<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Tradisi Ramadan di Empat Negara Muslim</title><description>Jika sebagian orang mengandalkan alarm untuk membangunkan sahur, di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Muslim mengandalkan  Musaharati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/05/18/1707441/ini-tradisi-ramadan-di-empat-negara-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/05/18/1707441/ini-tradisi-ramadan-di-empat-negara-muslim"/><item><title>Ini Tradisi Ramadan di Empat Negara Muslim</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/05/18/1707441/ini-tradisi-ramadan-di-empat-negara-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/05/18/1707441/ini-tradisi-ramadan-di-empat-negara-muslim</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2017 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/04/18/1707441/ini-tradisi-ramadan-di-empat-negara-muslim-r1q03uukDs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang Salat. (Foto: Creative Word)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/04/18/1707441/ini-tradisi-ramadan-di-empat-negara-muslim-r1q03uukDs.jpg</image><title>Orang Salat. (Foto: Creative Word)</title></images><description>JUMLAH umat Islam di seluruh dunia kini mencapai 1,6 juta orang. Jutaan Muslim di seluruh dunia tersebut tentu saja berasal dari beragam budaya yang berbeda-beda. Keberagaman latar belakang itu  berpengaruh terhadap tradisi Ramadan yang unik dan berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya.
Sebagaimana diketahui, puasa Ramadan diawali dengan bangun sebelum adzan subuh untuk sahur. Jika sebagian orang mengandalkan alarm untuk membangunkan sahur, maka di wilayah di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Muslim mengandalkan Musaharati.
  Musaharati (Foto: Creative Word)
Musaharati sendiri adalah orang yang bertugas membangunkan orang-orang sahur. Ia akan berkeliling di jalan dan berteriak meminta warga untuk bangun lalu memukul drum sebanyak tiga kali. Tradisi ini  di beberapa wilayah seperti Kairo, Mesir masih bertahan.
Di beberapa negara Muslim lainnya, Ramadan disambut oleh masyarakat  atau perusahaan dengan menyiapkan sebuah paket yang berisi makanan pokok untuk didistribusikan kepada mereka yang kurang beruntung. Selain itu, selama Ramadan, setiap negara pasti juga memiliki makanan khas sendiri untuk berbuka. Dan pastinya kegiatan lainnya yang paling ditunggu oleh semua Muslim adalah ibadah salat Tarawih.
Berikut ini adalah tradisi Ramadan di beberapa tempat di dunia sebagaimana dikutip dari A Global World, Selasa (5/6/2017):



1. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam adalah satu dari sedikit negara Muslim di mana para  non-Muslim sangat menghargai warga yang menjalani ibadah puasa.  Sebagian umat non-Muslim di Brunei diketahui ikut berpartisipasi menahan  diri untuk tidak makan atau merokok di depan umum selama Ramadan.
Pasar kuliner dadakan juga akan muncul secara besar-besaran di hampir  seluruh wilayah Brunei. Makanan tradisional lokal banyak dijual oleh  pedagangan. Namun makanan dari Barat juga dijual untuk dinikmati ketika  waktu berbuka puasa tiba.
2. Kepulauan Komoro
Kepulauan Komoro adalah kepulauan yang berada di sebelah timur Afrika  dan di sebelah barat laut Madagaskar. Berdasarkan keterangan penduduk  setempat, kehidupan sosial di Kepulauan Komoro menjadi jauh lebih  semarak saat Ramadan tiba.
Sebuah tempat yang di dikenal dengan Bangwe sangat populer bagi warga  Komoro untuk  berkumpul dan berbuka puasa bersama sebelum kemudian  menuju masjid untuk beribadah. Hidangan khas untuk pembuka saat berbuka  puasa di Komoro adalah goreng, ubi panggang, ikan, dan pancake lokal  yang disebut Couscouma.

Tradisi bagi-bagi sembako di awal Ramadan (Foto: Creative Word)
3. Maladewa
Republik Maladewa yang terletak di Samudera Hindia, merayakan Ramadan  dengan banyaknya pesta makanan. Selama bulan puasa, banyak orang  membuat hidangan lokal seperti gulha (bola ikan), kulhi boakibaa  (fishcake atau kue ikan), dan foniboakiba (kue tepung). Warga maladewa  juga menyiapkan minuman khas Ramadan yaitu susu kiru sarbat.
Dan yang paling khas adalah para penyair di Maladewa akan banyak  mendapatkan permintaan untuk melafalkan Raivaru atau puisi yang  berisikan tentang bulan Ramadan. Raivaru sendiri adalah puisi dengan  syair kuno yang terdiri dari tiga atau lebih baris dan pola irama yang  berbeda. Puisi ini sangat dipuja oleh warga Maladewa.
 
