<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wisatawan Singapura Digigit Komodo Ternyata Tak Taati Peraturan</title><description>Balai Taman Nasional Komodo memberi klarifikasi insiden yang menimpa wisatawan asal Singapura digigit komodo Rabu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/05/340/1684426/wisatawan-singapura-digigit-komodo-ternyata-tak-taati-peraturan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/05/340/1684426/wisatawan-singapura-digigit-komodo-ternyata-tak-taati-peraturan"/><item><title>Wisatawan Singapura Digigit Komodo Ternyata Tak Taati Peraturan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/05/340/1684426/wisatawan-singapura-digigit-komodo-ternyata-tak-taati-peraturan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/05/340/1684426/wisatawan-singapura-digigit-komodo-ternyata-tak-taati-peraturan</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2017 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/05/340/1684426/wisatawan-singapura-digigit-komodo-ternyata-tak-taati-peraturan-wYbuybPZQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/05/340/1684426/wisatawan-singapura-digigit-komodo-ternyata-tak-taati-peraturan-wYbuybPZQK.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>KUPANG - Balai Taman Nasional Komodo memberi klarifikasi insiden yang menimpa wisatawan asal Singapura digigit komodo Rabu lalu.

&quot;Kejadian itu bukan karena keteledoran petugas tetapi karena wisatawan yang menjadi korban gigit komodo tidak menaati prosedur yang ada,&quot; kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sudiyono kepada Okezone dari Labuan Bajo, melalui sambungan telefon, Jumat (5/5/2017).

Menurut dia, sejak awal mengunjungi kawasan Taman Nasional Komodo di Selasa 2 Mei Loh Lee Aik sudah menujukan keengganannya mengikuti semua prosedur yang harus dilalui di kawasan itu.

&quot;Bahkan terkesan yang bersangkutan menolak ditagih pungutan sebagai kontribusi biaya masuk kawasan itu yang sesuai peraturan wajib bagi pengunjung,&quot; katanya.

Kendati demikian wisatawan itu tetap didampingi oleh pemandu yang ada, hingga kemudian korban memilih memisahkan diri dan memutuskan menginap di rumah penduduk di Desa Komodo sementara wisatawan lain kembali ke Labuan Bajo.

Keesokan harinya di Rabu 3 Mei wisatawan itu lalu memilih keluar dan melakukan aktivitas sendiri di kawasan Taman Nasional Komodo tanpa didampingi petugas. &quot;Ya memang tidak didampingi karena yang bersangkutan masuk di hari itu tidak prosedural. Tanpa pendampingan petugas,&quot; katanya.

Memang warga yang bermukim di lokasi itu sudah mengingatkan kepada wisatawan itu bahwa sang reptil besar bernama Latin 'varanus komodoensis' itu sedang asyik menyantap seekor kambing dan tentu tidak perlu mendekat ke lokasi.

Namun begitu, sang wisatawan abaikan peringatan warga dan mendekat ke wilayah dimana Komodo sedang menyantap makannya. &quot;Ya tentunya si komodo merasa terganggu, sedang asik makan kok ada yang datang. Maka marahlah komodo. Sama seperti kita manusia kalau sedang makan diganggu kan pasti marah,&quot; katanya menganalogikan kemarahan komodo.

Tidak berapa lama berselang sang wisatawan itu diaserang komodo dan memangsanya. &quot;Korban sempat menghindar namun tidak mampu menyelamatkan semua tubuhnya. Kakinya menjadi sasaran komodo,&quot; kata Sudiyono mengisahkan sembari mengatakan nyawa wisatawan bisa diselamatkan, dan oleh warga korban langsung dibawa ke rumah sakit di Labuan Bajo.

Berkaca dari kejadian itu kata Sudiyono, Balai Taman Nasional Komodo akan menerapkan pemeriksaan ketat kepada semua pengunjung. Semua pintu masuk akan difungsikan sebagai pintu pengawasan agar setiap wisatawan baik datang bersama kelompok oleh biro perjalanan atau secara perorangan masuk melalui pintu itu dan mendapat pengawalan dari petugas.

Selain itu akan juga diterapkan sistem asuransi bagi semua pengunjung di saat masuk ke kawasan itu. Ini penting untuk memastikan  perlindungan bagi diri masing-masing pengunjung. &quot;Tentu kami akan sosialiasi sebelum hal ini diterapkan. Ini baru dalam tahap rencana,&quot; katanya.

Menurut Sudiyono kejadian wisatawan dimangsa komodo sudah terjadi sebanyak 30 kali dengan dua korban di antaranya berkebangsaan asing. Termasuk korban warga Singapura ini.

Dari jumlah itu korban meninggal berjumlah lima orang dan salah seorang warga negara asing. &quot;Selebihnya warga negara Indonesia atau wisatawan lokal. Kami berharap ke depan setiap pengunjung bisa taat akan prosedur yang ada sehingga tidak terjadi lagi korban,&quot; kata Sudiyono.

