<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Koalisi di Pilgub Jabar, Golkar Intens Komunikasi dengan Sejumlah Partai Termasuk Perindo</title><description>Pilgub Jawa Barat memang baru akan berlangsung 2018 mendatang. Tapi,  riak-riak politik mulai menghangat, termasuk soal peta koalisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/22/525/1696894/soal-koalisi-di-pilgub-jabar-golkar-intens-komunikasi-dengan-sejumlah-partai-termasuk-perindo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/22/525/1696894/soal-koalisi-di-pilgub-jabar-golkar-intens-komunikasi-dengan-sejumlah-partai-termasuk-perindo"/><item><title>Soal Koalisi di Pilgub Jabar, Golkar Intens Komunikasi dengan Sejumlah Partai Termasuk Perindo</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/22/525/1696894/soal-koalisi-di-pilgub-jabar-golkar-intens-komunikasi-dengan-sejumlah-partai-termasuk-perindo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/22/525/1696894/soal-koalisi-di-pilgub-jabar-golkar-intens-komunikasi-dengan-sejumlah-partai-termasuk-perindo</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2017 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/22/525/1696894/soal-koalisi-di-pilgub-jabar-golkar-intens-komunikasi-dengan-sejumlah-partai-termasuk-perindo-c6AB4lnqyH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/22/525/1696894/soal-koalisi-di-pilgub-jabar-golkar-intens-komunikasi-dengan-sejumlah-partai-termasuk-perindo-c6AB4lnqyH.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANDUNG - Pilgub Jawa Barat memang baru akan berlangsung 2018 mendatang. Tapi, riak-riak politik mulai menghangat, termasuk soal peta koalisi.

Partai Golkar yang tinggal menunggu rekomendasi DPP untuk mengusung Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur (cagub) pun mulai dikait-kaitkan bakal menjalin koalisi dengan partai lain.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar, M.Q. Iswara, mengatakan saat ini partainya cukup intens berkomunikasi politik dengan beberapa partai yang tergabung dalam Poros Jawa Barat.

&quot;Yang paling intens (komunikasi politik) itu dengan PAN, Hanura, dan Partai Perindo. Itu yang kemarin disebut Poros Jawa Barat,&quot; kata Iswara kepada Okezone, Senin (22/5/2017).

Menurutnya, memang belum ada kesepakatan resmi untuk berkoalisi dengan ketiga partai itu. Tapi, Golkar dan ketiga partai itu sudah memiliki visi-misi dan sikap yang sama dalam menyongsong Pilgub Jawa Barat. Semuanya sepakat menjaga kondusivitas di Jawa Barat dan membangun Jawa Barat dari desa.

Kesepakatan itu jadi salah satu poin penting yang akan membuat satu-satu lain kemungkinan menjalin koalisi resmi. Tapi ia belum bisa bicara lebih jauh soal peta koalisi tersebut.

Disinggung soal kandidat yang akan menjadi cawagub pendamping Dedi Mulyadi, Iswara mengatakan ada sejumlah nama yang muncul. Tapi ia masih menutup rapat siapa saja nama yang beredar di internal Golkar dan partai di Poros Jawa Barat.

&quot;Kalau nama yang jadi wacana (pendamping Dedi Mulyadi) banyak dan itu yang sedang dilakukan komunikasi politik dengan partainya. Itu (komunikasi) dilakukan oleh Pak Dedi sendiri,&quot; jelasnya.

Iswara menambahkan, peta koalisi dan kandidat pendamping Dedi sejauh ini masih dinamis. Sehingga saat ini belum bisa dipastikan Dedi akan berpasangan dengan siapa dan Golkar akan berkoalisi dengan partai mana.

&quot;Itulah yang saya bilang masih dinamis karena sampai hari ini belum ada satu pun partai yang mengeluarkan rekomendasi (pengusungan cagub) kecuali NasDem yang sudah mendeklarasikan Ridwan Kamil,&quot; ucapnya.

Ia sendiri tidak khawatir dengan deklarasi tersebut. Sebab, NasDem belum memiliki cukup kursi untuk mengusung cagub, kecuali sudah berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi syarat pengusungan kandidat cagub-cawagub.

Di sisi lain, PDIP yang bisa mengusung kandidat sendiri juga mengumumkan kandidat cagubnya. Sehingga peta politik masih berjalan dinamis.</description><content:encoded>BANDUNG - Pilgub Jawa Barat memang baru akan berlangsung 2018 mendatang. Tapi, riak-riak politik mulai menghangat, termasuk soal peta koalisi.

Partai Golkar yang tinggal menunggu rekomendasi DPP untuk mengusung Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur (cagub) pun mulai dikait-kaitkan bakal menjalin koalisi dengan partai lain.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar, M.Q. Iswara, mengatakan saat ini partainya cukup intens berkomunikasi politik dengan beberapa partai yang tergabung dalam Poros Jawa Barat.

&quot;Yang paling intens (komunikasi politik) itu dengan PAN, Hanura, dan Partai Perindo. Itu yang kemarin disebut Poros Jawa Barat,&quot; kata Iswara kepada Okezone, Senin (22/5/2017).

Menurutnya, memang belum ada kesepakatan resmi untuk berkoalisi dengan ketiga partai itu. Tapi, Golkar dan ketiga partai itu sudah memiliki visi-misi dan sikap yang sama dalam menyongsong Pilgub Jawa Barat. Semuanya sepakat menjaga kondusivitas di Jawa Barat dan membangun Jawa Barat dari desa.

Kesepakatan itu jadi salah satu poin penting yang akan membuat satu-satu lain kemungkinan menjalin koalisi resmi. Tapi ia belum bisa bicara lebih jauh soal peta koalisi tersebut.

Disinggung soal kandidat yang akan menjadi cawagub pendamping Dedi Mulyadi, Iswara mengatakan ada sejumlah nama yang muncul. Tapi ia masih menutup rapat siapa saja nama yang beredar di internal Golkar dan partai di Poros Jawa Barat.

&quot;Kalau nama yang jadi wacana (pendamping Dedi Mulyadi) banyak dan itu yang sedang dilakukan komunikasi politik dengan partainya. Itu (komunikasi) dilakukan oleh Pak Dedi sendiri,&quot; jelasnya.

Iswara menambahkan, peta koalisi dan kandidat pendamping Dedi sejauh ini masih dinamis. Sehingga saat ini belum bisa dipastikan Dedi akan berpasangan dengan siapa dan Golkar akan berkoalisi dengan partai mana.

&quot;Itulah yang saya bilang masih dinamis karena sampai hari ini belum ada satu pun partai yang mengeluarkan rekomendasi (pengusungan cagub) kecuali NasDem yang sudah mendeklarasikan Ridwan Kamil,&quot; ucapnya.

Ia sendiri tidak khawatir dengan deklarasi tersebut. Sebab, NasDem belum memiliki cukup kursi untuk mengusung cagub, kecuali sudah berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi syarat pengusungan kandidat cagub-cawagub.

Di sisi lain, PDIP yang bisa mengusung kandidat sendiri juga mengumumkan kandidat cagubnya. Sehingga peta politik masih berjalan dinamis.</content:encoded></item></channel></rss>