4. Tajikistan
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Shuroi Ulamo  (Majelis Ulama)  dari Tajikistan biasanya akam meminta semua warga Muslim di sana untuk  menyumbangkan barang-barang mereka kepada orang miskin. Dan bagi para  penjual untuk menurunkan harga barang-barang di toko mereka.
Selain itu, Masjid juga dibersihkan dan didekorasi ulang dengan karya  seni Islam yang megah. Poster &quot;Happy Ramadan&quot; pun tak luput untuk  dipasang. Masjid di Tajikistan juga menyediakan makanan untuk berbuka  puasa. Sementara itu, tradisi Tajikistani khas para warga juga akan  mengundang teman dan kerabat ke rumahnya untuk ikut serta dalam berbuka  puasa bersama.

</description><content:encoded>JUMLAH umat Islam di seluruh dunia kini mencapai 1,6 juta orang. Jutaan Muslim di seluruh dunia tersebut tentu saja berasal dari beragam budaya yang berbeda-beda. Keberagaman latar belakang itu  berpengaruh terhadap tradisi Ramadan yang unik dan berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya.
Sebagaimana diketahui, puasa Ramadan diawali dengan bangun sebelum adzan subuh untuk sahur. Jika sebagian orang mengandalkan alarm untuk membangunkan sahur, maka di wilayah di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Muslim mengandalkan Musaharati.
  Musaharati (Foto: Creative Word)
Musaharati sendiri adalah orang yang bertugas membangunkan orang-orang sahur. Ia akan berkeliling di jalan dan berteriak meminta warga untuk bangun lalu memukul drum sebanyak tiga kali. Tradisi ini  di beberapa wilayah seperti Kairo, Mesir masih bertahan.
Di beberapa negara Muslim lainnya, Ramadan disambut oleh masyarakat  atau perusahaan dengan menyiapkan sebuah paket yang berisi makanan pokok untuk didistribusikan kepada mereka yang kurang beruntung. Selain itu, selama Ramadan, setiap negara pasti juga memiliki makanan khas sendiri untuk berbuka. Dan pastinya kegiatan lainnya yang paling ditunggu oleh semua Muslim adalah ibadah salat Tarawih.
Berikut ini adalah tradisi Ramadan di beberapa tempat di dunia sebagaimana dikutip dari A Global World, Selasa (5/6/2017):



1. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam adalah satu dari sedikit negara Muslim di mana para  non-Muslim sangat menghargai warga yang menjalani ibadah puasa.  Sebagian umat non-Muslim di Brunei diketahui ikut berpartisipasi menahan  diri untuk tidak makan atau merokok di depan umum selama Ramadan.
Pasar kuliner dadakan juga akan muncul secara besar-besaran di hampir  seluruh wilayah Brunei. Makanan tradisional lokal banyak dijual oleh  pedagangan. Namun makanan dari Barat juga dijual untuk dinikmati ketika  waktu berbuka puasa tiba.
2. Kepulauan Komoro
Kepulauan Komoro adalah kepulauan yang berada di sebelah timur Afrika  dan di sebelah barat laut Madagaskar. Berdasarkan keterangan penduduk  setempat, kehidupan sosial di Kepulauan Komoro menjadi jauh lebih  semarak saat Ramadan tiba.
Sebuah tempat yang di dikenal dengan Bangwe sangat populer bagi warga  Komoro untuk  berkumpul dan berbuka puasa bersama sebelum kemudian  menuju masjid untuk beribadah. Hidangan khas untuk pembuka saat berbuka  puasa di Komoro adalah goreng, ubi panggang, ikan, dan pancake lokal  yang disebut Couscouma.

Tradisi bagi-bagi sembako di awal Ramadan (Foto: Creative Word)
3. Maladewa
Republik Maladewa yang terletak di Samudera Hindia, merayakan Ramadan  dengan banyaknya pesta makanan. Selama bulan puasa, banyak orang  membuat hidangan lokal seperti gulha (bola ikan), kulhi boakibaa  (fishcake atau kue ikan), dan foniboakiba (kue tepung). Warga maladewa  juga menyiapkan minuman khas Ramadan yaitu susu kiru sarbat.
Dan yang paling khas adalah para penyair di Maladewa akan banyak  mendapatkan permintaan untuk melafalkan Raivaru atau puisi yang  berisikan tentang bulan Ramadan. Raivaru sendiri adalah puisi dengan  syair kuno yang terdiri dari tiga atau lebih baris dan pola irama yang  berbeda. Puisi ini sangat dipuja oleh warga Maladewa.
 
4. Tajikistan
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Shuroi Ulamo  (Majelis Ulama)  dari Tajikistan biasanya akam meminta semua warga Muslim di sana untuk  menyumbangkan barang-barang mereka kepada orang miskin. Dan bagi para  penjual untuk menurunkan harga barang-barang di toko mereka.
Selain itu, Masjid juga dibersihkan dan didekorasi ulang dengan karya  seni Islam yang megah. Poster &quot;Happy Ramadan&quot; pun tak luput untuk  dipasang. Masjid di Tajikistan juga menyediakan makanan untuk berbuka  puasa. Sementara itu, tradisi Tajikistani khas para warga juga akan  mengundang teman dan kerabat ke rumahnya untuk ikut serta dalam berbuka  puasa bersama.

</content:encoded></item></channel></rss>
