<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Nilai Presidential Threshold Tak Logis</title><description>&quot;Jadi mau pakai dasar apa karena pemilunya serentak,&quot; ujar Roy Suryo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/20/337/1695858/demokrat-nilai-presidential-threshold-tak-logis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/20/337/1695858/demokrat-nilai-presidential-threshold-tak-logis"/><item><title>Demokrat Nilai Presidential Threshold Tak Logis</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/20/337/1695858/demokrat-nilai-presidential-threshold-tak-logis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/20/337/1695858/demokrat-nilai-presidential-threshold-tak-logis</guid><pubDate>Sabtu 20 Mei 2017 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/20/337/1695858/demokrat-nilai-presidential-threshold-tak-logis-IIwNMaLld3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi di Warung Daun, Cikini. (Dara P/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/20/337/1695858/demokrat-nilai-presidential-threshold-tak-logis-IIwNMaLld3.jpg</image><title>Diskusi di Warung Daun, Cikini. (Dara P/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo menilai publik sangat menanti penyelesaian Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu. Terlebih lagi, pembahasan pertaruran itu sudah melebih waktu yang ditentukan sebelumnya.

&quot;Kuarter pertama tahun ini harusnya sudah selesai karena tahapan pemilu itu krusial, sebentar lagi harus ada verivikasi partai oleh KPU, kemudian ada&amp;nbsp; daftar pemilih sementara (DPS), daftar pemilih tetap (DPT) kemudian matriks waktu sudah harus ditentukan,&quot; kata Roy dalam diskusi Polemik Sindotrijaya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).&amp;nbsp;

Roy menambahkan ada dua isu krusial yang tidak kunjung menemukan titik temu yakni parlementary threshold atau ambang batas parlemen dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

&quot;Kalau angka presidential threshold ini dinaikkan, cuma itu agak sulit juga karena di Pemilu yang akan datang diikuti oleh partai-partai yang kemaren memang belum memiliki suara atau keterwakilannya. Jadi mau pakai dasar apa karena pemilunya serentak,&quot; sambungnya.

Dikatakan Roy, karena digelar secara serentak antara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden menjadi tidak logis juga presidential threshold merujuk kepada hasil Pileg 2014.

&quot;Kalau angka presidential threshold 0 persen menjadi menarik calon presidennya jadi banyak. Artinya di setiap partai misalnya ada 11 partai maka mungkin ada calon ini akan ramai,&quot; tukasnya. (sym)</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo menilai publik sangat menanti penyelesaian Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu. Terlebih lagi, pembahasan pertaruran itu sudah melebih waktu yang ditentukan sebelumnya.

&quot;Kuarter pertama tahun ini harusnya sudah selesai karena tahapan pemilu itu krusial, sebentar lagi harus ada verivikasi partai oleh KPU, kemudian ada&amp;nbsp; daftar pemilih sementara (DPS), daftar pemilih tetap (DPT) kemudian matriks waktu sudah harus ditentukan,&quot; kata Roy dalam diskusi Polemik Sindotrijaya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).&amp;nbsp;

Roy menambahkan ada dua isu krusial yang tidak kunjung menemukan titik temu yakni parlementary threshold atau ambang batas parlemen dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

&quot;Kalau angka presidential threshold ini dinaikkan, cuma itu agak sulit juga karena di Pemilu yang akan datang diikuti oleh partai-partai yang kemaren memang belum memiliki suara atau keterwakilannya. Jadi mau pakai dasar apa karena pemilunya serentak,&quot; sambungnya.

Dikatakan Roy, karena digelar secara serentak antara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden menjadi tidak logis juga presidential threshold merujuk kepada hasil Pileg 2014.

&quot;Kalau angka presidential threshold 0 persen menjadi menarik calon presidennya jadi banyak. Artinya di setiap partai misalnya ada 11 partai maka mungkin ada calon ini akan ramai,&quot; tukasnya. (sym)</content:encoded></item></channel></rss>
