh dari perusahaan besar sepakat menggelar aksi ke berbagai instansi pemerintah. Namun hanya sedikit yang diharapkan mencapai Taksim.Kamboja
Polisi antihuru-hara berjaga-jaga seiring lebih dari 1.000 buruh garmen menggelar aksi long march untuk memperingati May Day. Mereka mengabaikan larangan pemerintah dan berupaya mengantarkan petisi ke Majelis Nasional di Phnom Penh. Melalui petisi tersebut, para pekerja mendesak diberikannya upah minimum yang lebih tinggi dan kebebasan dalam berserikat.

Para peserta aksi memenuhi jalan dan berhasil mendekati komplek parlemen. Namun mereka dihentikan oleh barikade dan barisan polisi yang memegang tongkat pemukul, perisai dan senjata penembak gas air mata. Aksi ini bisa didamaikan setelah beberapa jam kemudian perwakilan anggota parlemen menemui para buruh dan menerima petisi yang mereka ajukan.

Para pekerja berasal dari Koalisi Pekerja Garmen Kamboja. Di antara tuntutan mereka adalah ditingkatkannya upah minimum dari USD153 menjadi USD208 per bulan. Industri baju dan alas kaki merupakan pengekspor terbesar di Kamboja.Yunani
 
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen Yunani, dan serikat pekerja bersiap untuk langkah-langkah penghematan lebih yang diberlakukan oleh pemberi pinjaman bailout. Ribuan pekerja lainnya menggelar mogok nasional guna memperingati May Day.

Saat demonstrasi dimulai, pejabat pemerintah dan perwakilan para kreditor bailout bersiap menggelar pembicaraan di sebuah hotel di Athena. Pembicaraan ini diharapkan dapat selesai  dan menghasilkan keputusan tentang rencana tambahan potongan pensiun dan kenaikan pajak untuk Yunani.

Serikat buruh terbesar di Yunani, GSEE, telah mengagendakan mogok nasional pada 17 Mei untuk memprotes paket penghematan.

Filipina
Ribuan aktivis sayap kiri dan pekerja di Filipina menggelar unjuk rasa untuk mendesak kenaikan gaji minimum dan diakhirinya kontrak kerja yang merugikan pekerja. Para pengunjuk rasa di Manila juga memprotes dugaan pembunuhan di luar proses hukum yang dilakukan Presiden Rodrigo Duterte atas nama pemberantasan narkoba.</content:encoded></item></channel></rss>
