<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      KISAH: Kematian Pasangan Perampok Terkenal Bonnie &amp; Clyde Di Tangan Sang Pengagum Rahasia</title><description>Bonnie dan Clyde sepasang kekasih yang menjadi perampok terkenal di AS tewas di tangan pengagum rahasia Bonnie.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/29/18/1701719/kisah-kematian-pasangan-perampok-terkenal-bonnie-clyde-di-tangan-sang-pengagum-rahasia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/29/18/1701719/kisah-kematian-pasangan-perampok-terkenal-bonnie-clyde-di-tangan-sang-pengagum-rahasia"/><item><title>      KISAH: Kematian Pasangan Perampok Terkenal Bonnie &amp; Clyde Di Tangan Sang Pengagum Rahasia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/29/18/1701719/kisah-kematian-pasangan-perampok-terkenal-bonnie-clyde-di-tangan-sang-pengagum-rahasia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/29/18/1701719/kisah-kematian-pasangan-perampok-terkenal-bonnie-clyde-di-tangan-sang-pengagum-rahasia</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2017 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/28/18/1701719/kisah-kematian-pasangan-perampok-terkenal-bonnie-clyde-di-tangan-sang-pengagum-rahasia-SgcogR9hsZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Enam polisi membunuh pasangan perampok AS terkenal, Bonnie dan Clyde. (Foto: The Vintagenews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/28/18/1701719/kisah-kematian-pasangan-perampok-terkenal-bonnie-clyde-di-tangan-sang-pengagum-rahasia-SgcogR9hsZ.jpg</image><title>Enam polisi membunuh pasangan perampok AS terkenal, Bonnie dan Clyde. (Foto: The Vintagenews)</title></images><description>BONNIE Elizabeth Parker dan Clyde Chestnut Barrow merupakan sepasang kekasih yang kompak memilih berprofesi sebagai perampok. Namun, pada 23 Mei 1934 pasangan kriminal yang terkenal itu harus mengakhiri petualangannya karena disergap dan kemudian ditembak mati secara brutal oleh enam polisi di Gibsland Road, Bienville Parish, Louisiana.

Keenam polisi itu diketahui terdiri dari empat perwira polisi asal Texas dan dua asal Louisiana. Total terdapat sebanyak 130 tembakan yang dilepaskan ke arah mobil Ford V-8 milik pasangan perampok romantis itu. Dari keenam polisi yang memberondong senjata tersebut, secara mengejutkan satu di antara mereka adalah teman Bonnie dan yang lebih mengejutkan lagi, ia juga diketahui mencintai perampok perempuan itu secara diam-diam.
Enam polisi yang membunuh Clyde dan Bonnie. (Foto: The Vintagenews)
Kematian keduabya dimulai saat Kapten Frank Hamer mulai melacak keberadaan pasangan terkenal itu pada 12 Februari 1934, guna mempelajari cara mereka merampok. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah pola dan sampai pada kesimpulan bahwa mereka memiliki kebiasaan untuk mengelilingi tepian negara-negara bagian Midwestern yang mereka targetkan dan mengeksploitasi aturan perbatasan suatu wilayah. Aturan tersebut membuat petugas dari satu yurisdiksi tidak berwenang untuk mengejar buronan di seluruh negara bagian mereka. Sehingga keduanya bisa lolos dengan mudah.

Hal ini mengindikasikan bahwa polisi negara bagian sebenarnya pernah menangkap keduanya, sehingga Kapten Hamer meminta batuan dari perwakilan polisi negara bagian untuk mengatur kembali perbatasan dalam usaha menangkap Bonnie dan Clyde. Langkah pertama yang diambil Hamer adalah meminta bantuan kepada polisi yang mengenali wajah keduanya. Mengetahui pasangan itu selalu dilengkapi dengan senjata berbahaya, Hamer dan asistennya Benjamin Gault membentuk sebuah pasukan menembak khusus untuk membunuh mereka.

Dengan pemikirannya ini, Hamer lalu bertanya kepada Sheriff Dallas   County Richard A. &quot;Smoot&quot; Schmid untuk merekomendasikan seseorang, dan   sang  Sheriff kemudian menugaskan wakilnya, Sheriff Bob Alcorn, seorang   pria bersenjata yang berpengalaman serta seorang wakil lainnya, Ted   Hinton yang berusia 29 tahun. Kedua orang yang ditugaskan itu juga    mengenal Bonnie dan Clyde dengan baik.

Setelah hampir dua tahun melakukan pelacakan terus menerus, empat   anggota  dari Texas, Frank Hamer, Benjamin Gault, Bob Alcorn, dan Ted   Hinton, yang dipimpin oleh Hamer, pergi ke Shreveport pada 21 Mei 1934,   ketika mereka menemukan Clyde Barrow dan Bonnie Parker. Menurut  pimpinan  mereka, mobil Ford V8 yang baru saja dicuri terlihat di  wilayah itu dan  tengah menuju Bienville Parish.


