<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenangan Moon Jae-in Bawa Partai Liberal Kembali Berkuasa Setelah Sepuluh Tahun</title><description>Kemenangan Moon Jae-in dalam pilpres Korsel 2017  menjadi momen kembalinya kekuatan politik liberal berkuasa di Negeri  Ginseng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/10/18/1687543/kemenangan-moon-jae-in-bawa-partai-liberal-kembali-berkuasa-setelah-sepuluh-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/10/18/1687543/kemenangan-moon-jae-in-bawa-partai-liberal-kembali-berkuasa-setelah-sepuluh-tahun"/><item><title>Kemenangan Moon Jae-in Bawa Partai Liberal Kembali Berkuasa Setelah Sepuluh Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/10/18/1687543/kemenangan-moon-jae-in-bawa-partai-liberal-kembali-berkuasa-setelah-sepuluh-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/10/18/1687543/kemenangan-moon-jae-in-bawa-partai-liberal-kembali-berkuasa-setelah-sepuluh-tahun</guid><pubDate>Rabu 10 Mei 2017 04:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/10/18/1687543/kemenangan-moon-jae-in-bawa-partai-liberal-berkuasa-setelah-sepuluh-tahun-LxGKnXQEIM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden baru Korsel, Moon Jae-in. (Foto: 4News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/10/18/1687543/kemenangan-moon-jae-in-bawa-partai-liberal-berkuasa-setelah-sepuluh-tahun-LxGKnXQEIM.jpg</image><title>Presiden baru Korsel, Moon Jae-in. (Foto: 4News)</title></images><description>SEOUL - Kemenangan kandidat dari Partai Demokratik Liberal, Moon Jae-in dalam pilpres Korea Selatan (Korsel) 2017 menjadi momen kembalinya kekuatan politik liberal berkuasa di Negeri Ginseng. Untuk diketahui, sejak sepuluh tahun terakhir, Korsel dipimpin oleh pemimpin dari kalangan konservatif.
Kembali berkuasanya kaum liberal ini, dipandang sebagai lahirnya kekuatan baru yaitu dengan adanya perubahan kebijakan yang  substantif.
&quot;Kegagalan pemerintah sebelumnya menjadi salah satu faktor pendukung mengapa Moon dan koleganya dari liberal bisa merebut kembali kekuasaan dalam pemilihan ini. Di mana masyarakat kini tengah menghakimi kaum konservatif,&quot; kata, seorang analis politik, Ju Kye-wan sebagaimana dikutip Yonhap, Rabu (10/5/2017).
Ju menambahkan, meski telah mendapat kemenangan, kaum liberal tidak boleh terbuai dengan euforia kemenangan tetapi juga harus membuktikan jika mereka bisa lebih baik daripada kaum konservatif.
&quot;Mereka harus secara jelas membuktikan bahwa mereka jauh lebih baik daripada kaum konservatif dalam hal merumuskan dan menerapkan kebijakan untuk mengatasi masalah sosial, politik dan ekonomi yang belum terselesaikan oleh pemerintah konservatif,&quot; imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Mantan Presiden Korsel, Park Geun-hye berasal dari kaum konservatif yaitu Partai Saenuri. Ia harus mengakhiri masa jabatannya dengan lebih cepat setelah terlibat skandal korupsi pada 10 Maret 2017.
Sementara itu, kandidat calon presiden (capres) dari kalangan konservatif, Hong Joon-pyo hanya menempati posisi kedua yaitu dengan memperoleh 25,04% atau 7,3 juta suara. Hong menyatakan, telah menerima kekalahannya dan akan fokus membangun kembali citra baik kaum konservatif yang telah rusak.
Komisi Pemilihan Umum Korsel atau National Election Commission (NEC) pada Rabu 10 Mei 2017 sekira pukul 02.47 dini hari waktu setempat mengumunkan secara resmi kemenangan Moon Jae-in sebagai Presiden baru Korsel. (rav)</description><content:encoded>SEOUL - Kemenangan kandidat dari Partai Demokratik Liberal, Moon Jae-in dalam pilpres Korea Selatan (Korsel) 2017 menjadi momen kembalinya kekuatan politik liberal berkuasa di Negeri Ginseng. Untuk diketahui, sejak sepuluh tahun terakhir, Korsel dipimpin oleh pemimpin dari kalangan konservatif.
Kembali berkuasanya kaum liberal ini, dipandang sebagai lahirnya kekuatan baru yaitu dengan adanya perubahan kebijakan yang  substantif.
&quot;Kegagalan pemerintah sebelumnya menjadi salah satu faktor pendukung mengapa Moon dan koleganya dari liberal bisa merebut kembali kekuasaan dalam pemilihan ini. Di mana masyarakat kini tengah menghakimi kaum konservatif,&quot; kata, seorang analis politik, Ju Kye-wan sebagaimana dikutip Yonhap, Rabu (10/5/2017).
Ju menambahkan, meski telah mendapat kemenangan, kaum liberal tidak boleh terbuai dengan euforia kemenangan tetapi juga harus membuktikan jika mereka bisa lebih baik daripada kaum konservatif.
&quot;Mereka harus secara jelas membuktikan bahwa mereka jauh lebih baik daripada kaum konservatif dalam hal merumuskan dan menerapkan kebijakan untuk mengatasi masalah sosial, politik dan ekonomi yang belum terselesaikan oleh pemerintah konservatif,&quot; imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Mantan Presiden Korsel, Park Geun-hye berasal dari kaum konservatif yaitu Partai Saenuri. Ia harus mengakhiri masa jabatannya dengan lebih cepat setelah terlibat skandal korupsi pada 10 Maret 2017.
Sementara itu, kandidat calon presiden (capres) dari kalangan konservatif, Hong Joon-pyo hanya menempati posisi kedua yaitu dengan memperoleh 25,04% atau 7,3 juta suara. Hong menyatakan, telah menerima kekalahannya dan akan fokus membangun kembali citra baik kaum konservatif yang telah rusak.
Komisi Pemilihan Umum Korsel atau National Election Commission (NEC) pada Rabu 10 Mei 2017 sekira pukul 02.47 dini hari waktu setempat mengumunkan secara resmi kemenangan Moon Jae-in sebagai Presiden baru Korsel. (rav)</content:encoded></item></channel></rss>
