<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taruna Akpol Tewas, Apel Malam Harus Dihapuskan!   </title><description>pemerintah dan Polri mesti mengevaluasi sistem pendidikan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kekerasan fisik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/21/512/1696191/taruna-akpol-tewas-apel-malam-harus-dihapuskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/21/512/1696191/taruna-akpol-tewas-apel-malam-harus-dihapuskan"/><item><title>Taruna Akpol Tewas, Apel Malam Harus Dihapuskan!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/21/512/1696191/taruna-akpol-tewas-apel-malam-harus-dihapuskan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/21/512/1696191/taruna-akpol-tewas-apel-malam-harus-dihapuskan</guid><pubDate>Minggu 21 Mei 2017 06:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/21/512/1696191/taruna-akpol-tewas-apel-malam-harus-dihapuskan-mZV3OlG7UO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi para taruna Akpol (foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/21/512/1696191/taruna-akpol-tewas-apel-malam-harus-dihapuskan-mZV3OlG7UO.jpg</image><title>Ilustrasi para taruna Akpol (foto: Okezone) </title></images><description>JAKARTA - Tradisi yang berpotensi melahirkan kekerasan di Akademi Kepolisian (Akpol) mesti dihapuskan. Hal itu mengemuka lantaran menyusul tewasnya Brigdatar Muhammad Adam yang diduga dianiaya seniornya.

&quot;Tradisi-tradisi yang berpotensi melahirkan kekerasan, seperti apel malam, dan lain-lain, perlu dihapus,&quot;&amp;lrm; kata pengamat pendidikan Doni Koesoema kepada Okezone, Minggu (21/5/2017).


Doni menambahkan, pemerintah dan Polri mesti mengevaluasi sistem pendidikan di sekolah perwira itu, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kekerasan fisik.


&quot;Calon polisi memang harus sehat. Tapi sehat jiwa dan raga, bukan sehat raga tapi punya mental pembunuh dan balas dendam karena kekerasan,&quot; ujar Doni.



Taruna Akpol Brigdatar Adam meregang nyawa setelah menjalani apel pembinaan oleh para seniornya di sekolah perwira itu. Sebelum meninggal, Adam sempat diboyong ke RS Akpol Semarang. Berdasarkan hasil visum terdapat luka lebam di bagian dada.

Polisi telah memeriksa dan melakukan  gelar perkara &amp;lrm;terhadap 35 saksi dengan rincian 21 taruna tingkat dua dan 14 taruna tingkat tiga. Semua taruna tingkat tiga yang diperiksa selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka.

&amp;lrm;</description><content:encoded>JAKARTA - Tradisi yang berpotensi melahirkan kekerasan di Akademi Kepolisian (Akpol) mesti dihapuskan. Hal itu mengemuka lantaran menyusul tewasnya Brigdatar Muhammad Adam yang diduga dianiaya seniornya.

&quot;Tradisi-tradisi yang berpotensi melahirkan kekerasan, seperti apel malam, dan lain-lain, perlu dihapus,&quot;&amp;lrm; kata pengamat pendidikan Doni Koesoema kepada Okezone, Minggu (21/5/2017).


Doni menambahkan, pemerintah dan Polri mesti mengevaluasi sistem pendidikan di sekolah perwira itu, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kekerasan fisik.


&quot;Calon polisi memang harus sehat. Tapi sehat jiwa dan raga, bukan sehat raga tapi punya mental pembunuh dan balas dendam karena kekerasan,&quot; ujar Doni.



Taruna Akpol Brigdatar Adam meregang nyawa setelah menjalani apel pembinaan oleh para seniornya di sekolah perwira itu. Sebelum meninggal, Adam sempat diboyong ke RS Akpol Semarang. Berdasarkan hasil visum terdapat luka lebam di bagian dada.

Polisi telah memeriksa dan melakukan  gelar perkara &amp;lrm;terhadap 35 saksi dengan rincian 21 taruna tingkat dua dan 14 taruna tingkat tiga. Semua taruna tingkat tiga yang diperiksa selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka.

&amp;lrm;</content:encoded></item></channel></rss>