Mereka percaya bahwa pasangan tersebut bermaksud untuk bertemu dengan  salah satu anggota geng mereka, Henry Methvin, di rumah keluarganya di  Louisiana. Jadi Hamer dan anggota pasukan khususnya bermaksud untuk  mencegat mereka di jalan. Ketika pasukan tiba di lokasi , mereka  langsung memulai rencana penergapan.

Hamer, yang telah memiliki banyak pengalaman menyadari pergerakan  mereka. Oleh karena itu, Hamer dan pasukannya merencanakan dan membuat  pengintaian di Louisiana State Highway 154 yang mengarah ke rumah Henry  Methvin, di mana mereka menunggu hampir dua hari dua malam. Lelah dan  kehabisan kesabaran, Hamer mulai mempertimbangkan untuk membatalkan  rencananya, ketika tiba-tiba mereka mendengar dan melihat sebuah mobil  yang nampak seperti hasil curian mendekat dengan kecepatan tinggi.
&amp;nbsp;
Mobil curian Clyde dan Bonnie yang ditembak polisi. (Foto: The Vintagenews)
Ted Hinton, sebagai polisi termuda di sana dengan jelas mengenali  Bonnie dan Clyde di dalam kendaraan. Begitu mobil masuk dalam jangkauan  dan setelah Hinton mengidentifikasi targetnya, enam polisi itu  melepaskan peluru dari senapan mesin mereka ke dalam kendaraan. Tembakan  pertama, dilakukan oleh Deputi Paroki Bienville Prentiss Oakley dan  berhasil membunuh Clyde dengan segera, membiarkan Bonnie teringat akan  kematian kekasihnya yang tragis.

Berdasarkan keterangan Hinton dan laporan resminya, akibat kematian  Clyde dan mobil pun menepi, Bonnie menjerit di dalamnya. Kemudian keenam  polisi tersebut kembali melepaskan tembaka ke mobil Ford tersebut.  Mobil itupun terisi dengan dua mayat beserta total 52 tembakan yang  menembus tubuh Bonnie. Dan dipercaya seperlima luka itu ditimbulkan oleh  pengagum rahasia Bonnie Parker yaitu Ted Hinton.
&amp;nbsp;
Bonnie Parker. (Foto: The Vintagenews)
Sebelum menjadi polisi, Ted Hinton bekerja  di Marco's Cafe di  Dallas. Untuk diketahui, Bonnie sebelumnya juga menjadi pelayan di kafe  yang sama dengan Hintin. Dalam bukunya catatan milik Hinton, Ambush,  yang diterbitkan dua tahun setelah kematiannya pada 1979, Hinton  mengakui bahwa ia selalu menyukai gadis itu (Bonnie), dengan tulus dan  percaya bahwa perempuan manis itu tergoda oleh Clyde sehingga memilih  jalan yang salah.

Selain itu, Hinton juga menulis bahwa ia terjebak di situasi yang  sulit saat mendengar Bonnie menjerit dari dalam mobil dan ketakutan saat  tembakan membunuh seseorang yang sangat disayanginya. Meskipun ketika  masih berteman dengan Bonnie, Hinton selalu bersikap baik kepada  perempuan itu, namun pada akhirnya ia memilih membunuh perempuan yang  telah mengambil hatinya dan memutuskan perlu melakukan apa yang yang  seharusnya ia lakukan karena terkadang cinta itu terlalu rumit. (rav)
</description><content:encoded>BONNIE Elizabeth Parker dan Clyde Chestnut Barrow merupakan sepasang kekasih yang kompak memilih berprofesi sebagai perampok. Namun, pada 23 Mei 1934 pasangan kriminal yang terkenal itu harus mengakhiri petualangannya karena disergap dan kemudian ditembak mati secara brutal oleh enam polisi di Gibsland Road, Bienville Parish, Louisiana.

Keenam polisi itu diketahui terdiri dari empat perwira polisi asal Texas dan dua asal Louisiana. Total terdapat sebanyak 130 tembakan yang dilepaskan ke arah mobil Ford V-8 milik pasangan perampok romantis itu. Dari keenam polisi yang memberondong senjata tersebut, secara mengejutkan satu di antara mereka adalah teman Bonnie dan yang lebih mengejutkan lagi, ia juga diketahui mencintai perampok perempuan itu secara diam-diam.
Enam polisi yang membunuh Clyde dan Bonnie. (Foto: The Vintagenews)
Kematian keduabya dimulai saat Kapten Frank Hamer mulai melacak keberadaan pasangan terkenal itu pada 12 Februari 1934, guna mempelajari cara mereka merampok. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah pola dan sampai pada kesimpulan bahwa mereka memiliki kebiasaan untuk mengelilingi tepian negara-negara bagian Midwestern yang mereka targetkan dan mengeksploitasi aturan perbatasan suatu wilayah. Aturan tersebut membuat petugas dari satu yurisdiksi tidak berwenang untuk mengejar buronan di seluruh negara bagian mereka. Sehingga keduanya bisa lolos dengan mudah.

