<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penutupan Sekolah Gulen Diduga Terkait Deal Wapres Afghanistan dan Pemerintah Turki</title><description>Kelanjutan perseteruan antara Pemerintah Turki dan Fethullah Gulen. Kasusnya merembet ke sekolah Gulen di Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/31/18/1704439/penutupan-sekolah-gulen-diduga-terkait-deal-wapres-afghanistan-dan-pemerintah-turki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/05/31/18/1704439/penutupan-sekolah-gulen-diduga-terkait-deal-wapres-afghanistan-dan-pemerintah-turki"/><item><title>Penutupan Sekolah Gulen Diduga Terkait Deal Wapres Afghanistan dan Pemerintah Turki</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/05/31/18/1704439/penutupan-sekolah-gulen-diduga-terkait-deal-wapres-afghanistan-dan-pemerintah-turki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/05/31/18/1704439/penutupan-sekolah-gulen-diduga-terkait-deal-wapres-afghanistan-dan-pemerintah-turki</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2017 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/31/18/1704439/penutupan-sekolah-gulen-diduga-terkait-deal-wapres-afghanistan-dan-pemerintah-turki-5LbE4AI8wY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelajar di sekolah berafiliasi Gulen di Kabul. (Foto: Sune Engel Rasmussen/The Guardian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/31/18/1704439/penutupan-sekolah-gulen-diduga-terkait-deal-wapres-afghanistan-dan-pemerintah-turki-5LbE4AI8wY.jpg</image><title>Pelajar di sekolah berafiliasi Gulen di Kabul. (Foto: Sune Engel Rasmussen/The Guardian)</title></images><description>KABUL &amp;ndash; Dalam bidang pendidikan, Afghanistan dan Turki menjalin program pertukaran pelajar yang disebut Afghan-Turk CAG Educational (ATCE). Ada 16 sekolah di penjuru Afghanistan yang mengikuti program ini. Sebagian besar di antaranya mendapat aliran dana dari Gulen.
Belakangan, lebih dari selusin sekolah berafiliasi Gulen di Afghanistan ditutup oleh pemerintah. Kabarnya, penutupan itu terjadi setelah otoritas Afghanistan merancang sebuah kesepakatan untuk memberikan kendali atas sekolah-sekolah itu kepada Pemerintah Turki.
Para guru berkebangsaan Turki di sekolah Gulen di Afghanistan mengungkap, kedutaan Turki di Kabul telah menolak paspor mereka. Akibatnya, mereka jadi tidak bisa pergi ke mana pun.
&amp;ldquo;Sekolah kami memerangi radikalisasi dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,&amp;rdquo; ujar Ketua ACTE, Numan Erdogan, yang tidak ada hubungannya dengan presiden Turki. Dia kecewa, sekolahnya harus ditutup karena perjanjian tersebut.
Sebagaimana diwartakan The Guardian, Rabu (31/5/2017), sejumlah pejabat negara Barat dan Afghanistan percaya, perjanjian itu merupakan bagian dari tawar-menawar (deal) politis. Mereka menduga kesepakatan itu ada hubungannya dengan pengasingan Wakil Presiden Afghanistan, Abdul Rashid Dostum ke Turki.
Perlu diketahui, Wapres Dostum terlibat pelanggaran HAM. Ia dituding menculik dan menyiksa saingan politiknya. Untuk itulah, dia diduga memberikan izin penutupan sekolah Gulen dengan syarat dirinya boleh menetap di bawah perlindungan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Wapres Dostum sudah membantah tuduhan tersebut.
Bukti lain adanya kesepakatan antara pemerintah Turki dan Afghanistan terkait penutupan lusinan sekolah Gulen  ialah kemunculan rancangan memorandum untuk memutus program ATCE. Sepekan kemudian, Dostum terbang ke Turki.
Juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan, Mujib Mehrdad, membenarkan adanya usulan memorandum tersebut. Akan tetapi, dia membantah adanya rekomendasi yang berhubungan dengan Dostum.
&amp;ldquo;Kami berharap Presiden Afghanistan Ashraf Gani tidak akan mengindahkan usulan yang melanggar hukum. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun yang layak untuk diganjar dengan penutupan sekolah,&amp;rdquo; ungkap Wakil Ketua ATCE, Ahmad Fawad Haydari.
