<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Yitzhak Rabin &amp; Yasser Arafat Teken Kesepakatan Berdirinya Pemerintahan di Palestina </title><description>Okezone pada artikel ini akan mengulas kesepakatan antara Pedana Menteri Israel dan pimpinan PLO Palestina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/04/18/1682214/historipedia-yitzhak-rabin-yasser-arafat-teken-kesepakatan-berdirinya-pemerintahan-di-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/04/18/1682214/historipedia-yitzhak-rabin-yasser-arafat-teken-kesepakatan-berdirinya-pemerintahan-di-palestina"/><item><title>HISTORIPEDIA: Yitzhak Rabin &amp; Yasser Arafat Teken Kesepakatan Berdirinya Pemerintahan di Palestina </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/04/18/1682214/historipedia-yitzhak-rabin-yasser-arafat-teken-kesepakatan-berdirinya-pemerintahan-di-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/04/18/1682214/historipedia-yitzhak-rabin-yasser-arafat-teken-kesepakatan-berdirinya-pemerintahan-di-palestina</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2017 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/03/18/1682214/historipedia-yitzhak-rabin-yasser-arafat-teken-kesepakatan-berdirinya-pemerintahan-di-palestina-BDE5z5sgiv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Yasser Arafat dan mantan PM Israel Yitzhak Rabin bersalaman yang ditemani oleh mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/03/18/1682214/historipedia-yitzhak-rabin-yasser-arafat-teken-kesepakatan-berdirinya-pemerintahan-di-palestina-BDE5z5sgiv.jpg</image><title>Foto Yasser Arafat dan mantan PM Israel Yitzhak Rabin bersalaman yang ditemani oleh mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton (Foto: Istimewa)</title></images><description>KONFLIK berkepanjangan antara Palestina dan Israel sebenarnya sempat mencapai titik terang pada hari ini di 1994. Sejarah mencatat 4 Mei sebagai momen ketika Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan pimpinan organisasi Palestine Liberation Organization (PLO) Yasser Arafat berhasil mencapai kesepakatan.
Sebagaimana dikutip dari History.com, Kamis (4/5/2017) kesepakatan itu sebenarnya dibuat pada 13 September 1993 di Washington DC, Amerika Serikat, dan dikenal dengan istilah Oslo Accords. Kesepakatan itu dibuat sedemikian rupa demi menjadi desain kerangka kerja untuk hubungan Israel-Palestina ke depannya.
Kesepakatan yang ditandatangani Rabin dan Arafat memiliki empat isu utama. Isu itu terdiri dari pengaturan keamanan, urusan sipil, masalah hukum serta hubungan ekonomi antara Palestina dan Israel.
Kesepakatan tersebut juga membahas penarikan militer Israel dari 60 persen wilayah Tepi Gaza dan Kota Jericho. Kedua wilayah itu&amp;nbsp; diduduki Israel semenjak Perang Enam Hari atau yang dikenal dengan nama Milhemet Sheshet Ha Yamim pada 1967.
Kesepakatan itu juga mencantumkan aturan pengalihan kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh Administrasi Sipil Israel ke Otoritas Palestina yang baru terbentuk. Pengalihan kekuasaan itu juga termasuk kekuatan yurisdiksi serta legislatif.
Pasukan Pertahanan Israel kemudian mundur dari Kota Jericho pada 13 Mei dan dari mayoritas wilayah Tepi Gaza pada 18-19 Mei 1994. Pejabat dan anggota polisi Otoritas Palestina pun masuk dan mulai mengambil alih kondisi yang ditinggalkan tentara Israel.
Sempat terjadi bentrokan antara tentara Israel dan warga sipil di dekat Tepi Gaza pada awal pemindahan kekuasaan . Sayangnya kesepakatan ini juga mengalami masalah apalagi karena jadwal yang disepakati terkait penarikan tentara Israel tidak sesuai yang dijanjikan.
Ketegangan kembali terjadi antara kedua negara dan pecah pada pemberontakan warga Palestina pada 2000. Pecahnya konflik ini dikenal dengan istilah &amp;ldquo;Intifada Kedua&amp;rdquo;. Hubungan antara Palestina-Israel semakin memburuk setelah Hamas mulai memegang kekuasaan di momen pemilihan umum 2006.</description><content:encoded>KONFLIK berkepanjangan antara Palestina dan Israel sebenarnya sempat mencapai titik terang pada hari ini di 1994. Sejarah mencatat 4 Mei sebagai momen ketika Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan pimpinan organisasi Palestine Liberation Organization (PLO) Yasser Arafat berhasil mencapai kesepakatan.
Sebagaimana dikutip dari History.com, Kamis (4/5/2017) kesepakatan itu sebenarnya dibuat pada 13 September 1993 di Washington DC, Amerika Serikat, dan dikenal dengan istilah Oslo Accords. Kesepakatan itu dibuat sedemikian rupa demi menjadi desain kerangka kerja untuk hubungan Israel-Palestina ke depannya.
Kesepakatan yang ditandatangani Rabin dan Arafat memiliki empat isu utama. Isu itu terdiri dari pengaturan keamanan, urusan sipil, masalah hukum serta hubungan ekonomi antara Palestina dan Israel.
Kesepakatan tersebut juga membahas penarikan militer Israel dari 60 persen wilayah Tepi Gaza dan Kota Jericho. Kedua wilayah itu&amp;nbsp; diduduki Israel semenjak Perang Enam Hari atau yang dikenal dengan nama Milhemet Sheshet Ha Yamim pada 1967.
Kesepakatan itu juga mencantumkan aturan pengalihan kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh Administrasi Sipil Israel ke Otoritas Palestina yang baru terbentuk. Pengalihan kekuasaan itu juga termasuk kekuatan yurisdiksi serta legislatif.
Pasukan Pertahanan Israel kemudian mundur dari Kota Jericho pada 13 Mei dan dari mayoritas wilayah Tepi Gaza pada 18-19 Mei 1994. Pejabat dan anggota polisi Otoritas Palestina pun masuk dan mulai mengambil alih kondisi yang ditinggalkan tentara Israel.
Sempat terjadi bentrokan antara tentara Israel dan warga sipil di dekat Tepi Gaza pada awal pemindahan kekuasaan . Sayangnya kesepakatan ini juga mengalami masalah apalagi karena jadwal yang disepakati terkait penarikan tentara Israel tidak sesuai yang dijanjikan.
Ketegangan kembali terjadi antara kedua negara dan pecah pada pemberontakan warga Palestina pada 2000. Pecahnya konflik ini dikenal dengan istilah &amp;ldquo;Intifada Kedua&amp;rdquo;. Hubungan antara Palestina-Israel semakin memburuk setelah Hamas mulai memegang kekuasaan di momen pemilihan umum 2006.</content:encoded></item></channel></rss>
