<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Korut dengan Tegas Tolak Sanksi Baru dari PBB</title><description>Korea Utara dengan tegas menolak sanksi baru yang diberikan oleh Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/04/18/1707411/duh-korut-dengan-tegas-tolak-sanksi-baru-dari-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/04/18/1707411/duh-korut-dengan-tegas-tolak-sanksi-baru-dari-pbb"/><item><title>Duh! Korut dengan Tegas Tolak Sanksi Baru dari PBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/04/18/1707411/duh-korut-dengan-tegas-tolak-sanksi-baru-dari-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/04/18/1707411/duh-korut-dengan-tegas-tolak-sanksi-baru-dari-pbb</guid><pubDate>Minggu 04 Juni 2017 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/04/18/1707411/duh-korut-dengan-tegas-tolak-sanksi-baru-dari-pbb-FCGuSyxHPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Korut, Kim Jong-un mengecek salah satu senjata nuklirnya. (Foto: KCNA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/04/18/1707411/duh-korut-dengan-tegas-tolak-sanksi-baru-dari-pbb-FCGuSyxHPi.jpg</image><title>Pemimpin Korut, Kim Jong-un mengecek salah satu senjata nuklirnya. (Foto: KCNA)</title></images><description>PYONGYANG - Korea Utara dengan tegas menolak sanksi baru yang diberikan oleh Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan tersebut disampaikan Otoritas Korut melalui pemberitaan dari kantor berita lokal, KCNA.

Sebagaimana diketahui DK PBB memberikan sanksi baru terhadap Korut secara resmi pada Jumat 2 Juni. Wacana pemberian sanksi baru tersebut keluar menyusul Korut yang terus mengulangi tindakan provokasi dengan uji coba peluncuran rudal. Menanggapi hal tersebut, pihak Korut menyatakan, tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan pengembangan program nuklirnya demikian sebagaimana dinukil dari Reuters, Minggu (4/6/2017).

Sanksi baru PBB ini pada dasarnya merupakan resolusi pertama terhadap Pyongyang yang disetujui oleh Amerika Serikat (AS) dan China yang notabene adalah satu-satunya sekutu Korut. AS sebagai anggota DK PBB dan China bahkan telah sebelumnya mendiskusikan sanksi untuk Korut itu selama lima minggu lamanya.

Sanksi baru terhadap Korut kali ini  diberlakukan untuk memberikan lebih banyak tekanan ekonomi kepada Korut akibat program senjata nuklirnya. Sanksi-sanksi terhadap Korut itu melarang segala entitas atau orang AS melakukan bisnis dengan mereka dan membekukan aset-aset yang mungkin berada di dalam yurisdiksi AS.

Tak hanya menolak sanksi, bagi Korut kesuksesan AS dalam menciptakan senjata antrudal juga tak membuat negara yang dipimpin diktator muda, Kim Jong-un gentar. Korut justru mengecam uji coba sistem pertahanan rudal balistik dan menyebutnya sebagai langkah berisiko yang hanya akan &amp;ldquo;mempercepat kehancuran daratan AS&amp;rdquo;.</description><content:encoded>PYONGYANG - Korea Utara dengan tegas menolak sanksi baru yang diberikan oleh Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan tersebut disampaikan Otoritas Korut melalui pemberitaan dari kantor berita lokal, KCNA.

Sebagaimana diketahui DK PBB memberikan sanksi baru terhadap Korut secara resmi pada Jumat 2 Juni. Wacana pemberian sanksi baru tersebut keluar menyusul Korut yang terus mengulangi tindakan provokasi dengan uji coba peluncuran rudal. Menanggapi hal tersebut, pihak Korut menyatakan, tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan pengembangan program nuklirnya demikian sebagaimana dinukil dari Reuters, Minggu (4/6/2017).

Sanksi baru PBB ini pada dasarnya merupakan resolusi pertama terhadap Pyongyang yang disetujui oleh Amerika Serikat (AS) dan China yang notabene adalah satu-satunya sekutu Korut. AS sebagai anggota DK PBB dan China bahkan telah sebelumnya mendiskusikan sanksi untuk Korut itu selama lima minggu lamanya.

Sanksi baru terhadap Korut kali ini  diberlakukan untuk memberikan lebih banyak tekanan ekonomi kepada Korut akibat program senjata nuklirnya. Sanksi-sanksi terhadap Korut itu melarang segala entitas atau orang AS melakukan bisnis dengan mereka dan membekukan aset-aset yang mungkin berada di dalam yurisdiksi AS.

Tak hanya menolak sanksi, bagi Korut kesuksesan AS dalam menciptakan senjata antrudal juga tak membuat negara yang dipimpin diktator muda, Kim Jong-un gentar. Korut justru mengecam uji coba sistem pertahanan rudal balistik dan menyebutnya sebagai langkah berisiko yang hanya akan &amp;ldquo;mempercepat kehancuran daratan AS&amp;rdquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