Sekolah-sekolah yang terdaftar dalam program ATCE termasuk unggulan di negaranya. Sekira 98% pelajarnya lolos ujian masuk perguruan tinggi. Sementara 30% dari 8.000 pelajarnya adalah perempuan. Menurut info yang beredar, sekolah-sekolah Gulen itu akan diserahkan ke Maaref, sebuah yayasan yang dikelola pemerintah Turki.
Gulen adalah gerakan yang dipelopori ulama karismatik Turki Fethullah Gulen. Yang bersangkutan kini berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat. Namanya mencuat kembali ketika Presiden Erdogan menuding Gulen sebagai otak di balik kudeta militer di Ankara dan Istanbul setahun lalu. Turki pun meminta Washington mengekstradisi Gulen untuk diadili di negaranya. Usulan itu hingga kini tidak dikabulkan oleh AS.</description><content:encoded>KABUL &amp;ndash; Dalam bidang pendidikan, Afghanistan dan Turki menjalin program pertukaran pelajar yang disebut Afghan-Turk CAG Educational (ATCE). Ada 16 sekolah di penjuru Afghanistan yang mengikuti program ini. Sebagian besar di antaranya mendapat aliran dana dari Gulen.
Belakangan, lebih dari selusin sekolah berafiliasi Gulen di Afghanistan ditutup oleh pemerintah. Kabarnya, penutupan itu terjadi setelah otoritas Afghanistan merancang sebuah kesepakatan untuk memberikan kendali atas sekolah-sekolah itu kepada Pemerintah Turki.
Para guru berkebangsaan Turki di sekolah Gulen di Afghanistan mengungkap, kedutaan Turki di Kabul telah menolak paspor mereka. Akibatnya, mereka jadi tidak bisa pergi ke mana pun.
&amp;ldquo;Sekolah kami memerangi radikalisasi dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,&amp;rdquo; ujar Ketua ACTE, Numan Erdogan, yang tidak ada hubungannya dengan presiden Turki. Dia kecewa, sekolahnya harus ditutup karena perjanjian tersebut.
Sebagaimana diwartakan The Guardian, Rabu (31/5/2017), sejumlah pejabat negara Barat dan Afghanistan percaya, perjanjian itu merupakan bagian dari tawar-menawar (deal) politis. Mereka menduga kesepakatan itu ada hubungannya dengan pengasingan Wakil Presiden Afghanistan, Abdul Rashid Dostum ke Turki.
Perlu diketahui, Wapres Dostum terlibat pelanggaran HAM. Ia dituding menculik dan menyiksa saingan politiknya. Untuk itulah, dia diduga memberikan izin penutupan sekolah Gulen dengan syarat dirinya boleh menetap di bawah perlindungan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Wapres Dostum sudah membantah tuduhan tersebut.
Bukti lain adanya kesepakatan antara pemerintah Turki dan Afghanistan terkait penutupan lusinan sekolah Gulen  ialah kemunculan rancangan memorandum untuk memutus program ATCE. Sepekan kemudian, Dostum terbang ke Turki.
Juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan, Mujib Mehrdad, membenarkan adanya usulan memorandum tersebut. Akan tetapi, dia membantah adanya rekomendasi yang berhubungan dengan Dostum.
&amp;ldquo;Kami berharap Presiden Afghanistan Ashraf Gani tidak akan mengindahkan usulan yang melanggar hukum. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun yang layak untuk diganjar dengan penutupan sekolah,&amp;rdquo; ungkap Wakil Ketua ATCE, Ahmad Fawad Haydari.
Sekolah-sekolah yang terdaftar dalam program ATCE termasuk unggulan di negaranya. Sekira 98% pelajarnya lolos ujian masuk perguruan tinggi. Sementara 30% dari 8.000 pelajarnya adalah perempuan. Menurut info yang beredar, sekolah-sekolah Gulen itu akan diserahkan ke Maaref, sebuah yayasan yang dikelola pemerintah Turki.
Gulen adalah gerakan yang dipelopori ulama karismatik Turki Fethullah Gulen. Yang bersangkutan kini berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat. Namanya mencuat kembali ketika Presiden Erdogan menuding Gulen sebagai otak di balik kudeta militer di Ankara dan Istanbul setahun lalu. Turki pun meminta Washington mengekstradisi Gulen untuk diadili di negaranya. Usulan itu hingga kini tidak dikabulkan oleh AS.</content:encoded></item></channel></rss>
