<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menyedihkan, Orpu &amp; Apri Meninggal Setelah Menyantap Kepiting Beracun Tangkapan sang Ayah</title><description>Dua korban meninggal masing-masing Orpu Polin (25) dan Apri Mariani Tia Aman yang baru berusia lima tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/03/340/1706680/menyedihkan-orpu-apri-meninggal-setelah-menyantap-kepiting-beracun-tangkapan-sang-ayah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/03/340/1706680/menyedihkan-orpu-apri-meninggal-setelah-menyantap-kepiting-beracun-tangkapan-sang-ayah"/><item><title>Menyedihkan, Orpu &amp; Apri Meninggal Setelah Menyantap Kepiting Beracun Tangkapan sang Ayah</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/03/340/1706680/menyedihkan-orpu-apri-meninggal-setelah-menyantap-kepiting-beracun-tangkapan-sang-ayah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/03/340/1706680/menyedihkan-orpu-apri-meninggal-setelah-menyantap-kepiting-beracun-tangkapan-sang-ayah</guid><pubDate>Sabtu 03 Juni 2017 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/03/340/1706680/menyedihkan-orpu-apri-meninggal-setelah-menyantap-kepiting-beracun-tangkapan-sang-ayah-3Ccdge7gmd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (dok. Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/03/340/1706680/menyedihkan-orpu-apri-meninggal-setelah-menyantap-kepiting-beracun-tangkapan-sang-ayah-3Ccdge7gmd.jpg</image><title>Ilustrasi (dok. Antara)</title></images><description>KUPANG - Dua orang warga Desa Maikeam, Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang tewas setelah mengkonsumsi kepiting yang diduga beracun. Tragisnya kepiting itu hasil tangkapan sang ayah Nahtali Polin.

&quot;Mereka (para korban) meninggal itu tidak tahu kalau kepiting itu beracun. Setelah mengkonsumsinya satu jam berselang langsung meninggal,&quot; kata Kepala Desa Maikeam Johan R Lima kepada Okezone melalui sambungan telepon dari Pulau Semau Sabtu (3/6/2017).

Dua korban meninggal masing-masing Orpu Polin (25) dan Apri Mariani Tia Aman yang baru berusia lima tahun.

Selain dua korban meninggal ada sembilan lainnya dirawat hingga kini oleh petugas medis puskesmas setempat. &quot;Mereka yang makan kepiting itu semuanya keluarga tetapi dua kepala rumah tangga,&quot; katanya.

Johan mengisahkan kejadian itu bermula dari Nahtali Polin warga setempat pulang melaut dengan membawa hasil tangkapannya berupa ikan dan kepiting Jumat 2 Juni 2017. Nahtali yang berprofesi sebagai nelayan itu paham kalau kepiting yang dia peroleh beracun dan tidak layak dimakan. Dia berencana akan menguburkan kepiting-kepting itu setelah beristirahat sejenak.

Namun, sebelum dia mengubur kepiting, kerabatnya yang lain tanpa sepengetahuan Nahtali meramu sejumlah bumbu lalu memasak ikan dan kepiting itu. &quot;Mereka pakai menu ikan dan kepiting cuka,&quot; katanya.

Setelah beres, sebanyak 11 orang itu menyantapnya. Saat menyantap Nahtali masih tidur karena kelelahan. &quot;Satu jam berselang 11 orang yang mengkonsumsi ikan dan kepiting itu keracunan dan dua di antaranya meninggal dunia,&quot; kata Johan.

Sementara, sembilan lainnya dirawat intensif petugas puskesmas setempat. &quot;Mereka yang masih dirawat ada empat orang anak-anak dengan usia tiga tahun sampai lima tahu. Selebihnya berusia 40 sampai 60 tahin,&quot; tandas Johan.</description><content:encoded>KUPANG - Dua orang warga Desa Maikeam, Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang tewas setelah mengkonsumsi kepiting yang diduga beracun. Tragisnya kepiting itu hasil tangkapan sang ayah Nahtali Polin.

&quot;Mereka (para korban) meninggal itu tidak tahu kalau kepiting itu beracun. Setelah mengkonsumsinya satu jam berselang langsung meninggal,&quot; kata Kepala Desa Maikeam Johan R Lima kepada Okezone melalui sambungan telepon dari Pulau Semau Sabtu (3/6/2017).

Dua korban meninggal masing-masing Orpu Polin (25) dan Apri Mariani Tia Aman yang baru berusia lima tahun.

Selain dua korban meninggal ada sembilan lainnya dirawat hingga kini oleh petugas medis puskesmas setempat. &quot;Mereka yang makan kepiting itu semuanya keluarga tetapi dua kepala rumah tangga,&quot; katanya.

Johan mengisahkan kejadian itu bermula dari Nahtali Polin warga setempat pulang melaut dengan membawa hasil tangkapannya berupa ikan dan kepiting Jumat 2 Juni 2017. Nahtali yang berprofesi sebagai nelayan itu paham kalau kepiting yang dia peroleh beracun dan tidak layak dimakan. Dia berencana akan menguburkan kepiting-kepting itu setelah beristirahat sejenak.

Namun, sebelum dia mengubur kepiting, kerabatnya yang lain tanpa sepengetahuan Nahtali meramu sejumlah bumbu lalu memasak ikan dan kepiting itu. &quot;Mereka pakai menu ikan dan kepiting cuka,&quot; katanya.

Setelah beres, sebanyak 11 orang itu menyantapnya. Saat menyantap Nahtali masih tidur karena kelelahan. &quot;Satu jam berselang 11 orang yang mengkonsumsi ikan dan kepiting itu keracunan dan dua di antaranya meninggal dunia,&quot; kata Johan.

Sementara, sembilan lainnya dirawat intensif petugas puskesmas setempat. &quot;Mereka yang masih dirawat ada empat orang anak-anak dengan usia tiga tahun sampai lima tahu. Selebihnya berusia 40 sampai 60 tahin,&quot; tandas Johan.</content:encoded></item></channel></rss>
