<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salah Satu Pelaku Teror London Pernah Muncul dalam Tayangan Dokumenter </title><description>Khuram Butt pernah muncul dalam tayangan dokumenter tentang kegiatan ekstremis di Inggris Raya.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/06/18/1708496/salah-satu-pelaku-teror-london-pernah-muncul-dalam-tayangan-dokumenter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/06/18/1708496/salah-satu-pelaku-teror-london-pernah-muncul-dalam-tayangan-dokumenter"/><item><title>Salah Satu Pelaku Teror London Pernah Muncul dalam Tayangan Dokumenter </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/06/18/1708496/salah-satu-pelaku-teror-london-pernah-muncul-dalam-tayangan-dokumenter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/06/18/1708496/salah-satu-pelaku-teror-london-pernah-muncul-dalam-tayangan-dokumenter</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2017 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/06/18/1708496/salah-satu-pelaku-teror-london-pernah-muncul-dalam-tayangan-dokumenter-WIb8p6AUJb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dua pelaku teror London Khuram Butt (kiri) dan Rachid Redouane (Foto: Metropolitan Police/BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/06/18/1708496/salah-satu-pelaku-teror-london-pernah-muncul-dalam-tayangan-dokumenter-WIb8p6AUJb.jpg</image><title>Dua pelaku teror London Khuram Butt (kiri) dan Rachid Redouane (Foto: Metropolitan Police/BBC)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Kepolisian Metro London mengidentifikasi dua dari tiga orang pelaku serangan teror sebagai Khuram Shazad Butt dan Rachid Reduoane. Kedua pria itu sama-sama tewas ditembak oleh polisi usai menjalankan aksinya menabrak pejalan kaki di Jembatan London dan menusuk secara acak di Pasar Borough.
Khuram Butt adalah seorang warga negara Inggris yang lahir di Pakistan. Pria berusia 27 tahun itu pernah bekerja di operator kereta bawah tanah London Underground selama enam bulan pada 2016 sebagai pegawai magang.
Wajahnya juga pernah muncul dalam program dokumenter tentang ekstremisme pada 2016. Salah satu orang yang pernah mengenalnya, Mohammed Shafiq mengatakan, Butt mengidolai ulama garis keras Inggris Anjem Choudary. Shafiq tidak heran jika Khuram Butt akan melaksanakan serangan teror.
&amp;ldquo;Butt pernah menyebutku pengkhianat dan menuduhku sebagai kaki tangan pemerintah. Saya tidak terkejut jika Khuram Butt melakukan serangan teror dan ada banyak pertanyaan serius bagi otoritas,&amp;rdquo; ucap Mohammed Shafiq, sebagaimana dilansir Channel News Asia, Selasa (6/6/2017).
Kesaksian berbeda diucapkan tetangga Khuram di Barking, London Timur. Ia dideskripsikan sebagai seorang yang ramah. Namun, ayah dua orang anak itu memang berubah perangainya dalam beberapa pekan menjelang serangan teror yang menewaskan tujuh orang tersebut.
&amp;ldquo;Ia dulu ramah tetapi tiba-tiba berperilaku tidak normal. Ia tidak agresif. Ia biasanya senang berbicara tetapi belakangan ini cuma menyapa untuk sekedar basa-basi,&amp;rdquo; tutur tetangganya yang bernama Salahudeen.
Kepolisian juga menyebut nama Rachid Redouane sebagai salah satu rekan Khuram Butt. Ia diklaim sebagai warga negara Maroko dan juga Libya serta menggunakan nama samaran Rachid Elkhdar. Pria berusia 30 tahun itu memegang kartu residensi Irlandia dan diketahui tinggal di Dublin. Menurut The Guardian, ia bekerja sebagai koki.
Stasiun televisi RTE menerangkan, Rachid menikahi seorang perempuan Inggris di Irlandia pada 2011 sebelum pindah ke negara asal sang istri. Kepolisian meyakini istrinya kini termasuk salah satu dari perempuan yang sedang ditahan terkait serangan tersebut.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Kepolisian Metro London mengidentifikasi dua dari tiga orang pelaku serangan teror sebagai Khuram Shazad Butt dan Rachid Reduoane. Kedua pria itu sama-sama tewas ditembak oleh polisi usai menjalankan aksinya menabrak pejalan kaki di Jembatan London dan menusuk secara acak di Pasar Borough.
Khuram Butt adalah seorang warga negara Inggris yang lahir di Pakistan. Pria berusia 27 tahun itu pernah bekerja di operator kereta bawah tanah London Underground selama enam bulan pada 2016 sebagai pegawai magang.
Wajahnya juga pernah muncul dalam program dokumenter tentang ekstremisme pada 2016. Salah satu orang yang pernah mengenalnya, Mohammed Shafiq mengatakan, Butt mengidolai ulama garis keras Inggris Anjem Choudary. Shafiq tidak heran jika Khuram Butt akan melaksanakan serangan teror.
&amp;ldquo;Butt pernah menyebutku pengkhianat dan menuduhku sebagai kaki tangan pemerintah. Saya tidak terkejut jika Khuram Butt melakukan serangan teror dan ada banyak pertanyaan serius bagi otoritas,&amp;rdquo; ucap Mohammed Shafiq, sebagaimana dilansir Channel News Asia, Selasa (6/6/2017).
Kesaksian berbeda diucapkan tetangga Khuram di Barking, London Timur. Ia dideskripsikan sebagai seorang yang ramah. Namun, ayah dua orang anak itu memang berubah perangainya dalam beberapa pekan menjelang serangan teror yang menewaskan tujuh orang tersebut.
&amp;ldquo;Ia dulu ramah tetapi tiba-tiba berperilaku tidak normal. Ia tidak agresif. Ia biasanya senang berbicara tetapi belakangan ini cuma menyapa untuk sekedar basa-basi,&amp;rdquo; tutur tetangganya yang bernama Salahudeen.
Kepolisian juga menyebut nama Rachid Redouane sebagai salah satu rekan Khuram Butt. Ia diklaim sebagai warga negara Maroko dan juga Libya serta menggunakan nama samaran Rachid Elkhdar. Pria berusia 30 tahun itu memegang kartu residensi Irlandia dan diketahui tinggal di Dublin. Menurut The Guardian, ia bekerja sebagai koki.
Stasiun televisi RTE menerangkan, Rachid menikahi seorang perempuan Inggris di Irlandia pada 2011 sebelum pindah ke negara asal sang istri. Kepolisian meyakini istrinya kini termasuk salah satu dari perempuan yang sedang ditahan terkait serangan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
