<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makna May Day Bagi Ketua DPR Setya Novanto</title><description>Setya Novanto meminta agar May Day tak sekadar menjadi kegiatan seremonial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/01/337/1680398/makna-may-day-bagi-ketua-dpr-setya-novanto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/01/337/1680398/makna-may-day-bagi-ketua-dpr-setya-novanto"/><item><title>Makna May Day Bagi Ketua DPR Setya Novanto</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/01/337/1680398/makna-may-day-bagi-ketua-dpr-setya-novanto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/01/337/1680398/makna-may-day-bagi-ketua-dpr-setya-novanto</guid><pubDate>Senin 01 Mei 2017 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/01/337/1680398/makna-may-day-bagi-ketua-dpr-setya-novanto-aCjqE8ZLTx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setya Novanto (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/01/337/1680398/makna-may-day-bagi-ketua-dpr-setya-novanto-aCjqE8ZLTx.jpg</image><title>Setya Novanto (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hari Buruh Sedunia atau juga dikenal sebagai May Day jatuh setiap 1 Mei. Ini merupakan perayaan sekaligus hari peringatan bagi seluruh pekerja di dunia. Oleh karena itu, biasanya pada hari seperti ini kebanyakan negara menetapkannya sebagai hari libur.

Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Setya Novanto menyatakan harapannya. Dia meminta agar May Day tak sekadar menjadi kegiatan seremonial.

&amp;ldquo;Akan tetapi, esensi May Day bisa dimaknai begitu mendalam,&amp;rdquo; harapnya dalam pernyataan pers yang diterima Okezone, Senin (1/5/2017).

Bagi Ketua Umum Partai Golongan Karya itu, Hari Buruh selayaknya menjadi waktu bagi semua pihak merenungkan teladan dan pelajaran berharga yang bisa dipetik dari perjuangan para pekerja terdahulu. Bagaimana pada masa itu, semangat perjuangan kaum pekerja begitu tinggi.

Setnov melihat sendiri, hingga sekarang, mereka tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan hak-haknya. Di sisi lain, ia salut karena para pekerja itu menyuarakan haknya setelah lebih dulu menunaikan kewajibannya.

&amp;ldquo;Seingat saya dulu tuntutan utama dari para pekerja adalah waktu kerja yang lebih manusiawi, yaitu delapan jam,&amp;rdquo; kenangnya.

Pria kelahiran Bandung tersebut memaparkan, angka delapan jam itu berdasarkan pembagian tiga waktu (triple day) pada 1 hari yang terdiri dari 24 jam. Setnov sepakat bahwa pembagian waktu itu penting, karena delapan jam bisa untuk kerja, delapan jam untuk beristirahat dan delapan jam lain untuk berekreasi atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

&amp;ldquo;Pembagian waktu itu baik adanya sehingga para pekerja memiliki waktu untuk belajar guna meningkatkan pengetahuannya, waktu mengurus kehidupan pribadi, religi bersama keluarga, serta waktu untuk bersosialisasi dengan masyarakat lainnya,&amp;rdquo; terang dia.

Setnov menekankan isu pembatasan waktu kerja maksimal delapan jam per hari itu adalah nilai terpenting dalam sejarah May Day. Meskipun sampai sekarang, masih saja ada pekerja yang bekerja lebih dari ketentuan tersebut.

&amp;ldquo;Itu memang perjuangan panjang kaum pekerja, sejak dulu hingga saat ini,&amp;rdquo; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Buruh Sedunia atau juga dikenal sebagai May Day jatuh setiap 1 Mei. Ini merupakan perayaan sekaligus hari peringatan bagi seluruh pekerja di dunia. Oleh karena itu, biasanya pada hari seperti ini kebanyakan negara menetapkannya sebagai hari libur.

Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Setya Novanto menyatakan harapannya. Dia meminta agar May Day tak sekadar menjadi kegiatan seremonial.

&amp;ldquo;Akan tetapi, esensi May Day bisa dimaknai begitu mendalam,&amp;rdquo; harapnya dalam pernyataan pers yang diterima Okezone, Senin (1/5/2017).

Bagi Ketua Umum Partai Golongan Karya itu, Hari Buruh selayaknya menjadi waktu bagi semua pihak merenungkan teladan dan pelajaran berharga yang bisa dipetik dari perjuangan para pekerja terdahulu. Bagaimana pada masa itu, semangat perjuangan kaum pekerja begitu tinggi.

Setnov melihat sendiri, hingga sekarang, mereka tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan hak-haknya. Di sisi lain, ia salut karena para pekerja itu menyuarakan haknya setelah lebih dulu menunaikan kewajibannya.

&amp;ldquo;Seingat saya dulu tuntutan utama dari para pekerja adalah waktu kerja yang lebih manusiawi, yaitu delapan jam,&amp;rdquo; kenangnya.

Pria kelahiran Bandung tersebut memaparkan, angka delapan jam itu berdasarkan pembagian tiga waktu (triple day) pada 1 hari yang terdiri dari 24 jam. Setnov sepakat bahwa pembagian waktu itu penting, karena delapan jam bisa untuk kerja, delapan jam untuk beristirahat dan delapan jam lain untuk berekreasi atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

&amp;ldquo;Pembagian waktu itu baik adanya sehingga para pekerja memiliki waktu untuk belajar guna meningkatkan pengetahuannya, waktu mengurus kehidupan pribadi, religi bersama keluarga, serta waktu untuk bersosialisasi dengan masyarakat lainnya,&amp;rdquo; terang dia.

Setnov menekankan isu pembatasan waktu kerja maksimal delapan jam per hari itu adalah nilai terpenting dalam sejarah May Day. Meskipun sampai sekarang, masih saja ada pekerja yang bekerja lebih dari ketentuan tersebut.

&amp;ldquo;Itu memang perjuangan panjang kaum pekerja, sejak dulu hingga saat ini,&amp;rdquo; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