Hal ini mengindikasikan bahwa polisi negara bagian sebenarnya pernah menangkap keduanya, sehingga Kapten Hamer meminta batuan dari perwakilan polisi negara bagian untuk mengatur kembali perbatasan dalam usaha menangkap Bonnie dan Clyde. Langkah pertama yang diambil Hamer adalah meminta bantuan kepada polisi yang mengenali wajah keduanya. Mengetahui pasangan itu selalu dilengkapi dengan senjata berbahaya, Hamer dan asistennya Benjamin Gault membentuk sebuah pasukan menembak khusus untuk membunuh mereka.

Dengan pemikirannya ini, Hamer lalu bertanya kepada Sheriff Dallas   County Richard A. &quot;Smoot&quot; Schmid untuk merekomendasikan seseorang, dan   sang  Sheriff kemudian menugaskan wakilnya, Sheriff Bob Alcorn, seorang   pria bersenjata yang berpengalaman serta seorang wakil lainnya, Ted   Hinton yang berusia 29 tahun. Kedua orang yang ditugaskan itu juga    mengenal Bonnie dan Clyde dengan baik.

Setelah hampir dua tahun melakukan pelacakan terus menerus, empat   anggota  dari Texas, Frank Hamer, Benjamin Gault, Bob Alcorn, dan Ted   Hinton, yang dipimpin oleh Hamer, pergi ke Shreveport pada 21 Mei 1934,   ketika mereka menemukan Clyde Barrow dan Bonnie Parker. Menurut  pimpinan  mereka, mobil Ford V8 yang baru saja dicuri terlihat di  wilayah itu dan  tengah menuju Bienville Parish.


Mereka percaya bahwa pasangan tersebut bermaksud untuk bertemu dengan  salah satu anggota geng mereka, Henry Methvin, di rumah keluarganya di  Louisiana. Jadi Hamer dan anggota pasukan khususnya bermaksud untuk  mencegat mereka di jalan. Ketika pasukan tiba di lokasi , mereka  langsung memulai rencana penergapan.

Hamer, yang telah memiliki banyak pengalaman menyadari pergerakan  mereka. Oleh karena itu, Hamer dan pasukannya merencanakan dan membuat  pengintaian di Louisiana State Highway 154 yang mengarah ke rumah Henry  Methvin, di mana mereka menunggu hampir dua hari dua malam. Lelah dan  kehabisan kesabaran, Hamer mulai mempertimbangkan untuk membatalkan  rencananya, ketika tiba-tiba mereka mendengar dan melihat sebuah mobil  yang nampak seperti hasil curian mendekat dengan kecepatan tinggi.
&amp;nbsp;
Mobil curian Clyde dan Bonnie yang ditembak polisi. (Foto: The Vintagenews)
Ted Hinton, sebagai polisi termuda di sana dengan jelas mengenali  Bonnie dan Clyde di dalam kendaraan. Begitu mobil masuk dalam jangkauan  dan setelah Hinton mengidentifikasi targetnya, enam polisi itu  melepaskan peluru dari senapan mesin mereka ke dalam kendaraan. Tembakan  pertama, dilakukan oleh Deputi Paroki Bienville Prentiss Oakley dan  berhasil membunuh Clyde dengan segera, membiarkan Bonnie teringat akan  kematian kekasihnya yang tragis.

Berdasarkan keterangan Hinton dan laporan resminya, akibat kematian  Clyde dan mobil pun menepi, Bonnie menjerit di dalamnya. Kemudian keenam  polisi tersebut kembali melepaskan tembaka ke mobil Ford tersebut.  Mobil itupun terisi dengan dua mayat beserta total 52 tembakan yang  menembus tubuh Bonnie. Dan dipercaya seperlima luka itu ditimbulkan oleh  pengagum rahasia Bonnie Parker yaitu Ted Hinton.
&amp;nbsp;
Bonnie Parker. (Foto: The Vintagenews)
Sebelum menjadi polisi, Ted Hinton bekerja  di Marco's Cafe di  Dallas. Untuk diketahui, Bonnie sebelumnya juga menjadi pelayan di kafe  yang sama dengan Hintin. Dalam bukunya catatan milik Hinton, Ambush,  yang diterbitkan dua tahun setelah kematiannya pada 1979, Hinton  mengakui bahwa ia selalu menyukai gadis itu (Bonnie), dengan tulus dan  percaya bahwa perempuan manis itu tergoda oleh Clyde sehingga memilih  jalan yang salah.

Selain itu, Hinton juga menulis bahwa ia terjebak di situasi yang  sulit saat mendengar Bonnie menjerit dari dalam mobil dan ketakutan saat  tembakan membunuh seseorang yang sangat disayanginya. Meskipun ketika  masih berteman dengan Bonnie, Hinton selalu bersikap baik kepada  perempuan itu, namun pada akhirnya ia memilih membunuh perempuan yang  telah mengambil hatinya dan memutuskan perlu melakukan apa yang yang  seharusnya ia lakukan karena terkadang cinta itu terlalu rumit. (rav)
</content:encoded></item></channel></rss>
