<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Turki Ancam Ucapkan 'Selamat Tinggal' pada Keanggotaan Uni Eropa</title><description>Presiden Turki mengancam akan meninggalkan harapan negaranya untuk bergabung Uni Eropa jika organisasi itu tidak memberikan kejelasannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/03/18/1682315/presiden-turki-ancam-ucapkan-selamat-tinggal-pada-keanggotaan-uni-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/03/18/1682315/presiden-turki-ancam-ucapkan-selamat-tinggal-pada-keanggotaan-uni-eropa"/><item><title>Presiden Turki Ancam Ucapkan 'Selamat Tinggal' pada Keanggotaan Uni Eropa</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/03/18/1682315/presiden-turki-ancam-ucapkan-selamat-tinggal-pada-keanggotaan-uni-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/03/18/1682315/presiden-turki-ancam-ucapkan-selamat-tinggal-pada-keanggotaan-uni-eropa</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2017 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/03/18/1682315/presiden-turki-ancam-ucapkan-selamat-tinggal-terhadap-keanggotaan-uni-eropa-BHBDB850Ob.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Presiden Turki Recep Tayip Erdogan memberikan pidato (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/03/18/1682315/presiden-turki-ancam-ucapkan-selamat-tinggal-terhadap-keanggotaan-uni-eropa-BHBDB850Ob.jpg</image><title>Foto Presiden Turki Recep Tayip Erdogan memberikan pidato (Foto: Reuters)</title></images><description>ANKARA &amp;ndash; Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan meninggalkan usaha negaranya untuk menjadi anggota penuh Uni Eropa jika organisasi antar-pemerintahan tersebut tidak membuka chapter/bab penerimaannya yang baru.
&amp;ldquo;Tidak ada pilihan yang selain membuka bab yang Anda tidak buka hingga sekarang. Jika Anda buka, bagus. Jika tidak, selamat tinggal,&amp;rdquo; ujar Erdogan pada pidatonya, sebagaimana dikutip dari Hurriyet Daily News, Rabu (3/5/2017).
Presiden Turki itu menyampaikan hal tersebut pada pidato resminya sebagai anggota partai penguasa Partai AKP. &amp;ldquo;Turki bukanlah penjaga pintu mereka (Uni Eropa),&amp;rdquo; tutur Erdogan.
Ia juga sempat menyatakan bahwa Uni Eropa pernah meminta Turki untuk mengakhiri status daruratnya. Erdogan mengklaim, Turki tak perlu meminta izin untuk menyatakan status darurat.
Permintaan ini disinyalir karena Uni Eropa prihatin dengan hak asasi manusia di Turki pascakudeta militer. Pasalnya, pemerintahan Erdogan bisa menangkap siapa saja yang diduga atau dituding menjadi simpatisan pihak yang disebut bertanggung jawab atas kudeta tersebut, Fethullah Gulen.
&amp;ldquo;Anda (Uni Eropa) pertama-tama harus membuka bab baru, penuhi janji Anda dan kita akan duduk di meja untuk berdiskusi. Jika tidak, kita tidak punya apa-apa untuk dibicarakan dengan Anda,&amp;rdquo; tambah Erdogan.</description><content:encoded>ANKARA &amp;ndash; Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan meninggalkan usaha negaranya untuk menjadi anggota penuh Uni Eropa jika organisasi antar-pemerintahan tersebut tidak membuka chapter/bab penerimaannya yang baru.
&amp;ldquo;Tidak ada pilihan yang selain membuka bab yang Anda tidak buka hingga sekarang. Jika Anda buka, bagus. Jika tidak, selamat tinggal,&amp;rdquo; ujar Erdogan pada pidatonya, sebagaimana dikutip dari Hurriyet Daily News, Rabu (3/5/2017).
Presiden Turki itu menyampaikan hal tersebut pada pidato resminya sebagai anggota partai penguasa Partai AKP. &amp;ldquo;Turki bukanlah penjaga pintu mereka (Uni Eropa),&amp;rdquo; tutur Erdogan.
Ia juga sempat menyatakan bahwa Uni Eropa pernah meminta Turki untuk mengakhiri status daruratnya. Erdogan mengklaim, Turki tak perlu meminta izin untuk menyatakan status darurat.
Permintaan ini disinyalir karena Uni Eropa prihatin dengan hak asasi manusia di Turki pascakudeta militer. Pasalnya, pemerintahan Erdogan bisa menangkap siapa saja yang diduga atau dituding menjadi simpatisan pihak yang disebut bertanggung jawab atas kudeta tersebut, Fethullah Gulen.
&amp;ldquo;Anda (Uni Eropa) pertama-tama harus membuka bab baru, penuhi janji Anda dan kita akan duduk di meja untuk berdiskusi. Jika tidak, kita tidak punya apa-apa untuk dibicarakan dengan Anda,&amp;rdquo; tambah Erdogan.</content:encoded></item></channel></rss>
