<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hidayat Nur Wahid Sebut Persekusi Muncul Akibat Penegak Hukum Tak Adil</title><description>&quot;Persekusi tidak berdiri sendiri. Ada ketidakpercayaaan publik terhadap penegakan hukum sehingga melakukan main hakim sendiri.&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/05/337/1707836/hidayat-nur-wahid-sebut-persekusi-muncul-akibat-penegak-hukum-tak-adil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/05/337/1707836/hidayat-nur-wahid-sebut-persekusi-muncul-akibat-penegak-hukum-tak-adil"/><item><title>Hidayat Nur Wahid Sebut Persekusi Muncul Akibat Penegak Hukum Tak Adil</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/05/337/1707836/hidayat-nur-wahid-sebut-persekusi-muncul-akibat-penegak-hukum-tak-adil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/05/337/1707836/hidayat-nur-wahid-sebut-persekusi-muncul-akibat-penegak-hukum-tak-adil</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2017 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/05/337/1707836/hidayat-nur-wahid-sebut-persekusi-muncul-akibat-penegak-hukum-tak-adil-VoKy9LEmyU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/05/337/1707836/hidayat-nur-wahid-sebut-persekusi-muncul-akibat-penegak-hukum-tak-adil-VoKy9LEmyU.jpg</image><title>Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menilai munculnya tindakan persekusi atau perburuan manusia untuk dihakimi secara semena-mena akibat adanya ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum yang dianggap tidak adil.
&quot;Persekusi tidak berdiri sendiri. Ada ketidakpercayaaan publik terhadap penegakan hukum sehingga melakukan main hakim sendiri,&quot; ucap Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).
Hidayat mengungkapkan, munculnya persekusi ini akibat polisi dianggap tebang pilih dalam menangani kasus, terutama kasus ujaran kebencian (hate speech), fitnah, ataupun tindakan pencemaran nama baik terhadap ulama-ulama yang tak pernah diusut.
Hidayat merasa kepolisian selama ini selalu cepat dalam mengusut kasus-kasus yang menyeret ulama-ulama, seperti Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Ia pun meminta kepolisian dan aparat penegak hukum lainnnya adil dalam menegakkan hukum.
&quot;Saya menolak persekusi. Saya menolak main hakim sendiri. Tapi, ibarat asap ada apinya diselesaikan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menilai munculnya tindakan persekusi atau perburuan manusia untuk dihakimi secara semena-mena akibat adanya ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum yang dianggap tidak adil.
&quot;Persekusi tidak berdiri sendiri. Ada ketidakpercayaaan publik terhadap penegakan hukum sehingga melakukan main hakim sendiri,&quot; ucap Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).
Hidayat mengungkapkan, munculnya persekusi ini akibat polisi dianggap tebang pilih dalam menangani kasus, terutama kasus ujaran kebencian (hate speech), fitnah, ataupun tindakan pencemaran nama baik terhadap ulama-ulama yang tak pernah diusut.
Hidayat merasa kepolisian selama ini selalu cepat dalam mengusut kasus-kasus yang menyeret ulama-ulama, seperti Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Ia pun meminta kepolisian dan aparat penegak hukum lainnnya adil dalam menegakkan hukum.
&quot;Saya menolak persekusi. Saya menolak main hakim sendiri. Tapi, ibarat asap ada apinya diselesaikan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
