<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GNPF: Karangan Bunga ke Mabes Polri Bentuk Apresiasi ke Polisi karena Menjadikan Ahok Tersangka</title><description>GNPF-MUI menilai, karangan bunga yang membanjiri Mabes Polri merupakan ekpresi masyarakat atas kebencian terhadap kekerasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/03/338/1681913/gnpf-karangan-bunga-ke-mabes-polri-bentuk-apresiasi-ke-polisi-karena-menjadikan-ahok-tersangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/03/338/1681913/gnpf-karangan-bunga-ke-mabes-polri-bentuk-apresiasi-ke-polisi-karena-menjadikan-ahok-tersangka"/><item><title>GNPF: Karangan Bunga ke Mabes Polri Bentuk Apresiasi ke Polisi karena Menjadikan Ahok Tersangka</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/03/338/1681913/gnpf-karangan-bunga-ke-mabes-polri-bentuk-apresiasi-ke-polisi-karena-menjadikan-ahok-tersangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/03/338/1681913/gnpf-karangan-bunga-ke-mabes-polri-bentuk-apresiasi-ke-polisi-karena-menjadikan-ahok-tersangka</guid><pubDate>Rabu 03 Mei 2017 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/03/338/1681913/gnpf-karangan-bunga-ke-mabes-polri-bentuk-apresiasi-ke-polisi-karena-menjadikan-ahok-tersangka-6UevSImWlt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karangan bunga dari warga di Mabes Polri (Dara Purnama/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/03/338/1681913/gnpf-karangan-bunga-ke-mabes-polri-bentuk-apresiasi-ke-polisi-karena-menjadikan-ahok-tersangka-6UevSImWlt.jpg</image><title>Karangan bunga dari warga di Mabes Polri (Dara Purnama/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menilai, karangan bunga yang membanjiri Mabes Polri merupakan ekpresi masyarakat atas kebencian terhadap kekerasan dan radikalisme serta perbuatan pemecah kesatuan bangsa.
&amp;ldquo;Kami dukung menjaga Indonesia, ini (karangan bunga) mewakili ekspresi masyarakat kita atas kebencian dari gerakan radikalisme,&amp;rdquo; kata Komandan Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera kepada Okezone, Rabu (3/5/2017).
Menurutnya, karangan bunga itu juga sebagai merupakan apresiasi atas seluruh prestasi kepolisain dalam menumpas aksi-aksi yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus penodaan agama.
&amp;ldquo;Kami mengatakan apresiasi kita, apresasi atas menjaga republik ini, bayangkan hanya kepolisian yang mampu menersangkakan Ahok,&amp;rdquo; tuturnya.
Kapitra menegaskan pihaknya menjamin bahwa umat Islam akan terus berjuang untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
&amp;ldquo;Jadi kita sepakat untuk menumpas gerakan radikalisme, pemecah bangsa dan sebagainya,&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menilai, karangan bunga yang membanjiri Mabes Polri merupakan ekpresi masyarakat atas kebencian terhadap kekerasan dan radikalisme serta perbuatan pemecah kesatuan bangsa.
&amp;ldquo;Kami dukung menjaga Indonesia, ini (karangan bunga) mewakili ekspresi masyarakat kita atas kebencian dari gerakan radikalisme,&amp;rdquo; kata Komandan Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera kepada Okezone, Rabu (3/5/2017).
Menurutnya, karangan bunga itu juga sebagai merupakan apresiasi atas seluruh prestasi kepolisain dalam menumpas aksi-aksi yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus penodaan agama.
&amp;ldquo;Kami mengatakan apresiasi kita, apresasi atas menjaga republik ini, bayangkan hanya kepolisian yang mampu menersangkakan Ahok,&amp;rdquo; tuturnya.
Kapitra menegaskan pihaknya menjamin bahwa umat Islam akan terus berjuang untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
&amp;ldquo;Jadi kita sepakat untuk menumpas gerakan radikalisme, pemecah bangsa dan sebagainya,&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
