<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Banyak Raskin Tak Layak Konsumsi di Nias</title><description>&quot;Tadi kita menemukan beras yang tidak layak konsumsi. Kita harap Bulog dapat meningkatkan kualitas berasnya,&amp;rdquo;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/02/340/1706318/duh-banyak-raskin-tak-layak-konsumsi-di-nias</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/02/340/1706318/duh-banyak-raskin-tak-layak-konsumsi-di-nias"/><item><title>Duh! Banyak Raskin Tak Layak Konsumsi di Nias</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/02/340/1706318/duh-banyak-raskin-tak-layak-konsumsi-di-nias</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/02/340/1706318/duh-banyak-raskin-tak-layak-konsumsi-di-nias</guid><pubDate>Jum'at 02 Juni 2017 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/02/340/1706318/duh-banyak-raskin-tak-layak-konsumsi-di-nias-gY0Y1ZfBg0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Nias Sakhia'tulo Laoly Sidak ke Gudang Beras (Foto: Wahyudi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/02/340/1706318/duh-banyak-raskin-tak-layak-konsumsi-di-nias-gY0Y1ZfBg0.jpg</image><title>Bupati Nias Sakhia'tulo Laoly Sidak ke Gudang Beras (Foto: Wahyudi/Okezone)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Bupati Kabupaten Nias, Sokhia&amp;rsquo;tulo Laoly, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Jumat (2/6/2017).

Dari sidak yang didampingi Anggota DPR-RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba itu, Sokhia menemukan beras yang tidak layak konsumsi. Beras yang terbungkus dalam karung 15 kilogram itu berwarna kuning dan berkutu.

&amp;ldquo;Kita melakukan sidak untuk memastikan stok beras selama Ramadan dan Lebaran cukup. Tapi tadi kita menemukan beras yang tidak layak konsumsi. Kita harap Bulog dapat meningkatkan kualitas berasnya,&amp;rdquo; kata Sokhia.

&amp;ldquo;Beberapa karung raskin dibuka dan rata-rata berubah warna menjadi kuning. Temuan itu membuat ribuan ton stok beras yang masih berada di gudang tersebut diragukan kualitasnya,&amp;rdquo; tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Parlindungan Purba menyarankan Bulog agar melakukan pembahasan khusus terkait raskin tak layak konsumsi tersebut. Ia pun berharap kedepan, Bulog semakin baik dalam melayani masyarakat.

&amp;ldquo;Kita tentunya tidak ingin beras yang tidak layak konsumsi itu beredar di masyarakat. Ini harus jadi atensi kita bersama,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Bupati Kabupaten Nias, Sokhia&amp;rsquo;tulo Laoly, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Jumat (2/6/2017).

Dari sidak yang didampingi Anggota DPR-RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba itu, Sokhia menemukan beras yang tidak layak konsumsi. Beras yang terbungkus dalam karung 15 kilogram itu berwarna kuning dan berkutu.

&amp;ldquo;Kita melakukan sidak untuk memastikan stok beras selama Ramadan dan Lebaran cukup. Tapi tadi kita menemukan beras yang tidak layak konsumsi. Kita harap Bulog dapat meningkatkan kualitas berasnya,&amp;rdquo; kata Sokhia.

&amp;ldquo;Beberapa karung raskin dibuka dan rata-rata berubah warna menjadi kuning. Temuan itu membuat ribuan ton stok beras yang masih berada di gudang tersebut diragukan kualitasnya,&amp;rdquo; tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Parlindungan Purba menyarankan Bulog agar melakukan pembahasan khusus terkait raskin tak layak konsumsi tersebut. Ia pun berharap kedepan, Bulog semakin baik dalam melayani masyarakat.

&amp;ldquo;Kita tentunya tidak ingin beras yang tidak layak konsumsi itu beredar di masyarakat. Ini harus jadi atensi kita bersama,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
