<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Pemungutan Suara Ulang, Massa Salah Satu Paslon Mengamuk di Puncak Jaya</title><description>Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan, awal mula kasus tersebut pada Senin 5 Juni sekira pukul 03.00 WIT.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/06/340/1708419/jelang-pemungutan-suara-ulang-massa-salah-satu-paslon-mengamuk-di-puncak-jaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/06/340/1708419/jelang-pemungutan-suara-ulang-massa-salah-satu-paslon-mengamuk-di-puncak-jaya"/><item><title>Jelang Pemungutan Suara Ulang, Massa Salah Satu Paslon Mengamuk di Puncak Jaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/06/340/1708419/jelang-pemungutan-suara-ulang-massa-salah-satu-paslon-mengamuk-di-puncak-jaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/06/340/1708419/jelang-pemungutan-suara-ulang-massa-salah-satu-paslon-mengamuk-di-puncak-jaya</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2017 03:41 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/06/340/1708419/jelang-pemungutan-suara-ulang-massa-salah-satu-paslon-mengamuk-di-puncak-jaya-055156GdDX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/06/340/1708419/jelang-pemungutan-suara-ulang-massa-salah-satu-paslon-mengamuk-di-puncak-jaya-055156GdDX.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi</title></images><description>JAYAPURA &amp;ndash; Tak terima adanya rencana pergantian Panitia Pemungutan Daerah (PPD) untuk Pemungutan Suara Ulang di kabupaten Puncak Jaya, sekira 100 orang massa pendukung salah satu calon bupati Puncak Jaya mengamuk.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan, awal mula kasus tersebut pada Senin 5 Juni sekira pukul 03.00 WIT. Massa salah satu paslon bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya menduduki jalan didepan kantor KPUD Puncak Jaya.

&quot;Di tempat ini massa sambil memembuat api, massa dipimpin oleh Jems Telenggen dan Rii Telenggen,&quot; kata Kamal, Selasa (6/6/2017).

Selanjutnya, pada pukul 07.30 WIT, sekertaris KPUD Puncak Jaya datang ke Kantor KPUD Puncak Jaya. Pada saat itu massa langsung memaksa masuk ke kantor KPUD.

&quot;Atas hal itu, anggota dengan perintah Kapolres mengeluarkan tembakan ka arah atas dan ke arah tanah untuk membubarkan massa. Selanjutnya massa membubarkan diri dan menuju ke rumah sekertaris KPUD, dan merusak pintu depan jebol, kaca jendela bagian depan, kaca jendela sebelah kanan. Kaca jendela sebelah kiri rontok kena lemparan Batu, dan Piringan Parabola dicabut oleh massa,&quot; ucap Kamal.

Tak hanya merusak,&amp;nbsp; massa yang sudah beringas juga melakukan pengeroyokan terhadap anggota SatIntelkam Puncak Jaya. &quot;Di pertigaan kuburan tujuh kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, massa kemudian mengeroyok anggota Sat Intelkam atas nama Brigpol Syahril hingga mengalami luka lecet pada bagian dahi sebelah kanan, luka lecet di lengan sebelah kanan akibat dari cakaran massa. Anggota berhasil lolos dibantu oleh salah satu massa,&quot; katanya.

Massa juga merusak motor anggota tersebut. Tangki motor sebelah kanan rusak, lampu tem hancur,&amp;nbsp; saluran rem cakram dan jok motor diiris dengan parang. &quot;Hingga pukul 08.45 WIT massa sudah berjumlah sekitar 300 orang, dan berkumpul di posko salah satu paslon bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya, dengan melengkapi diri dengan panah dan Parang,&quot; ucap dia.

Hingga saat ini,&amp;nbsp; personel Polres Puncak Jaya dibantu Brimob masih melaksanakan siaga di kantor Polres dan Kantor KPUD Puncak Jaya untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di kabupaten Puncak Jaya.

Sementara, akibat insiden tersebut, belum diketahui pasti rencana PSU di wilayah itu.</description><content:encoded>JAYAPURA &amp;ndash; Tak terima adanya rencana pergantian Panitia Pemungutan Daerah (PPD) untuk Pemungutan Suara Ulang di kabupaten Puncak Jaya, sekira 100 orang massa pendukung salah satu calon bupati Puncak Jaya mengamuk.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan, awal mula kasus tersebut pada Senin 5 Juni sekira pukul 03.00 WIT. Massa salah satu paslon bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya menduduki jalan didepan kantor KPUD Puncak Jaya.

&quot;Di tempat ini massa sambil memembuat api, massa dipimpin oleh Jems Telenggen dan Rii Telenggen,&quot; kata Kamal, Selasa (6/6/2017).

Selanjutnya, pada pukul 07.30 WIT, sekertaris KPUD Puncak Jaya datang ke Kantor KPUD Puncak Jaya. Pada saat itu massa langsung memaksa masuk ke kantor KPUD.

&quot;Atas hal itu, anggota dengan perintah Kapolres mengeluarkan tembakan ka arah atas dan ke arah tanah untuk membubarkan massa. Selanjutnya massa membubarkan diri dan menuju ke rumah sekertaris KPUD, dan merusak pintu depan jebol, kaca jendela bagian depan, kaca jendela sebelah kanan. Kaca jendela sebelah kiri rontok kena lemparan Batu, dan Piringan Parabola dicabut oleh massa,&quot; ucap Kamal.

Tak hanya merusak,&amp;nbsp; massa yang sudah beringas juga melakukan pengeroyokan terhadap anggota SatIntelkam Puncak Jaya. &quot;Di pertigaan kuburan tujuh kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, massa kemudian mengeroyok anggota Sat Intelkam atas nama Brigpol Syahril hingga mengalami luka lecet pada bagian dahi sebelah kanan, luka lecet di lengan sebelah kanan akibat dari cakaran massa. Anggota berhasil lolos dibantu oleh salah satu massa,&quot; katanya.

Massa juga merusak motor anggota tersebut. Tangki motor sebelah kanan rusak, lampu tem hancur,&amp;nbsp; saluran rem cakram dan jok motor diiris dengan parang. &quot;Hingga pukul 08.45 WIT massa sudah berjumlah sekitar 300 orang, dan berkumpul di posko salah satu paslon bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya, dengan melengkapi diri dengan panah dan Parang,&quot; ucap dia.

Hingga saat ini,&amp;nbsp; personel Polres Puncak Jaya dibantu Brimob masih melaksanakan siaga di kantor Polres dan Kantor KPUD Puncak Jaya untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di kabupaten Puncak Jaya.

Sementara, akibat insiden tersebut, belum diketahui pasti rencana PSU di wilayah itu.</content:encoded></item></channel></rss>
