<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penemuan Makam 17 Mumi Diharapkan Tingkatkan Sektor Pariwisata Mesir </title><description>Mesir terus berupaya menggenjot sektor pariwisata dengan meningkatkan penemuan piramida dan makam dari zaman Mesir Kuno.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/14/18/1690485/penemuan-makam-17-mumi-diharapkan-tingkatkan-sektor-pariwisata-mesir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/14/18/1690485/penemuan-makam-17-mumi-diharapkan-tingkatkan-sektor-pariwisata-mesir"/><item><title>Penemuan Makam 17 Mumi Diharapkan Tingkatkan Sektor Pariwisata Mesir </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/14/18/1690485/penemuan-makam-17-mumi-diharapkan-tingkatkan-sektor-pariwisata-mesir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/14/18/1690485/penemuan-makam-17-mumi-diharapkan-tingkatkan-sektor-pariwisata-mesir</guid><pubDate>Minggu 14 Mei 2017 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/14/18/1690485/penemuan-makam-17-mumi-diharapkan-tingkatkan-sektor-pariwisata-mesir-SX2SkFrdE9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Barang-Barang Antik Mesir Khaled al Anani memandang 17 mumi yang ditemukan di Minya (Foto: Mohamed Abd el Ghany/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/14/18/1690485/penemuan-makam-17-mumi-diharapkan-tingkatkan-sektor-pariwisata-mesir-SX2SkFrdE9.jpg</image><title>Menteri Barang-Barang Antik Mesir Khaled al Anani memandang 17 mumi yang ditemukan di Minya (Foto: Mohamed Abd el Ghany/Reuters)</title></images><description>MINYA &amp;ndash; Menteri Barang-Barang Antik Mesir, Khaled al Anani mengumumkan, pihaknya baru saja menemukan pemakaman kuno yang berisi 17 mumi di Minya. Pemakaman tersebut ditemukan di kedalaman 8 meter (m) di bawah tanah.
Selain 17 mumi, otoritas yang dipimpin Khaled berhasil menemukan batu kapur dan sarkofagus yang terbuat dari tanah liat, peti mati untuk binatang, dan lembaran kertas yang berisi tulisan dalam bahasa Demotik Mesir. Pemakaman itu pertama kali terdeteksi oleh tim dari Cairo University pada 2016.
Belasan mumi itu belum diketahui berasal dari tahun berapa. Namun, arkeolog Cairo University Mohamed Hamza menduga, mumi-mumi tersebut berasal dari zaman Romawi kuno. Mesir saat itu sedang di bawah penaklukkan Kaisar Alexander Agung selama 600 tahun sejak 332 Sebelum Masehi (SM).
Otoritas Negeri Piramida sedang gencar melakukan penemuan makam kuno dan piramida dengan harapan dapat mengerek sektor pariwisata Mesir. Sejak gejolak politik pada 2011, minat wisatawan luar negeri untuk mengunjungi Mesir anjlok.
&amp;ldquo;(Tahun) 2017 menjadi tahun bersejarah bagi penemuan arkeologis. Ini seperti pesan dari para leluhur yang membantu kami untuk membawa turis-turis kembali,&amp;rdquo; ucap Menteri Barang-Barang Antik Khaled al Anani dengan antusias, mengutip dari ABC Net, Minggu (14/5/2017).
Profesor Salah al Kholi dari Cairo University yang memimpin misi pencarian mengatakan, sebanyak 32 mumi diyakini ada di dalam pemakaman tersebut. Puluhan mumi itu diyakini terdiri dari pria, wanita, anak-anak, dan bayi.</description><content:encoded>MINYA &amp;ndash; Menteri Barang-Barang Antik Mesir, Khaled al Anani mengumumkan, pihaknya baru saja menemukan pemakaman kuno yang berisi 17 mumi di Minya. Pemakaman tersebut ditemukan di kedalaman 8 meter (m) di bawah tanah.
Selain 17 mumi, otoritas yang dipimpin Khaled berhasil menemukan batu kapur dan sarkofagus yang terbuat dari tanah liat, peti mati untuk binatang, dan lembaran kertas yang berisi tulisan dalam bahasa Demotik Mesir. Pemakaman itu pertama kali terdeteksi oleh tim dari Cairo University pada 2016.
Belasan mumi itu belum diketahui berasal dari tahun berapa. Namun, arkeolog Cairo University Mohamed Hamza menduga, mumi-mumi tersebut berasal dari zaman Romawi kuno. Mesir saat itu sedang di bawah penaklukkan Kaisar Alexander Agung selama 600 tahun sejak 332 Sebelum Masehi (SM).
Otoritas Negeri Piramida sedang gencar melakukan penemuan makam kuno dan piramida dengan harapan dapat mengerek sektor pariwisata Mesir. Sejak gejolak politik pada 2011, minat wisatawan luar negeri untuk mengunjungi Mesir anjlok.
&amp;ldquo;(Tahun) 2017 menjadi tahun bersejarah bagi penemuan arkeologis. Ini seperti pesan dari para leluhur yang membantu kami untuk membawa turis-turis kembali,&amp;rdquo; ucap Menteri Barang-Barang Antik Khaled al Anani dengan antusias, mengutip dari ABC Net, Minggu (14/5/2017).
Profesor Salah al Kholi dari Cairo University yang memimpin misi pencarian mengatakan, sebanyak 32 mumi diyakini ada di dalam pemakaman tersebut. Puluhan mumi itu diyakini terdiri dari pria, wanita, anak-anak, dan bayi.</content:encoded></item></channel></rss>
