<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! Kasus Keracunan Makanan di Sumbar Masuk Kategori Kejadian Luar Biasa</title><description>Jumlah terbanyak itu ada di Cupak, Kabupaten Solok korban keracunan 28 korban penyebabnya makanan bakso tahu pentol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/08/340/1685940/gawat-kasus-keracunan-makanan-di-sumbar-masuk-kategori-kejadian-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/08/340/1685940/gawat-kasus-keracunan-makanan-di-sumbar-masuk-kategori-kejadian-luar-biasa"/><item><title>Gawat! Kasus Keracunan Makanan di Sumbar Masuk Kategori Kejadian Luar Biasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/08/340/1685940/gawat-kasus-keracunan-makanan-di-sumbar-masuk-kategori-kejadian-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/08/340/1685940/gawat-kasus-keracunan-makanan-di-sumbar-masuk-kategori-kejadian-luar-biasa</guid><pubDate>Senin 08 Mei 2017 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/08/340/1685940/gawat-kasus-keracunan-makanan-di-sumbar-masuk-kategori-kejadian-luar-biasa-lyCSWpeoOq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/08/340/1685940/gawat-kasus-keracunan-makanan-di-sumbar-masuk-kategori-kejadian-luar-biasa-lyCSWpeoOq.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>PADANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM), Padang, Sumatera Barat mencatat tingkat keracunan pangan sudah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Sumatera Barat.

Kepala BPPOM Padang Zulkifli mengungkapkan angka paling tertinggi keracunan sejak awal tahun 2017 sampai April terjadi di Kabupaten Solok sebanyak 28 korban. &amp;ldquo;Ini sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa, sejak awal tahun lalu sampai April ada 5 kasus keracunan dengan jumlah korban sebanyak 65 orang,&amp;rdquo; ujar, Senin (8/4/2017).

Jumlah terbanyak itu ada di Cupak, Kabupaten Solok korban keracunan 28 korban penyebabnya makanan bakso tahu pentol. Kemudian di Abai Siat Kabupaten Dharmasraya jumlah korban keracunan 12 orang makanannya bakso mie. Di Kota Padang merupakan peringkat ketiga keracunan makanan dengan korban 10 orang dan penyebab keracunan tersebut risoles.

Di Kambang, Kabupaten Perisisir Selatan juga terjadi kasus keracunan dengan jumlah korban sebanyak 8 orang penyebab utamanya adalah onde-onde. &quot;Korban keracunan diakibatkan karena kondisi pangan yang tidak diawasi, baik dari segi kebersihan maupun hal lain seperti mengandung zat kimia berbahaya,&amp;rdquo; ungkapanya.

Ditambah lagi dengan kondisi lingkungan serta pelaku usaha yang kurang memperhatikan kebersihan. &amp;ldquo;Bahkan pada pangan segar masih sering ditemui mengandung zat kimia berbahaya seperti residu, pestisida, formalin dan rodhamin,&amp;rdquo; tutur Zulkifli.

Kalau dibanding tahun 2016 jumlah kasus dari Januari sampai Desember ada 13 kasus keracunan dengan jumlah korban 548 orang. &amp;ldquo;Kalau dilihat dari segi jumlah sampai saat ini diperkirakan bisa naik,&amp;rdquo; kata Zulkifli.

Untuk menekan angka keracunan tersebut jelas pihak BBPOM akan memperketat pengawasan, sosialisasi terhadap seluruh produk yang beredar dipasaran. &quot;Kita akan memperketat pengawasan dan sosialisasi terhadap seluruh produk yang beredar,&quot; terangnya.

Kemudian BPPOM meminta kepada pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan pangan dan memastikan bebas dari zat kimia berbahaya. &amp;ldquo;Kita juga mencanangkan gerakan menuju pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>PADANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM), Padang, Sumatera Barat mencatat tingkat keracunan pangan sudah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Sumatera Barat.

Kepala BPPOM Padang Zulkifli mengungkapkan angka paling tertinggi keracunan sejak awal tahun 2017 sampai April terjadi di Kabupaten Solok sebanyak 28 korban. &amp;ldquo;Ini sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa, sejak awal tahun lalu sampai April ada 5 kasus keracunan dengan jumlah korban sebanyak 65 orang,&amp;rdquo; ujar, Senin (8/4/2017).

Jumlah terbanyak itu ada di Cupak, Kabupaten Solok korban keracunan 28 korban penyebabnya makanan bakso tahu pentol. Kemudian di Abai Siat Kabupaten Dharmasraya jumlah korban keracunan 12 orang makanannya bakso mie. Di Kota Padang merupakan peringkat ketiga keracunan makanan dengan korban 10 orang dan penyebab keracunan tersebut risoles.

Di Kambang, Kabupaten Perisisir Selatan juga terjadi kasus keracunan dengan jumlah korban sebanyak 8 orang penyebab utamanya adalah onde-onde. &quot;Korban keracunan diakibatkan karena kondisi pangan yang tidak diawasi, baik dari segi kebersihan maupun hal lain seperti mengandung zat kimia berbahaya,&amp;rdquo; ungkapanya.

Ditambah lagi dengan kondisi lingkungan serta pelaku usaha yang kurang memperhatikan kebersihan. &amp;ldquo;Bahkan pada pangan segar masih sering ditemui mengandung zat kimia berbahaya seperti residu, pestisida, formalin dan rodhamin,&amp;rdquo; tutur Zulkifli.

Kalau dibanding tahun 2016 jumlah kasus dari Januari sampai Desember ada 13 kasus keracunan dengan jumlah korban 548 orang. &amp;ldquo;Kalau dilihat dari segi jumlah sampai saat ini diperkirakan bisa naik,&amp;rdquo; kata Zulkifli.

Untuk menekan angka keracunan tersebut jelas pihak BBPOM akan memperketat pengawasan, sosialisasi terhadap seluruh produk yang beredar dipasaran. &quot;Kita akan memperketat pengawasan dan sosialisasi terhadap seluruh produk yang beredar,&quot; terangnya.

Kemudian BPPOM meminta kepada pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan pangan dan memastikan bebas dari zat kimia berbahaya. &amp;ldquo;Kita juga mencanangkan gerakan menuju pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
