<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kegiatan May Day Harus Lebih Produktif dan Menarik bagi Masyarakat</title><description>Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus mencari format perayaan May Day dengan aktivitas yang lebih produktif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/01/338/1680454/kegiatan-may-day-harus-lebih-produktif-dan-menarik-bagi-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/01/338/1680454/kegiatan-may-day-harus-lebih-produktif-dan-menarik-bagi-masyarakat"/><item><title>Kegiatan May Day Harus Lebih Produktif dan Menarik bagi Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/01/338/1680454/kegiatan-may-day-harus-lebih-produktif-dan-menarik-bagi-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/01/338/1680454/kegiatan-may-day-harus-lebih-produktif-dan-menarik-bagi-masyarakat</guid><pubDate>Senin 01 Mei 2017 14:47 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/01/338/1680454/kegiatan-may-day-harus-lebih-produktif-dan-menarik-bagi-masyarakat-vsmXETw0yq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menaker RI, Hanif Dhakiri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/01/338/1680454/kegiatan-may-day-harus-lebih-produktif-dan-menarik-bagi-masyarakat-vsmXETw0yq.jpg</image><title>Menaker RI, Hanif Dhakiri</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus mencari format perayaan May Day dengan aktivitas yang lebih produktif, berdayaguna dan memiliki daya tarik. Sehingga tidak menimbulkan kesan 'horor' yang membuat masyarakat justru menjauh.
&quot;Selama ini, publik mengesankan May Day itu sebagai hari yang menyeramkan, karena selalu diwarnai aksi demo dari kalangan buruh. Publik sering berpikir, kalau ada aksi demo itu jalanan macet, rusuh dan kesan seram lainnya. Nah, kita mendorong agar May Day diisi dengan kegiatan yang lebih produktif dan mendatang manfaat yang lebih baik buat para buruh,&quot; ungkap Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri.
Hal itu disampaikannya di sela peringatan hari buruh internasional 2017 dengan tema May Day is a Happy Day di eks Driving Range Golf Senayan di Jakarta, Senin (1/5/2017).
Hanif menjelaskan, kegiatan May Day sejatinya lebih ke arah aktivitas kreatif dan inovatif, sehingga kesan seram itu hilang dalam pikiran masyarakat.
&quot;Kan jumlah hari dalam setahun itu 360 hari, dan May Day itu hanya sehari. Kalau memang mau menyalurkan aspirasi dengan demo, bisa dilakukan di hari lainnya. Sedangkan di hari May Day ini sebaiknya diisi dengan kegiatan yang tidak lagi mengedepankan aksi demo,&quot; paparnya.
Ia menyebut, kegiatan yang dimaksud berupa kegiatan yang bernilai jual pariwisata, menyenangkan, dan memiliki daya tarik. Sehingga ketika kegiatan itu digelar, masyarakat akan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan, karena memang kemasannya menarik.
&quot;Dulu, setiap peringatan HUT RI diisi dengan karnaval, kegiatan yang positif dan kreatif. Kan masyarakat datang ingin menyaksikan, tidak ada kesan menakutkan. Nah, jika situasi dan kondisinya sudah seperti itu, kemasannya menarik, masyarakat hadir di sana, kan buruh bisa menyampaikan kampanye isu-isu yang ingin disampaikannya,&quot; papar Hanif.
Sebaliknya, lanjut dia, jika format May Day hanya sebatas aksi demo-demo, masyarakat nantinya malah akan menjauh dan buruh hanya berorasi untuk dirinya sendiri. Padahal, esensi aksi demo ialah aspiratif yakni untuk menarik perhatian publik.
&quot;Akhirnya, tujuan utamanya menarik simpati masyarakat tidak tersampaikan. Malah, yang didapat adalah antipati,&quot; sebutnya.
Pada peringatan May Day kali ini, Kemnaker RI bekerjasama dengan Serikat Pekerja/Buruh, dan sejumlah perusahaan menggelar panggung hiburan, yang diisi oleh festival band dari kalangan buruh dan grup band lainnya.
Sebelumnya, digelar poco-poco, pelepasan burung, balon, dan aneka bazar dari sejumlah perusahaan. Melalui panggung hiburan, ribuan buruh yang datang dari berbagai wilayah di Jabodetabek berjoget bersama. Di sela hiburan, para buruh menyempatkan berfoto selfie bersama Menteri Hanif Dhakiri dan para pejabat di Kemnaker.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus mencari format perayaan May Day dengan aktivitas yang lebih produktif, berdayaguna dan memiliki daya tarik. Sehingga tidak menimbulkan kesan 'horor' yang membuat masyarakat justru menjauh.
&quot;Selama ini, publik mengesankan May Day itu sebagai hari yang menyeramkan, karena selalu diwarnai aksi demo dari kalangan buruh. Publik sering berpikir, kalau ada aksi demo itu jalanan macet, rusuh dan kesan seram lainnya. Nah, kita mendorong agar May Day diisi dengan kegiatan yang lebih produktif dan mendatang manfaat yang lebih baik buat para buruh,&quot; ungkap Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri.
Hal itu disampaikannya di sela peringatan hari buruh internasional 2017 dengan tema May Day is a Happy Day di eks Driving Range Golf Senayan di Jakarta, Senin (1/5/2017).
Hanif menjelaskan, kegiatan May Day sejatinya lebih ke arah aktivitas kreatif dan inovatif, sehingga kesan seram itu hilang dalam pikiran masyarakat.
&quot;Kan jumlah hari dalam setahun itu 360 hari, dan May Day itu hanya sehari. Kalau memang mau menyalurkan aspirasi dengan demo, bisa dilakukan di hari lainnya. Sedangkan di hari May Day ini sebaiknya diisi dengan kegiatan yang tidak lagi mengedepankan aksi demo,&quot; paparnya.
Ia menyebut, kegiatan yang dimaksud berupa kegiatan yang bernilai jual pariwisata, menyenangkan, dan memiliki daya tarik. Sehingga ketika kegiatan itu digelar, masyarakat akan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan, karena memang kemasannya menarik.
&quot;Dulu, setiap peringatan HUT RI diisi dengan karnaval, kegiatan yang positif dan kreatif. Kan masyarakat datang ingin menyaksikan, tidak ada kesan menakutkan. Nah, jika situasi dan kondisinya sudah seperti itu, kemasannya menarik, masyarakat hadir di sana, kan buruh bisa menyampaikan kampanye isu-isu yang ingin disampaikannya,&quot; papar Hanif.
Sebaliknya, lanjut dia, jika format May Day hanya sebatas aksi demo-demo, masyarakat nantinya malah akan menjauh dan buruh hanya berorasi untuk dirinya sendiri. Padahal, esensi aksi demo ialah aspiratif yakni untuk menarik perhatian publik.
&quot;Akhirnya, tujuan utamanya menarik simpati masyarakat tidak tersampaikan. Malah, yang didapat adalah antipati,&quot; sebutnya.
Pada peringatan May Day kali ini, Kemnaker RI bekerjasama dengan Serikat Pekerja/Buruh, dan sejumlah perusahaan menggelar panggung hiburan, yang diisi oleh festival band dari kalangan buruh dan grup band lainnya.
Sebelumnya, digelar poco-poco, pelepasan burung, balon, dan aneka bazar dari sejumlah perusahaan. Melalui panggung hiburan, ribuan buruh yang datang dari berbagai wilayah di Jabodetabek berjoget bersama. Di sela hiburan, para buruh menyempatkan berfoto selfie bersama Menteri Hanif Dhakiri dan para pejabat di Kemnaker.</content:encoded></item></channel></rss>