Seperti diketahui, wisatawan sekaligus seorang fotografer warga negara Singapura bernama Loh Lee Aik (68) digigit hewan purba komodo (varanus komodoensis) di Desa Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu 3 Mei. Korban digigit di bagian betisnya. Saat ini korban sergapan komodo itu sudah sadar dan sudah bisa berkomunikasi.
</description><content:encoded>KUPANG - Balai Taman Nasional Komodo memberi klarifikasi insiden yang menimpa wisatawan asal Singapura digigit komodo Rabu lalu.

&quot;Kejadian itu bukan karena keteledoran petugas tetapi karena wisatawan yang menjadi korban gigit komodo tidak menaati prosedur yang ada,&quot; kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sudiyono kepada Okezone dari Labuan Bajo, melalui sambungan telefon, Jumat (5/5/2017).

Menurut dia, sejak awal mengunjungi kawasan Taman Nasional Komodo di Selasa 2 Mei Loh Lee Aik sudah menujukan keengganannya mengikuti semua prosedur yang harus dilalui di kawasan itu.

&quot;Bahkan terkesan yang bersangkutan menolak ditagih pungutan sebagai kontribusi biaya masuk kawasan itu yang sesuai peraturan wajib bagi pengunjung,&quot; katanya.

Kendati demikian wisatawan itu tetap didampingi oleh pemandu yang ada, hingga kemudian korban memilih memisahkan diri dan memutuskan menginap di rumah penduduk di Desa Komodo sementara wisatawan lain kembali ke Labuan Bajo.

Keesokan harinya di Rabu 3 Mei wisatawan itu lalu memilih keluar dan melakukan aktivitas sendiri di kawasan Taman Nasional Komodo tanpa didampingi petugas. &quot;Ya memang tidak didampingi karena yang bersangkutan masuk di hari itu tidak prosedural. Tanpa pendampingan petugas,&quot; katanya.

Memang warga yang bermukim di lokasi itu sudah mengingatkan kepada wisatawan itu bahwa sang reptil besar bernama Latin 'varanus komodoensis' itu sedang asyik menyantap seekor kambing dan tentu tidak perlu mendekat ke lokasi.

Namun begitu, sang wisatawan abaikan peringatan warga dan mendekat ke wilayah dimana Komodo sedang menyantap makannya. &quot;Ya tentunya si komodo merasa terganggu, sedang asik makan kok ada yang datang. Maka marahlah komodo. Sama seperti kita manusia kalau sedang makan diganggu kan pasti marah,&quot; katanya menganalogikan kemarahan komodo.

Tidak berapa lama berselang sang wisatawan itu diaserang komodo dan memangsanya. &quot;Korban sempat menghindar namun tidak mampu menyelamatkan semua tubuhnya. Kakinya menjadi sasaran komodo,&quot; kata Sudiyono mengisahkan sembari mengatakan nyawa wisatawan bisa diselamatkan, dan oleh warga korban langsung dibawa ke rumah sakit di Labuan Bajo.

Berkaca dari kejadian itu kata Sudiyono, Balai Taman Nasional Komodo akan menerapkan pemeriksaan ketat kepada semua pengunjung. Semua pintu masuk akan difungsikan sebagai pintu pengawasan agar setiap wisatawan baik datang bersama kelompok oleh biro perjalanan atau secara perorangan masuk melalui pintu itu dan mendapat pengawalan dari petugas.

Selain itu akan juga diterapkan sistem asuransi bagi semua pengunjung di saat masuk ke kawasan itu. Ini penting untuk memastikan  perlindungan bagi diri masing-masing pengunjung. &quot;Tentu kami akan sosialiasi sebelum hal ini diterapkan. Ini baru dalam tahap rencana,&quot; katanya.

Menurut Sudiyono kejadian wisatawan dimangsa komodo sudah terjadi sebanyak 30 kali dengan dua korban di antaranya berkebangsaan asing. Termasuk korban warga Singapura ini.

Dari jumlah itu korban meninggal berjumlah lima orang dan salah seorang warga negara asing. &quot;Selebihnya warga negara Indonesia atau wisatawan lokal. Kami berharap ke depan setiap pengunjung bisa taat akan prosedur yang ada sehingga tidak terjadi lagi korban,&quot; kata Sudiyono.

Seperti diketahui, wisatawan sekaligus seorang fotografer warga negara Singapura bernama Loh Lee Aik (68) digigit hewan purba komodo (varanus komodoensis) di Desa Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu 3 Mei. Korban digigit di bagian betisnya. Saat ini korban sergapan komodo itu sudah sadar dan sudah bisa berkomunikasi.
</content:encoded></item></channel></rss>
