<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Anak Muntah-Muntah Usai Santap Bakso Bakar</title><description>Sebanyak 13 anak di Desa Suberingin,  Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten  Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan,  Sumatera Selatan diduga keracunan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/16/340/1691913/belasan-anak-muntah-muntah-usai-santap-bakso-bakar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/16/340/1691913/belasan-anak-muntah-muntah-usai-santap-bakso-bakar"/><item><title>Belasan Anak Muntah-Muntah Usai Santap Bakso Bakar</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/16/340/1691913/belasan-anak-muntah-muntah-usai-santap-bakso-bakar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/16/340/1691913/belasan-anak-muntah-muntah-usai-santap-bakso-bakar</guid><pubDate>Selasa 16 Mei 2017 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/16/340/1691913/belasan-anak-muntah-muntah-usai-santap-bakso-bakar-zWJqFriXH1.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/16/340/1691913/belasan-anak-muntah-muntah-usai-santap-bakso-bakar-zWJqFriXH1.jpg</image><title></title></images><description>MUARADUA - Sebanyak 13 anak di Desa Suberingin,  Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan,  Sumatera Selatan diduga mengalami gejala keracunan. Para korban  mengalami muntah-muntah dan merasakan pusing setelah menyantap bakso  bakar yang dijajakan pedagang di sekitar lokasi pesta pernikahan. Berdasarkan  Informasi yang diperoleh, dugaan keracunan massal berawal saat para  warga menghadiri pesta pernikahan warga setempat di Dusun II&amp;lrm;, Senin 15  Mei 2017 sore.&amp;nbsp; Saat itu pesta pernikahan berlangsung meriah  karena diisi acara hiburan organ tunggal. Kontan, situasi tersebut  menarik perhatian para pedagang untuk berjualan di dekat lokasi pesta.  Termasuk pedagang bakso bakar. Alhasil banyak anak-anak di sekitar  lokasi yang memakan jajaran tersebut. Kehebohan terjadi ketika  tiba-tiba sejumlah anak merasa pusing dan muntah-muntah. Peristiwa itu  membuat acara pesta pernikahan berhenti. Salah satu orang tua  korban, Sutar mengungkapkan anaknya mengeluh perutnya sakit dan  kepalanya pusing setelah menyantap jajanan di lokasi pesta pernikahan.  &quot;Kami minta Pak Kades (kepala desa) menghentikan pesta dan konsentrasi  menanggulangi keracunan ini,&quot; kata Sutar. Kades Suberingin,  Wilman Kamili mengaku tidak mengetahui persis penyebab belasan anak di  desanya mengalami gejala keracunan. &quot;Awalnya kami mendapat laporan  orangtua korban yang panik setelah mengetahui anak mereka mengalami  gejala muntah-muhtah usai menghadiri pernikahan Jupri yang menikahkan  anaknya,&quot; kata Wilman di Klinik Ismadana Muaradua, Senin malam. Menurut  dia, mayoritas korban mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah  menyantab makan jajanan bakso bakar keliling yang berjualan di sekitar  lokasi pesta pernikahan. &quot;Mereka ini membeli bakso bakar,  masing-masing ada yang satu tusuk dan ada 2-3 tusuk sekitar pukul 14.00  WIB. Namun, setelah mulai pukul 17.00 WIB mereka mulai muntah-muntah dan  pusing. Sejauh ini belum ada korban jiwa,&quot; tutur Wilman.</description><content:encoded>MUARADUA - Sebanyak 13 anak di Desa Suberingin,  Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan,  Sumatera Selatan diduga mengalami gejala keracunan. Para korban  mengalami muntah-muntah dan merasakan pusing setelah menyantap bakso  bakar yang dijajakan pedagang di sekitar lokasi pesta pernikahan. Berdasarkan  Informasi yang diperoleh, dugaan keracunan massal berawal saat para  warga menghadiri pesta pernikahan warga setempat di Dusun II&amp;lrm;, Senin 15  Mei 2017 sore.&amp;nbsp; Saat itu pesta pernikahan berlangsung meriah  karena diisi acara hiburan organ tunggal. Kontan, situasi tersebut  menarik perhatian para pedagang untuk berjualan di dekat lokasi pesta.  Termasuk pedagang bakso bakar. Alhasil banyak anak-anak di sekitar  lokasi yang memakan jajaran tersebut. Kehebohan terjadi ketika  tiba-tiba sejumlah anak merasa pusing dan muntah-muntah. Peristiwa itu  membuat acara pesta pernikahan berhenti. Salah satu orang tua  korban, Sutar mengungkapkan anaknya mengeluh perutnya sakit dan  kepalanya pusing setelah menyantap jajanan di lokasi pesta pernikahan.  &quot;Kami minta Pak Kades (kepala desa) menghentikan pesta dan konsentrasi  menanggulangi keracunan ini,&quot; kata Sutar. Kades Suberingin,  Wilman Kamili mengaku tidak mengetahui persis penyebab belasan anak di  desanya mengalami gejala keracunan. &quot;Awalnya kami mendapat laporan  orangtua korban yang panik setelah mengetahui anak mereka mengalami  gejala muntah-muhtah usai menghadiri pernikahan Jupri yang menikahkan  anaknya,&quot; kata Wilman di Klinik Ismadana Muaradua, Senin malam. Menurut  dia, mayoritas korban mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah  menyantab makan jajanan bakso bakar keliling yang berjualan di sekitar  lokasi pesta pernikahan. &quot;Mereka ini membeli bakso bakar,  masing-masing ada yang satu tusuk dan ada 2-3 tusuk sekitar pukul 14.00  WIB. Namun, setelah mulai pukul 17.00 WIB mereka mulai muntah-muntah dan  pusing. Sejauh ini belum ada korban jiwa,&quot; tutur Wilman.</content:encoded></item></channel></rss>
