<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Minta Antasari Azhar Minta Maaf ke SBY Secara Terbuka</title><description>Demokrat menegaskan hal tersebut setelah Polri tidak melanjutkan penyelidikan laporan Antasari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/19/337/1695394/demokrat-minta-antasari-azhar-minta-maaf-ke-sby-secara-terbuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/19/337/1695394/demokrat-minta-antasari-azhar-minta-maaf-ke-sby-secara-terbuka"/><item><title>Demokrat Minta Antasari Azhar Minta Maaf ke SBY Secara Terbuka</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/19/337/1695394/demokrat-minta-antasari-azhar-minta-maaf-ke-sby-secara-terbuka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/19/337/1695394/demokrat-minta-antasari-azhar-minta-maaf-ke-sby-secara-terbuka</guid><pubDate>Jum'at 19 Mei 2017 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/19/337/1695394/demokrat-minta-antasari-azhar-minta-maaf-ke-sby-secara-terbuka-F47RdwuRkD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syarief Hasan (Foto: Bayu S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/19/337/1695394/demokrat-minta-antasari-azhar-minta-maaf-ke-sby-secara-terbuka-F47RdwuRkD.jpg</image><title>Syarief Hasan (Foto: Bayu S)</title></images><description>JAKARTA - Partai Demokrat mendesak mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar minta maaf kepada Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka. Permintaan tersebut menyusul pernyataan Polri yang menghentikan penyelidikan laporan Antasari.
&quot;Antasari harus secara fair menyatakan maaf kepada publik, dan kepada Pak SBY di depan publik,&quot; kata Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).
Menurut Syarief, permintaan maaf Antasari kepada SBY harus dilakukan secara terbuka, sama seperti saat Antasari menyinggung SBY saat menggelar jumpa pers beberapa waktu lalu di muka publik.
&quot;Seharusnya juga dia melakukan hal yang sama,&quot; kata Syarief.
Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, penghentian penyelidikan laporan tersebut sebenarnya masih kurang. Polri seharusnya juga memberikan sanksi kepada terpidana pembunuhan berencana itu.
&quot;Sebaiknya Bareskrim juga memiliki sikap bahwa ketika ada warga negara memberikan laporan palsu, tidak benar, harus ada sanksinya,&quot; tegas Syarif.
Polri diketahui tidak melanjutkan penyelidikan laporan Antasari  terkait dengan dugaan pidana persangkaan palsu dan penghilangan barang  bukti terkait kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran  Nasrudin Zulkarnaen.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Demokrat mendesak mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar minta maaf kepada Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka. Permintaan tersebut menyusul pernyataan Polri yang menghentikan penyelidikan laporan Antasari.
&quot;Antasari harus secara fair menyatakan maaf kepada publik, dan kepada Pak SBY di depan publik,&quot; kata Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).
Menurut Syarief, permintaan maaf Antasari kepada SBY harus dilakukan secara terbuka, sama seperti saat Antasari menyinggung SBY saat menggelar jumpa pers beberapa waktu lalu di muka publik.
&quot;Seharusnya juga dia melakukan hal yang sama,&quot; kata Syarief.
Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, penghentian penyelidikan laporan tersebut sebenarnya masih kurang. Polri seharusnya juga memberikan sanksi kepada terpidana pembunuhan berencana itu.
&quot;Sebaiknya Bareskrim juga memiliki sikap bahwa ketika ada warga negara memberikan laporan palsu, tidak benar, harus ada sanksinya,&quot; tegas Syarif.
Polri diketahui tidak melanjutkan penyelidikan laporan Antasari  terkait dengan dugaan pidana persangkaan palsu dan penghilangan barang  bukti terkait kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran  Nasrudin Zulkarnaen.</content:encoded></item></channel></rss>
