<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala Menteri Jokowi Kenakan Pakaian Adat di Upacara Hari Lahir Pancasila</title><description>Menkumham Yasonna Laoly mengenakan pakaian adat Nias.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/01/337/1705241/kala-menteri-jokowi-kenakan-pakaian-adat-di-upacara-hari-lahir-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/01/337/1705241/kala-menteri-jokowi-kenakan-pakaian-adat-di-upacara-hari-lahir-pancasila"/><item><title>Kala Menteri Jokowi Kenakan Pakaian Adat di Upacara Hari Lahir Pancasila</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/01/337/1705241/kala-menteri-jokowi-kenakan-pakaian-adat-di-upacara-hari-lahir-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/01/337/1705241/kala-menteri-jokowi-kenakan-pakaian-adat-di-upacara-hari-lahir-pancasila</guid><pubDate>Kamis 01 Juni 2017 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/01/337/1705241/kala-menteri-jokowi-kenakan-pakaian-adat-di-upacara-hari-lahir-pancasila-27NHi3Ln6t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkumham Yasonna Laoly kenakan pakaian adat saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, 1 Juni 2017.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/01/337/1705241/kala-menteri-jokowi-kenakan-pakaian-adat-di-upacara-hari-lahir-pancasila-27NHi3Ln6t.jpg</image><title>Menkumham Yasonna Laoly kenakan pakaian adat saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, 1 Juni 2017.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Para menteri Kabinet Kerja kompak mengenakan pakaian adat saat upacara peringatan hari lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juni 2017.

Menteri yang mengenakan pakaian adat saat upacara itu di antaranya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) &amp;lrm;Yassona H Laoly, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Saat ikut upacara, Mendagri Tjahjo Kumolo mengenakan pakaian adat Batak Pakpak yang berasal dari &amp;lrm;Humbang Hasudutan (Humbas), Sumatera Utara. Tjahjo mengungkapkan, pakaian itu didapatnya saat diberikan gelar oleh pemangku adat di sana.


(Mendagri Tjahjo Kumolo)
&quot;&amp;lrm;Ini pada saat saya diundang oleh masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Humbang Hasudutan dari Sumatera Utara. Saya diberi gelar adat dari sana. Yaudah saya pakai saja,&quot; kata Tjahjo di lokasi, Kamis (1/5/2017).
Pakaian adat yang berasal dari Sumatera Utara juga dikenakan oleh Menkumham &amp;lrm;Yasonna H Laoly. Politikus PDI Perjuangan tersebut diketahui mengenakan pakaian adat asal tanah kelahirannya di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
&quot;Ini baju kebesaran dari Nias Selatan. Jadi karena saya membaca Keppres hari ini dan dikatakan harus pakai baju adat, makanya saya pakai baju ini. Kalau mau lengkapnya ada kalabubu,&quot; terang Yassona.
Kalabubu yang dimaksud Yasonna adalah kalung dari suku Nias. Kalung itu&amp;lrm; terbuat dari tempurung kelapa berbahan kuningan sebagai pengikatnya. Selain itu, kalabubu dihiasi ornamen berbentuk segitiga terbuat dari tanduk kerbau bule berjumlah dua buah di setiap sisinya&amp;lrm;. Berbentuk lingkaran berdiameter sekira 23,5 cm, kalabubu dipergunakan sebagai perhiasan dan pelindung leher saat perang.
Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi juga megenakan pakaian adat &amp;lrm;yang berasal dari tanah kelahirannya di Bangkalan, Madura. Meskipun telah menggenakan pakaian tersebut, Imam Nahrawi mengaku &amp;lrm;belum sempurna lantaran tak mengikutsertakan celurit yang biasa dikenakan dalam pakaian tersebut.

(Menpora Imam Nahrawi)

&quot;Karena saya lahir di Bangkalan, Madura, tentu saya harus menggunakan pakaian khas Madura gitu lho. Meskipun saya mau bawa celuritnya, tapi enggak boleh,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Para menteri Kabinet Kerja kompak mengenakan pakaian adat saat upacara peringatan hari lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juni 2017.

Menteri yang mengenakan pakaian adat saat upacara itu di antaranya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) &amp;lrm;Yassona H Laoly, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Saat ikut upacara, Mendagri Tjahjo Kumolo mengenakan pakaian adat Batak Pakpak yang berasal dari &amp;lrm;Humbang Hasudutan (Humbas), Sumatera Utara. Tjahjo mengungkapkan, pakaian itu didapatnya saat diberikan gelar oleh pemangku adat di sana.


(Mendagri Tjahjo Kumolo)
&quot;&amp;lrm;Ini pada saat saya diundang oleh masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Humbang Hasudutan dari Sumatera Utara. Saya diberi gelar adat dari sana. Yaudah saya pakai saja,&quot; kata Tjahjo di lokasi, Kamis (1/5/2017).
Pakaian adat yang berasal dari Sumatera Utara juga dikenakan oleh Menkumham &amp;lrm;Yasonna H Laoly. Politikus PDI Perjuangan tersebut diketahui mengenakan pakaian adat asal tanah kelahirannya di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
&quot;Ini baju kebesaran dari Nias Selatan. Jadi karena saya membaca Keppres hari ini dan dikatakan harus pakai baju adat, makanya saya pakai baju ini. Kalau mau lengkapnya ada kalabubu,&quot; terang Yassona.
Kalabubu yang dimaksud Yasonna adalah kalung dari suku Nias. Kalung itu&amp;lrm; terbuat dari tempurung kelapa berbahan kuningan sebagai pengikatnya. Selain itu, kalabubu dihiasi ornamen berbentuk segitiga terbuat dari tanduk kerbau bule berjumlah dua buah di setiap sisinya&amp;lrm;. Berbentuk lingkaran berdiameter sekira 23,5 cm, kalabubu dipergunakan sebagai perhiasan dan pelindung leher saat perang.
Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi juga megenakan pakaian adat &amp;lrm;yang berasal dari tanah kelahirannya di Bangkalan, Madura. Meskipun telah menggenakan pakaian tersebut, Imam Nahrawi mengaku &amp;lrm;belum sempurna lantaran tak mengikutsertakan celurit yang biasa dikenakan dalam pakaian tersebut.

(Menpora Imam Nahrawi)

&quot;Karena saya lahir di Bangkalan, Madura, tentu saya harus menggunakan pakaian khas Madura gitu lho. Meskipun saya mau bawa celuritnya, tapi enggak boleh,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
